POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU
JURNAL KEPERAWATAN RAFLESIAJURNAL KEPERAWATAN RAFLESIAHipertensi krisis merupakan keadaan darurat ditentukan berdasarkan kerusakan organ target akut seperti stroke, perdarahan intraserebral, ensefalopati hipertensi dan gagal ginjal akut. Hipertensi merupakan penyebab utama terjadinya gangguan kardiovaskuler pada pasien GGK. Penelitian bertujuan menganalisis factor yang berkontribusi terhadap krisis hipertensi pada pasien Gagal Ginjal Kronis. Menggunakan metode case and control study, dengan pendekatan retrospective. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Krisis Hipertensi dan variabel independen yaitu kebiasaan merokok, stress, kebiasaan makan makanan bersantan, kebiasaan makan asin, kebiasaan makan makanan yang di goreng, kebiasaan cek kesehatan, tingkat aktivitas dan tingkat cemas. Pilihan sampel menggunakan teknik accidental sampling, yaitu pasien GGK yang berobat di RSUD Rejang Lebong dan ditemui selama Agustus‑November 2023 dengan total 70 responden (35 kasus GGK, 35 kontrol). Instrumen berupa kuesioner gaya hidup (validitas 0,483‑0,716) dan skala kecemasan HARS (validitas 0,57‑0,91). Data dianalisis dengan odds ratio. Hasil menunjukkan pasien GGK memiliki risiko 5,712 kali lebih tinggi mengalami hipertensi dan krisis hipertensi dibandingkan non‑GGK. Peneliti selanjutnya dapat meneliti komplikasi lain pada pasien GGK serta upaya promosi dan preventif untuk mencegah komplikasi hipertensi krisis.
Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gagal ginjal kronik dan krisis hipertensi.Tenaga kesehatan di RSUD Rejang Lebong perlu melakukan upaya preventif berupa edukasi intensif untuk mencegah komplikasi krisis hipertensi pada pasien GGK.Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi komplikasi lain pada GGK serta mengkaji strategi promosi dan preventif yang efektif.
Penelitian berikutnya dapat menyelidiki pengaruh asupan natrium secara spesifik terhadap kejadian krisis hipertensi pada pasien gagal ginjal kronik, dengan mengukur tingkat konsumsi garam harian dan hubungan statistiknya; selanjutnya, sebuah intervensi terstruktur yang mencakup program olahraga teratur, manajemen stres, dan edukasi nutrisi dapat dievaluasi efektivitasnya dalam menurunkan frekuensi krisis hipertensi melalui desain uji klinis acak; terakhir, penting untuk mengeksplorasi komplikasi tambahan seperti penyakit kardiovaskular atau stroke yang terkait dengan krisis hipertensi pada populasi GGK, serta menilai strategi promosi kesehatan dan pencegahan yang paling efisien dalam mengurangi beban komplikasi tersebut, sehingga memberikan dasar ilmiah bagi kebijakan kesehatan yang lebih komprehensif.
| File size | 164.65 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Kombinasi senam hipertensi dan konsumsi jus mentimun terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Intervensi ini bersifat sederhana,Kombinasi senam hipertensi dan konsumsi jus mentimun terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Intervensi ini bersifat sederhana,
UMSUMS Metode tinjauan pustaka diterapkan pada lima artikel yang diperoleh dari beberapa basis data, yaitu ResearchGate dan Google Scholar. Kata kunci pencarianMetode tinjauan pustaka diterapkan pada lima artikel yang diperoleh dari beberapa basis data, yaitu ResearchGate dan Google Scholar. Kata kunci pencarian
STIKES SAPTABAKTISTIKES SAPTABAKTI Berdasarkan temuan, pasien diabetes mellitus usia produktif yang memperoleh pengetahuan tentang risiko komplikasi ginjal dan didukung oleh lingkungan sosial/keluargaBerdasarkan temuan, pasien diabetes mellitus usia produktif yang memperoleh pengetahuan tentang risiko komplikasi ginjal dan didukung oleh lingkungan sosial/keluarga
UmriUmri Aktivitas fisik ringan seperti prenatal yoga terbukti dapat membantu menjaga keseimbangan sistem kardiovaskular melalui relaksasi, pengaturan pernapasan,Aktivitas fisik ringan seperti prenatal yoga terbukti dapat membantu menjaga keseimbangan sistem kardiovaskular melalui relaksasi, pengaturan pernapasan,
JOURNALMPCIJOURNALMPCI This study describes higher health literacy and more positive illness perception correlating with better self-management. Non-adherence with self-managementThis study describes higher health literacy and more positive illness perception correlating with better self-management. Non-adherence with self-management
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi status gizi pasien gagalPenelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi status gizi pasien gagal
UWMYUWMY Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan penggunaan aplikasi Nutri-DASH dalam konseling gizi terhadap pengetahuan, aktivitas fisik, asupan natrium,Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan penggunaan aplikasi Nutri-DASH dalam konseling gizi terhadap pengetahuan, aktivitas fisik, asupan natrium,
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Hanum Kelurahan Tanjung Mulia pada tahun 2024. Obesitas sebelum hamil diketahui dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan, termasukHanum Kelurahan Tanjung Mulia pada tahun 2024. Obesitas sebelum hamil diketahui dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan, termasuk
Useful /
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengevaluasi intervensi yang dapat meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan remaja. Hasil penelitian menunjukkanPenelitian selanjutnya diharapkan dapat mengevaluasi intervensi yang dapat meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan remaja. Hasil penelitian menunjukkan
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Caring adalah esensi dari praktik keperawatan profesional. Namun, banyak praktik keperawatan di Indonesia masih berfokus pada tugas atau task orientedCaring adalah esensi dari praktik keperawatan profesional. Namun, banyak praktik keperawatan di Indonesia masih berfokus pada tugas atau task oriented
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Latar belakang: Data WHO menunjukkan bahwa 422 juta orang di dunia menderita Diabetes Melitus atau terjadi peningkatan 8,5% pada populasi penduduk sebelumLatar belakang: Data WHO menunjukkan bahwa 422 juta orang di dunia menderita Diabetes Melitus atau terjadi peningkatan 8,5% pada populasi penduduk sebelum
SPPSPP Angka penderita DM cenderung meningkat, diperkirakan akan ada peningkatan besar dari 59,8 juta pada tahun 2015 menjadi sekitar 71,1 juta pada tahun 2040.Angka penderita DM cenderung meningkat, diperkirakan akan ada peningkatan besar dari 59,8 juta pada tahun 2015 menjadi sekitar 71,1 juta pada tahun 2040.