POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU
JURNAL KEPERAWATAN RAFLESIAJURNAL KEPERAWATAN RAFLESIAWorld Health Organization (WHO) menyatakan sekitar 300 juta orang di seluruh dunia mengidap gangguan mental, termasuk depresi, bipolar, dan demensia. Selain itu, sekitar 24 juta orang hidup dengan skizofrenia. Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang dapat membuat penderitanya kehilangan akal dan menggangu hubungan sosial. 70% penderita skizofrenia mengalami halusinasi sulit interaksi dan komunikasi dengan orang lain. Dalam asuhan keperawatan, diperlukan perilaku caring perawat untuk mendukung proses komunikasi yang efektif. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku caring perawat dan komunikasi terapeutik pada pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan melibatkan 66 perawat melalui teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Caring Behavior Inventory (CBI) dan Komunikasi Terapeutik. Analisis data dilakukan dengan uji Spearmans rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku caring perawat terbagi secara merata antara kategori baik (50%) dan kurang (50%), sebagian besar strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik termasuk kategori baik (89,4%). Terdapat hubungan positif antara perilaku caring perawat dengan strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik (r = 0,243, p = 0,049). Perawat dapat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien halusinasi dengan mengembangkan pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan pasien dan mengikuti pelatihan komunikasi terapeutik.
Terdapat hubungan signifikan antara perilaku caring perawat dan strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi (p<0,05, r=0,243).Semakin tinggi perilaku caring perawat, semakin optimal strategi komunikasi terapeutik yang diterapkan.Perawat rawat inap perlu memiliki perilaku caring yang baik untuk mendorong pasien mengungkapkan keluhan serta meningkatkan mutu pelayanan dan proses penyembuhan.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas program pelatihan khusus yang mengintegrasikan teknik caring dan komunikasi terapeutik terhadap peningkatan kompetensi perawat dalam merawat pasien halusinasi, dengan desain eksperimen berkelompok. Selain itu, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai dampak jangka panjang perilaku caring perawat terhadap kualitas hidup dan tingkat pemulihan pasien halusinasi, termasuk variabel-variabel seperti frekuensi halusinasi dan kepuasan pasien. Penelitian kualitatif juga penting untuk mengeksplorasi persepsi pasien halusinasi mengenai pengalaman mereka dengan perawat yang menunjukkan perilaku caring, guna mengidentifikasi kebutuhan emosional yang belum terpenuhi dan menginformasikan pengembangan model asuhan keperawatan yang lebih berpusat pada pasien.
- DOI Name 10.2214 Values. doi name values home handbook factsheets faqs resources users members area index... doi.org/10.2214DOI Name 10 2214 Values doi name values home handbook factsheets faqs resources users members area index doi 10 2214
- DOI Name 10.3302 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 55z medra desc 51z prefix... doi.org/10.3302DOI Name 10 3302 Values doi name values index type timestamp data hs serv 55z medra desc 51z prefix doi 10 3302
- DOI Name 10.3305 Values. doi name values index type timestamp data hs admin 53z handle na create hdl... doi.org/10.3305DOI Name 10 3305 Values doi name values index type timestamp data hs admin 53z handle na create hdl doi 10 3305
- DOI Name 10.3728 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 29z crossref desc 57z vienna... doi.org/10.3728DOI Name 10 3728 Values doi name values index type timestamp data hs serv 29z crossref desc 57z vienna doi 10 3728
- DOI Name 10.22 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 12z tbd desc reserved admin... doi.org/10.22DOI Name 10 22 Values doi name values index type timestamp data hs serv 12z tbd desc reserved admin doi 10 22
| File size | 262.55 KB |
| Pages | 10 |
| Short Link | https://juris.id/p-3aP |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
PANCABHAKTIPANCABHAKTI M setelah dilakukan intervensi relaksasi nafas dalam dan distraksi lima jari. Setelah intervensi dilakukan selama 2 hari berturut – turut dalam pemberianM setelah dilakukan intervensi relaksasi nafas dalam dan distraksi lima jari. Setelah intervensi dilakukan selama 2 hari berturut – turut dalam pemberian
PANCABHAKTIPANCABHAKTI Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post op SC di rumah sakit umum daerah Pringsewu dengan jumlah sampel 45 respoonden yang memenuhi kriteria inklusi.Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post op SC di rumah sakit umum daerah Pringsewu dengan jumlah sampel 45 respoonden yang memenuhi kriteria inklusi.
PANCABHAKTIPANCABHAKTI Hasil penelitian menyimpulkan lebih dari separuh responden tidak diberikan konseling KB yaitu 51 responden (51 %) sebagian responden menggunakan IUD yaituHasil penelitian menyimpulkan lebih dari separuh responden tidak diberikan konseling KB yaitu 51 responden (51 %) sebagian responden menggunakan IUD yaitu
PANCABHAKTIPANCABHAKTI Analisa bivariat yang digunakan adalah Chi Squere (X2). Hasil uji statistik didapatkan tidak ada hubungan motivasi menjadi perawat terhadap prestasi belajarAnalisa bivariat yang digunakan adalah Chi Squere (X2). Hasil uji statistik didapatkan tidak ada hubungan motivasi menjadi perawat terhadap prestasi belajar
PANCABHAKTIPANCABHAKTI Karakteristik klien dengan gejala halusinasi pendengaran paling banyak pada usia 21-40 tahun, jenis kelamin laki-laki, dan lama dirawat 1-5 tahun. DistribusiKarakteristik klien dengan gejala halusinasi pendengaran paling banyak pada usia 21-40 tahun, jenis kelamin laki-laki, dan lama dirawat 1-5 tahun. Distribusi
PANCABHAKTIPANCABHAKTI Metode penelitian ini bersifat deskriptif korelational dengan pendekatan cross sectional, data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan denganMetode penelitian ini bersifat deskriptif korelational dengan pendekatan cross sectional, data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan dengan
PANCABHAKTIPANCABHAKTI Salah satu efek samping dari kemoterapi yaitu mukositis. Mukositis merupakan inflamasi dan ulseri dari dinding mukosa pada mulut klien yang menerima terapiSalah satu efek samping dari kemoterapi yaitu mukositis. Mukositis merupakan inflamasi dan ulseri dari dinding mukosa pada mulut klien yang menerima terapi
PANCABHAKTIPANCABHAKTI Penelitian ini menghasilkan delapan tema dari kisah hidup perempuan kanker servik yang mengalami kekambuhan. Tema-tema yang muncul disesuaikan dengan kisahPenelitian ini menghasilkan delapan tema dari kisah hidup perempuan kanker servik yang mengalami kekambuhan. Tema-tema yang muncul disesuaikan dengan kisah
Useful /
UNBARIUNBARI Dengan pendekatan yuridis normatif, Peneliti bermaksud untuk menguraikan aspek-aspek kebijakan pemerintah yang telah ada mengenai pembatasan pemilikanDengan pendekatan yuridis normatif, Peneliti bermaksud untuk menguraikan aspek-aspek kebijakan pemerintah yang telah ada mengenai pembatasan pemilikan
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak turut berkontribusi dalam perkembangan kognitif, intelektual, perilaku, peran gender, dan iman remaja. Jika ayahKeterlibatan ayah dalam pengasuhan anak turut berkontribusi dalam perkembangan kognitif, intelektual, perilaku, peran gender, dan iman remaja. Jika ayah
PSEBPSEB Kegiatan pengabdian di Yayasan Yatim dan Piatu Pondok Miri berhasil memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai pengelolaan limbah nanas ramah lingkunganKegiatan pengabdian di Yayasan Yatim dan Piatu Pondok Miri berhasil memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai pengelolaan limbah nanas ramah lingkungan
SPPSPP Jika tekanan darah tidak terkontrol, dapat mengakibatkan stroke, infark miokard, gagal ginjal, ensefalopati, dan kejang. Penatalaksanaan hipertensi dapatJika tekanan darah tidak terkontrol, dapat mengakibatkan stroke, infark miokard, gagal ginjal, ensefalopati, dan kejang. Penatalaksanaan hipertensi dapat