FISIP UNMULFISIP UNMUL

Progress in Social DevelopmentProgress in Social Development

Kondisi krisis kesehatan telah membawa dampak negatif berbagai, salah satunya adalah guncangan ekonomi yang dialami oleh pekerja perempuan selama pandemi. Menurut Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan pada Februari 2020, 61,35% pekerja perempuan bekerja di sektor informal. Pekerja perempuan di sektor informal sering menghadapi tantangan lebih besar, seperti kurangnya perlindungan sosial, ketidakpastian pendapatan, dan akses terbatas terhadap dukungan finansial dan sosial. Artinya, 6 dari 10 pekerja perempuan terdampak signifikan karena pekerjaan mereka di sektor informal. Langkah efisiensi di perusahaan informal berdampak langsung pada pekerja perempuan, menyebabkan banyak dari mereka terdampak parah oleh krisis ekonomi akibat pandemi. Selain itu, banyak dari perempuan ini memiliki tanggung jawab ganda, baik dalam peran rumah tangga maupun sebagai pencari nafkah, yang memperparah kerentanan mereka di tengah ketidakpastian ekonomi. Studi ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok fokus (FGD) yang dilakukan di Desa Ketitang, Kabupaten Boyolali. Desa ini memiliki empat perusahaan skala menengah dan besar yang menyerap 1.150 pekerja, 25 industri kecil dengan 168 pekerja, 25 industri rumah tangga dengan 50 pekerja, dan 37 kios makanan yang menyerap 71 pekerja. Tujuan studi ini adalah untuk mengeksplorasi strategi ketahanan yang diadopsi oleh pekerja perempuan informal di Ketitang, Nogosari. Strategi ketahanan pekerja perempuan informal dianalisis menggunakan kerangka konseptual Grottberg Saya adalah, Saya bisa, Saya punya. Temuan studi ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan komunitas yang kuat, akses ke jaminan sosial, serta keyakinan pada pemulihan ekonomi adalah sumber utama ketahanan mereka. Kerja sama dengan mitra dan empati antar pekerja juga berperan penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi mereka.

Strategi ketahanan yang diimplementasikan oleh pekerja perempuan informal dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi selama krisis kesehatan dapat dianalisis melalui tiga sumber ketahanan individu menurut Grottberg, yaitu Saya adalah, Saya bisa, dan Saya punya.Sumber utama kekuatan (Saya punya) yang dimiliki pekerja perempuan informal berasal dari dukungan keluarga dan lingkungan yang solid.Dukungan dari suami, orang tua, dan masyarakat sekitar merupakan faktor penting yang memberikan dorongan emosional dan material dalam menghadapi kesulitan ekonomi.Lingkungan yang mendukung menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas sosial yang memperkuat ketahanan mereka menghadapi dampak pandemi.Selain itu, akses ke jaminan sosial juga merupakan faktor penting dalam meningkatkan ketahanan ekonomi mereka.Program ini memberikan bantuan di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, yang membantu mengurangi beban keuangan keluarga dan memberikan rasa aman bagi pekerja perempuan informal dalam menghadapi ketidakpastian.Dalam aspek Saya adalah, rasa percaya diri dan optimisme merupakan sumber kekuatan internal bagi pekerja perempuan informal dalam menghadapi dampak pandemi.Mereka percaya bahwa kondisi ekonomi akan secara bertahap pulih, yang mendorong mereka untuk terus berusaha dan menyesuaikan diri dengan situasi yang ada.Kerja sama dekat dengan pasangan untuk saling mendukung perekonomian keluarga dan empati terhadap pekerja informal lainnya juga merupakan bagian penting dari ketahanan mereka.Sikap saling mendukung dan berbagi pengalaman antar pekerja perempuan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk bertahan dan beradaptasi dalam tengah krisis.Dalam aspek Saya bisa, pekerja perempuan informal menunjukkan kemampuan untuk inovasi dan beradaptasi dengan situasi yang tidak pasti.Sikap tidak pernah menyerah, keberanian keluar dari zona nyaman, dan kemampuan menciptakan peluang bisnis baru merupakan langkah penting yang mereka ambil untuk menghadapi penurunan ekonomi.Mereka mencoba berbagai strategi seperti diversifikasi bisnis, beralih ke pemasaran digital, dan mencari peluang kerja baru yang lebih sesuai dengan kondisi pasar saat ini.Ketahanan yang lebih kuat juga terlihat pada pekerja perempuan yang bekerja di sektor UMKM.Mereka menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menghadapi krisis ekonomi yang tidak terduga, terutama yang berasal dari keluarga dengan latar belakang wirausaha.Dukungan dari keluarga yang akrab dengan dunia bisnis memberikan wawasan, keterampilan, dan dukungan finansial yang lebih baik dalam menghadapi tantangan ekonomi selama pandemi.Secara keseluruhan, kombinasi dukungan sosial, rasa percaya diri, dan kemampuan beradaptasi adalah faktor utama dalam membangun ketahanan pekerja perempuan informal di Desa Ketitang.Upaya-upaya ini menunjukkan bahwa mereka memiliki ketahanan yang cukup kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang muncul akibat pandemi, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas program bantuan sosial yang tersedia untuk pekerja informal selama pandemi. Selain itu, studi tentang dampak pelatihan keterampilan digital terhadap ketahanan UMKM selama krisis kesehatan juga menjadi arah penting. Terakhir, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi peran jaringan komunitas dalam mendukung pekerja informal selama situasi darurat. Dengan memperluas akses layanan sosial yang lebih adil dan terarah, pemerintah dapat meningkatkan perlindungan bagi pekerja informal. Penelitian juga perlu mengembangkan pendekatan pelatihan kewirausahaan yang relevan dengan kebutuhan pekerja informal, terutama perempuan. Analisis mengenai sistem jaminan sosial berbasis komunitas dapat memberikan solusi inovatif untuk memperkuat ketahanan ekonomi mereka. Penelitian ini juga dapat menjelajahi bagaimana kebijakan yang lebih inklusif dapat dibentuk untuk memenuhi kebutuhan sektor informal. Dengan memahami dinamika kebutuhan pekerja informal, kebijakan yang lebih efektif dapat dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Penelitian lanjutan juga perlu mengevaluasi dampak kebijakan yang sudah ada dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Kombinasi penelitian ini dapat membantu menciptakan strategi yang lebih holistik untuk mendukung pekerja informal selama krisis. Dengan pendekatan yang lebih terarah, penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat. Akhirnya, penelitian ini menawarkan kerangka kerja untuk mengembangkan solusi berkelanjutan yang sesuai dengan konteks lokal.

  1. Changing welfare solidarity: social policy and solidarity ventures during COVID-19 outbreak in Indonesia:... doi.org/10.1080/17516234.2023.2236397Changing welfare solidarity social policy and solidarity ventures during COVID 19 outbreak in Indonesia doi 10 1080 17516234 2023 2236397
  2. Progress in Social Development. women informal workers resilience health emergency case study ketitang... psd.fisip-unmul.ac.id/index.php/psd/article/view/140Progress in Social Development women informal workers resilience health emergency case study ketitang psd fisip unmul ac index php psd article view 140
Read online
File size326.09 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test