STAITTDSTAITTD
At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama IslamAt-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama IslamHasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai profetik Kuntowijoyo terdiri dari tiga pilar, yaitu: humanisasi, liberasi, dan transendensi yang diturunkan dari Al-Quran surat Ali Imran ayat 110. Konsep humanisasi adalah memanusiakan manusia, menghilangkan materialisme, ketergantungan, kekerasan, dan kebencian dari diri manusia. Liberasi yang dimaksud Kuntowijoyo dalam ilmu sosial profetik berada dalam konteks keilmuan dan bukan konteks ideologis; yaitu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai luhur transendental. Dengan demikian, nilai-nilai liberatif ini harus dipahami atau ditempatkan dalam ilmu sosial yang memiliki tanggung jawab profetik untuk membebaskan manusia dari kekejaman kemiskinan, eksploitasi kekayaan, dominasi struktur yang menindas, dan hegemoni kesadaran palsu. Sementara itu, transendensi adalah elemen terpenting dari etika profetik yang juga menjadi dasar bagi dua elemen lainnya; humanisasi dan liberasi. Transendensi memberikan arah ke mana dan untuk tujuan apa humanisasi dan liberasi dilakukan.. . Implikasi nilai-nilai profetik bagi pengembangan kurikulum PAI adalah: Dalam mengembangkan kurikulum PAI di masa depan, selain mempertahankan ciri khasnya yang mengutamakan upaya internalisasi nilai-nilai ajaran Islam, baik dalam bentuk akidah, syariah, maupun akhlak, kurikulum juga dapat meningkatkan porsi aspek perubahan sosial sesuai tuntutan zaman. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan porsi penanaman nilai-nilai kemanusiaan dan sosial. Kandungan nilai-nilai ilahiah dan nilai-nilai kemanusiaan harus memiliki porsi yang seimbang. Dalam mengembangkan kurikulum PAI di sekolah, selain mampu menciptakan peserta didik yang beriman dan bertakwa kuat dalam menghadapi perkembangan global dan tren dunia, mereka juga memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi terhadap ketidakadilan di masyarakatnya dan mampu berpartisipasi aktif dalam mengembangkan masyarakat menuju kemajuan yang diinginkan.
Kuntowijoyo merumuskan nilai-nilai profetik, yang bersumber dari Al-Quran surat Ali Imran ayat 110, meliputi humanisasi (memanusiakan manusia), liberasi (membebaskan dari struktur penindas), dan transendensi (elemen etika profetik yang memberikan arah dan tujuan).Liberasi dalam ilmu sosial profetik secara khusus bertujuan membebaskan manusia dari kemiskinan, eksploitasi, dan dominasi struktur opresif, dengan transendensi sebagai pondasi utama.Penerapan nilai-nilai profetik ini dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) harus menyeimbangkan internalisasi ajaran Islam dengan aspek perubahan sosial, guna membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, peduli sosial, dan aktif berkontribusi pada kemajuan masyarakat.
Penelitian ini telah menjelaskan landasan teoretis pemikiran profetik Kuntowijoyo dan implikasinya terhadap kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Untuk memperkaya pemahaman dan aplikasi di masa depan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang bisa dieksplorasi. Pertama, bagaimana secara konkret nilai-nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi dari Kuntowijoyo dapat diwujudkan dalam komponen kurikulum PAI, mulai dari tujuan pembelajaran, materi ajar, strategi pengajaran, hingga sistem penilaian? Penelitian ini bisa menggali model-model kurikulum PAI profetik yang inovatif dan relevan dengan konteks kekinian, tidak hanya secara teoretis tetapi juga langkah-langkah implementasinya di lapangan. Kedua, setelah kurikulum PAI yang berbasis nilai profetik ini dirancang atau diterapkan, sejauh mana efektivitasnya dalam membentuk karakter siswa? Penting untuk meneliti apakah siswa benar-benar mengalami peningkatan dalam kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis terhadap ketidakadilan, serta keberanian untuk menjadi agen perubahan di masyarakat, sebagaimana yang diharapkan oleh konsep profetik. Penelitian ini bisa melibatkan studi longitudinal atau komparatif antara sekolah yang mengimplementasikan kurikulum profetik dengan yang tidak. Ketiga, bagaimana pandangan dan pengalaman para pemangku kepentingan, seperti guru PAI, siswa, orang tua, dan pengembang kurikulum, mengenai implementasi dan dampak nilai-nilai profetik Kuntowijoyo dalam pendidikan Islam? Memahami perspektif mereka akan membantu mengidentifikasi tantangan, hambatan, serta faktor-faktor pendukung yang realistis dalam upaya mengembangkan pendidikan Islam yang lebih relevan dan transformatif.
| File size | 323.5 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan efektivitas integrasi nilai religius dalam pembelajaran PAI digital sebagai upaya menanamkan karakterPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan efektivitas integrasi nilai religius dalam pembelajaran PAI digital sebagai upaya menanamkan karakter
ASSALAMASSALAM Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan fokus pada proses peningkatan kompetensi pedagogik dan teknologi guru melalui pelatihan,Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan fokus pada proses peningkatan kompetensi pedagogik dan teknologi guru melalui pelatihan,
SGTSGT This study uses a qualitative research method with a phenomenological approach. The data collection methods used are observation, interviews and documentation.This study uses a qualitative research method with a phenomenological approach. The data collection methods used are observation, interviews and documentation.
STAINUPASTAINUPA Deep learning merupakan pendekatan strategis untuk mewujudkan pembelajaran PAI yang relevan dengan visi Kurikulum Merdeka, dengan syarat didukung olehDeep learning merupakan pendekatan strategis untuk mewujudkan pembelajaran PAI yang relevan dengan visi Kurikulum Merdeka, dengan syarat didukung oleh
IAIDUKANDANGANIAIDUKANDANGAN Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. TemuanMetode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan
STITRADENWIJAYASTITRADENWIJAYA Integrasi teknologi seperti Learning Management System (LMS), aplikasi interaktif, media sosial, dan platform video meningkatkan motivasi belajar, memperluasIntegrasi teknologi seperti Learning Management System (LMS), aplikasi interaktif, media sosial, dan platform video meningkatkan motivasi belajar, memperluas
ALFARABIALFARABI Selain itu, mereka dapat mengembangkan nilai karakter seperti religius, jujur, toleransi, disiplin, kreatif, mandiri, adil, rasa ingin tahu, gemar membaca,Selain itu, mereka dapat mengembangkan nilai karakter seperti religius, jujur, toleransi, disiplin, kreatif, mandiri, adil, rasa ingin tahu, gemar membaca,
STITRADENWIJAYASTITRADENWIJAYA Produk yang dikembangkan menarik untuk pembelajaran klasikal maupun mandiri, dapat meringankan beban guru dalam mengajar, dan layak digunakan untuk mataProduk yang dikembangkan menarik untuk pembelajaran klasikal maupun mandiri, dapat meringankan beban guru dalam mengajar, dan layak digunakan untuk mata
Useful /
ASIAASIA Participants using the Generative AI tools to help them in enhancing the existing scenario into video narration. The time efficient video preparation withParticipants using the Generative AI tools to help them in enhancing the existing scenario into video narration. The time efficient video preparation with
STAINUPASTAINUPA Temuan penelitian ini menegaskan bahwa strategi pembelajaran yang terintegrasi dengan budaya sekolah dan keteladanan guru lebih efektif dalam menanamkanTemuan penelitian ini menegaskan bahwa strategi pembelajaran yang terintegrasi dengan budaya sekolah dan keteladanan guru lebih efektif dalam menanamkan
IUSIUS Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran hukum masyarakat mengenai manfaat dan pentingnya sertipikat sebagai jaminan kepastian hukum bagi pemegangHal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran hukum masyarakat mengenai manfaat dan pentingnya sertipikat sebagai jaminan kepastian hukum bagi pemegang
IUSIUS Baik Majelis Kehormatan Notaris maupun Majelis Pengawas Notaris memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga harkat dan martabat notaris sebagai pejabat umumBaik Majelis Kehormatan Notaris maupun Majelis Pengawas Notaris memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga harkat dan martabat notaris sebagai pejabat umum