WIRARAJAWIRARAJA

Journal of Food Technology and AgroindustryJournal of Food Technology and Agroindustry

Limbah pertanian seperti tongkol jagung dan tempurung kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk menghasilkan asap cair. Penelitian ini menggunakan rancangan acak blok faktorial dengan dua faktor: jenis asap cair (tongkol jagung, tempurung kelapa) dan konsentrasi asap cair (1%, 1.5%, 2.0%, 2.5%). Parameter yang diukur adalah kadar air dan total bakteri (TPC) daging kambing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar air daging kambing, namun konsentrasi asap cair dari tongkol jagung dan tempurung kelapa berpengaruh signifikan terhadap total bakteri daging kambing. Total bakteri terendah diperoleh pada perlakuan asap cair tongkol jagung dengan konsentrasi 2.5%, yaitu 1.5x107 cfu/g daging kambing.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa asap cair dari tongkol jagung dengan konsentrasi 2.5% menghasilkan total bakteri terendah pada daging kambing, yaitu 1.Perlu dilakukan penelitian lanjutan yang berkaitan dengan jenis bakteri yang terkandung dalam asap cair serta penelitian penggunaan jenis bahan baku asap cair lainnya yang berasal dari hasil samping komoditi pertanian.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada identifikasi jenis bakteri yang terdapat dalam asap cair dari berbagai bahan baku, guna memahami potensi antimikrobanya secara lebih spesifik. Selain itu, perlu dieksplorasi penggunaan bahan baku asap cair alternatif yang berasal dari limbah pertanian lain, seperti sekam padi atau ampas tebu, untuk mencari sumber bahan baku yang lebih berkelanjutan dan ekonomis. Terakhir, penelitian dapat mengkaji pengaruh kombinasi perlakuan asap cair dengan metode pengawetan lain, seperti penggunaan probiotik atau ekstrak tanaman antimikroba, untuk meningkatkan efektivitas pengawetan daging kambing dan memperpanjang umur simpannya.

Read online
File size355.66 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test