PANCABHAKTIPANCABHAKTI

Jurnal Kesehatan Panca Bhakti LampungJurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung

Penyintas kanker leher rahim masih mengalami ketakutan sepanjang hidupnya. Salah satu sumber ketakutan adalah kemungkinan mengalami kekambuhan walaupun sudah dinyatakan sembuh. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kisah penyintas kanker leher rahim yang mengalami kekambuhan dengan menggunakan pendekatan kualitatif “life history. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada dua penyintas kanker, analisa dengan menceritakan kembali kisah penyintas dalam bentuk tema. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penyintas kanker leher rahim saat mengalami kekambuhan menerima kondisi kekambuhannya dengan berbagai proses kehidupan yang dialami yaitu terpenuhinya rasa aman setelah terapi dinyatakan selesai, mengalami tanda gejala awal dan tanda gejala lanjutan, menjalani terapi kembali ke pelayanan kesehatan atau alternatif, penolakan terhadap kondisi kekambuhan, mengurangi hubungan dengan masyarakat dan keluarga terdekat, memperoleh dukungan saat mengalami kekambuhan, sampai menerima kondisi kekambuhan. Oleh karena itu pentingnya pemahaman tenaga kesehatan khususnya perawat untuk mengetahui kisah hidup penyintas kanker leher rahim dengan kekambuhan sehingga dapat memberikan tindakan dan dukungan yang tepat pada setiap periode kekambuhan yang dilalui dalam meningkatkan kualitas hidupnya.

Penelitian ini menghasilkan delapan tema dari kisah hidup perempuan kanker servik yang mengalami kekambuhan.Tema-tema yang muncul disesuaikan dengan kisah yang telah diceritakan oleh partisipan.Perempuan kanker leher rahim yang mengalami kekambuhan memiliki kronologis kisah hidup yang berbeda, sehingga pengalaman yang dingkapkan pun berbeda.Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam mengembangkan pelayanan keperawatan khususnya keperawatan maternitas dalam menghadapi ketidakpastian dalam hidupnya, kecemasna, ketakutan akan proses kematian sehingga dapat beradaptasi terhadap kekambuhan yang dialami dan menerima kondisi kekambuhannya.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan penyintas kanker leher rahim dalam beradaptasi dengan kekambuhan, termasuk peran dukungan sosial, spiritualitas, dan strategi koping yang efektif. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji efektivitas intervensi keperawatan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup penyintas kanker leher rahim yang mengalami kekambuhan, seperti program konseling, kelompok dukungan, atau pelatihan keterampilan manajemen diri. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perkembangan psikologis dan fisik penyintas kanker leher rahim yang mengalami kekambuhan dalam jangka waktu yang lebih panjang, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan dan kebutuhan mereka. Dengan demikian, diharapkan dapat diperoleh informasi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan bagi penyintas kanker leher rahim yang mengalami kekambuhan, serta membantu mereka dalam menghadapi tantangan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

  1. Barriers to biomedical care and use of traditional medicines for treatment of cervical cancer: an exploratory... doi.org/10.1111/ecc.12211Barriers to biomedical care and use of traditional medicines for treatment of cervical cancer an exploratory doi 10 1111 ecc 12211
  1. #tekanan darah#tekanan darah
  2. #pagar alam#pagar alam
Read online
File size251.73 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-2Jv
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test