PANCABHAKTIPANCABHAKTI

Jurnal Kesehatan Panca Bhakti LampungJurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung

Pencegahan kematian dan kesakitan ibu merupakan alasan utama diperlukannya pelayanan Keluarga Berencana (KB). Program KB bertujuan untuk memenuhi keperluan masyarakt akan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi dalam rangka membengun keluarga kecil berkualitas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur (WUS) dengan pemakaian alat kontrasepsi. Metode penelitian ini bersifat deskriptif korelational dengan pendekatan cross sectional, data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kepada 100 wanita usia subur dengan teknik pengambilan sampel proportional random sampling. Data diolah dengan menggunakan program software komputer dan dianalisis menggunakan uji chi square, kemudian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini yaitu pengetahuan wanita usia subur tentang alat kontrasepsi yang termasuk dalam kategori kurang (12 %), sikap wanita usia subur terhadap alat kontrasepsi yang termasuk dalam kategori negatif (43 %), dan wanita usia subur yang tidak memakai alat kontrasepsi sebanyak (17 %). Antara pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) dengan pemakaian alat kontrasepsi secara statistik terdapat hubungan yang bermakna (p < 0,05). Selain itu antara sikap Wanita Usia Subur (WUS) dengan pemakaian alat kontrasepsi pun terdapat hubungan yang bermakna ( p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap wanita usia subur dengan pemakaian alat kontrasepsi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang alat kontrasepsi masih tergolong cukup atau kurang.Sikap WUS terhadap alat kontrasepsi terbagi antara positif dan negatif.Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap WUS dengan pemakaian alat kontrasepsi.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi keputusan WUS dalam memilih alat kontrasepsi, mengingat faktor ini belum dieksplorasi secara mendalam dalam penelitian ini. Studi kualitatif dengan wawancara mendalam kepada WUS, tokoh masyarakat, dan petugas kesehatan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Selain itu, penelitian perlu mengkaji efektivitas berbagai metode intervensi, seperti edukasi berbasis komunitas atau konseling individual, dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap WUS terhadap kontrasepsi. Bagaimana pengaruh dukungan suami dan keluarga terhadap keberhasilan program KB juga menjadi pertanyaan penelitian yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Studi longitudinal yang mengikuti perkembangan pengetahuan, sikap, dan perilaku WUS dalam jangka waktu tertentu dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang dinamika pengambilan keputusan terkait kontrasepsi.

  1. #tekanan darah#tekanan darah
  2. #pagar alam#pagar alam
Read online
File size144.87 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2Js
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test