ASIAASIA

Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Pengabdian Masyarakat

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterlibatan orang tua dalam memberikan dukungan sosial kepada korban perundungan di kalangan siswa sekolah menengah pertama yang melaporkan kasus ke Pusat Layanan Polisi Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang. Penelitian ini menjawab kebutuhan kritis untuk memahami bagaimana dukungan orang tua memengaruhi pemulihan psikologis anak-anak yang mengalami perundungan. Penelitian ini menggunakan metode observasi kualitatif untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang perkembangan emosional dan pola komunikasi anak-anak yang menjadi korban perundungan. Observasi dilakukan di ruang pribadi SPKT setelah korban menyelesaikan formulir laporan tersangka, berfokus pada interaksi sosial, ekspresi wajah, respons emosional, dan keterampilan komunikasi sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan memiliki dampak psikologis serius pada korban, termasuk kecemasan, depresi, dan pikiran untuk mengakhiri hidup. Polrestabes Palembang telah menerapkan penyuluhan pendidikan dan konseling di sekolah untuk mencegah dan mengatasi kasus perundungan. Keterlibatan orang tua terbukti menjadi faktor pelindung penting dalam proses pemulihan anak-anak.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perundungan memiliki dampak psikologis serius pada korban, termasuk kecemasan, depresi, dan pikiran untuk mengakhiri hidup.Keterlibatan orang tua terbukti menjadi faktor pelindung penting dalam proses pemulihan anak-anak.Polrestabes Palembang telah menerapkan penyuluhan pendidikan dan konseling di sekolah untuk mencegah dan mengatasi kasus perundungan.Penelitian ini menekankan bahwa keterlibatan orang tua merupakan faktor penentu utama dalam keberhasilan pemulihan korban perundungan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk melacak perkembangan psikologis korban perundungan dengan tingkat keterlibatan orang tua yang berbeda-beda, guna mengidentifikasi pola pemulihan jangka panjang. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dengan pendekatan fenomenologi dapat dilakukan untuk memahami pengalaman subjektif korban perundungan dan orang tua mereka dalam menghadapi perundungan, sehingga dapat menghasilkan intervensi yang lebih personal dan efektif. Ketiga, penelitian komparatif lintas budaya dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor budaya yang memengaruhi respons orang tua terhadap perundungan dan efektivitas strategi dukungan sosial yang diberikan. Dengan menggali lebih dalam kompleksitas dinamika keluarga dan lingkungan sosial, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada pengembangan program pencegahan dan intervensi perundungan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Read online
File size289.25 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test