ITEKES BALIITEKES BALI
Jurnal Riset Kesehatan NasionalJurnal Riset Kesehatan NasionalPendahuluan: ser angan kejang demam pada anak tidak hanya disaksikan oleh orang tua, namun juga oleh anggota keluarga lainnya. Namun sangat sedikit penelitian yang menjelaskan tentang pengalaman mereka sebagai keluarga yang utuh dalam memberikan pertolongan pertama terhadap peristiwa yang menyeramkan itu. Tujuan penelitian: untuk menggali lebih dalam tentang pengalaman keluar ga dalam melakukan penanganan pertama pada anak yang mengalami kejang demam. Metode: pendekatan fenomenology deskriptif dengan teknik purposive sampling telah digunakan untuk memotret intisari dari pengalaman keluarga terhadap pertolongan pertama pada anak yang mengalami kejang demam di Bali, Indonesia. Wawancara mendalam dengan tatap muka telah dilakukan sampai data jenuh dengan memperhatikan Francis method dan dengan menggunakan panduan wawancara semi-terstruktur dengan pertanyaan terbuka. Wawancara telah direkam dan catatan lapangan telah diambil setiap kali wawancara dilakukan. Teknik analisis tujuh langkah dari Colaizzis (1978) telah digunakan untuk menganalisa transkrip yang dihasilkan. Credibility, transferability, dependability, dan confirmability oleh Lincoln and Guba (1994) telah diaplikasikan untuk memastikan tingkat kepercayaan hasil penelitian. Hasil: data telah dikumpulkan dari 12 keluarga yang memiliki pengalaman melakukan pertolongan pertama pada anak yang mengalami kejang demam. Dua tema utama yaitu “tidak tahu harus melakukan apa dan “melakukan sesuatu yang terpikirkan telah ditemukan dari hasil analisis. Diskusi: tidak tahu harus melakukan apa dan melakukan sesuatu yang terpikirkan telah diterima sebagai intisari dari pengalaman keluarga dalam pertolongan pertama pada anak yang mengalami kejang demam. Hasil penelitian ini menegaskan tentang pentingnya pemberian pendidikan kesehatan untuk menghilangkan kepanikan pada keluarga ketika menghadapi anak mengalami serangan kejang demam, sekaligus membimbing penggunaan respon tindakan yang lebih tepat.
Penelitian menemukan dua tema utama dalam pengalaman keluarga dalam penanganan pertama kejang demam, yaitu ketidaktahuan tentang tindakan yang harus diambil dan tindakan yang dilakukan secara spontan, masing‑masing dipengaruhi oleh kepanikan dan kurangnya pengetahuan.Kepanikan menjadi penyebab utama gangguan berpikir dan pengambilan keputusan yang kurang tepat, sehingga penting untuk memberikan edukasi kesehatan kepada seluruh keluarga agar dapat tetap tenang dan membuat keputusan yang tepat saat serangan kejang terjadi.Karena sifat kualitatif penelitian ini, diperlukan studi lanjutan dengan desain atau metode lain untuk menguji secara lebih mendalam asumsi‑asumsi yang dihasilkan.
Penelitian selanjutnya dapat menguji secara kuantitatif sejauh mana tingkat pengetahuan dan kecemasan orang tua mempengaruhi respons pertolongan pertama pada anak dengan kejang demam, dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam geografis untuk memastikan generalisasi temuan. Selanjutnya, diperlukan pengembangan dan evaluasi program edukasi kesehatan berbasis komunitas yang menargetkan keluarga, menggabungkan informasi medis modern dan praktik tradisional, untuk menurunkan tingkat kepanikan serta meningkatkan keputusan yang tepat saat kejang terjadi. Akhirnya, disarankan melakukan studi intervensional yang membandingkan efektivitas pelatihan pertama‑aid standar dengan pelatihan yang disesuaikan secara budaya, guna menentukan pendekatan paling efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan keluarga dalam menangani kejang demam anak.
| File size | 879.88 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
ITEKES BALIITEKES BALI Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Denpasar dengan responden kelas X, XI, dan XII dengan rentang umur 16-18 tahun. Sampel diambil terpisah dengan teknikPenelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Denpasar dengan responden kelas X, XI, dan XII dengan rentang umur 16-18 tahun. Sampel diambil terpisah dengan teknik
ITEKES BALIITEKES BALI Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas ITujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas I
ITEKES BALIITEKES BALI Terdapat 3 faktor yang berhubungan dengan peranan orang tua (jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan) dan factor pendidikan merupakan factor yang palingTerdapat 3 faktor yang berhubungan dengan peranan orang tua (jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan) dan factor pendidikan merupakan factor yang paling
ITEKES BALIITEKES BALI Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai afasia agar mereka dapat mengatasi stres dengan lebih baik. Penelitian ini menekankanOleh karena itu, penting untuk meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai afasia agar mereka dapat mengatasi stres dengan lebih baik. Penelitian ini menekankan
ITEKES BALIITEKES BALI Hasil penelitian tersebut merekomendasikan untuk melakukan deteksi dini depresi dan stigma pada pasien poliklinik oleh perawat. Penelitian ini membuktikanHasil penelitian tersebut merekomendasikan untuk melakukan deteksi dini depresi dan stigma pada pasien poliklinik oleh perawat. Penelitian ini membuktikan
ITEKES BALIITEKES BALI Pengambilan sampel dilakukan secara purposive pada anak retardasi mental usia sekolah di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Data dianalisis secara deskriptifPengambilan sampel dilakukan secara purposive pada anak retardasi mental usia sekolah di SLB Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Data dianalisis secara deskriptif
ITEKES BALIITEKES BALI Rancangan ini ada kelompok pembanding (kontrol), ob-servasi dilakukan dua kali. Observasi pertama untuk mengetahui perilaku mencuci tangan anak autis sebelumRancangan ini ada kelompok pembanding (kontrol), ob-servasi dilakukan dua kali. Observasi pertama untuk mengetahui perilaku mencuci tangan anak autis sebelum
ITEKES BALIITEKES BALI Penelitian ini memperlihatkan bahwa kebutuhan fentanil total selama 24 jam pasca bedah lebih sedikit pada kelompok yang mendapatkan blok TAP (54 43.10Penelitian ini memperlihatkan bahwa kebutuhan fentanil total selama 24 jam pasca bedah lebih sedikit pada kelompok yang mendapatkan blok TAP (54 43.10
Useful /
ITEKES BALIITEKES BALI Temuan ini mengindikasikan bahwa remaja laki-laki usia 15-19 tahun perlu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakannya ke arah yang lebih baik sehinggaTemuan ini mengindikasikan bahwa remaja laki-laki usia 15-19 tahun perlu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakannya ke arah yang lebih baik sehingga
ITEKES BALIITEKES BALI Jenis pelayanan yang paling banyak digunakan adalah keterampilan tanpa alat sebesar 77,8%, ramuan sebesar 49%, keterampilan dengan alat 7,1%, dan keterampilanJenis pelayanan yang paling banyak digunakan adalah keterampilan tanpa alat sebesar 77,8%, ramuan sebesar 49%, keterampilan dengan alat 7,1%, dan keterampilan
ITEKES BALIITEKES BALI Melalui permainan yang diberikan, maka informasi tentang perilaku mencuci tan- gan yang benar dapat diterima. Simpulan. APE ber pengar uh ter hadap peningkatanMelalui permainan yang diberikan, maka informasi tentang perilaku mencuci tan- gan yang benar dapat diterima. Simpulan. APE ber pengar uh ter hadap peningkatan
ITEKES BALIITEKES BALI Entrepreneurship dipandang perlu dimiliki oleh mahasiswa di tengah membludaknya lulusan bidan dan persaingan dalam mencari pekerjaan. Self-esteem merupakanEntrepreneurship dipandang perlu dimiliki oleh mahasiswa di tengah membludaknya lulusan bidan dan persaingan dalam mencari pekerjaan. Self-esteem merupakan