STT ABDIELSTT ABDIEL
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik GerejaJurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik GerejaArtikel ini membahas dan membandingkan kisah perang Baratayuda dengan kisah Keluaran dalam Perjanjian Lama. Penulis berusaha memberikan makna terhadap perang Baratayuda dari perspektif teologi perang dalam Keluaran. Dalam Keluaran, Tuhan selalu membela umat yang tertindas ketika terjadi perang; Tuhan bersama dengan umat yang tertindas dan memberikan kebebasan kepada mereka. Dalam perang, Tuhan tidak hanya bertujuan menunjukkan kuasa-Nya, tetapi juga untuk menghancurkan kejahatan.
Artikel ini membahas dan membandingkan kisah perang Baratayuda dengan kisah Keluaran dalam Perjanjian Lama.Penulis berusaha memberikan makna terhadap perang Baratayuda dari perspektif teologi perang dalam Keluaran.Dalam Keluaran, Tuhan selalu membela umat yang tertindas ketika terjadi perang.Tuhan bersama dengan umat yang tertindas dan memberikan kebebasan kepada mereka.Dalam perang, Tuhan tidak hanya bertujuan menunjukkan kuasa-Nya, tetapi juga untuk menghancurkan kejahatan.Tuhan sebagai Pahlawan Perang berpihak kepada yang tertindas dan benar, seperti yang terlihat dalam peristiwa Keluaran ketika Tuhan membebaskan Israel dari penindasan Firaun.Penelitian selanjutnya bisa menggali bagaimana konsep keberpihakan ilahi terhadap yang tertindas dalam perang dapat diterapkan pada konflik modern, seperti perang di Timur Tengah, dengan membandingkan narasi Baratayuda dan Keluaran sebagai kerangka etis teologis.Apakah mungkin membangun teologi perang yang mengutamakan perlindungan warga sipil, berdasarkan prinsip bahwa Tuhan/dewa berpihak pada yang lemah, bukan pada kekuasaan.Selain itu, apakah struktur naratif dualisme baik-jahat dalam wayang dan Kitab Keluaran dapat digunakan untuk mengkritik narasi propaganda perang yang memihak pada satu pihak secara mutlak.Terakhir, bagaimana tradisi lisan dan ritual dalam pewayangan—seperti pelarangan memainkan Baratayuda di waktu dan tempat sembarangan—dapat dijadikan model simbolis untuk mengingatkan masyarakat akan konsekuensi moral dari perang, sehingga perang menjadi sesuatu yang tidak bisa dipandang ringan atau dipertontonkan sembarangan.Kedua narasi tersebut menegaskan bahwa perang yang dibenarkan secara teologis adalah perang yang bertujuan membebaskan dari penindasan dan menghancurkan kejahatan, bukan untuk pamer kekuatan, dan Tuhan/dewa selalu berpihak pada korban ketidakadilan.MEMAKNAI PERANG BARATAYUDHA DALAM PERSPEKTIF KITAB KELUARAN (EXODUS).Artikel ini membahas dan membandingkan kisah perang Baratayuda dengan kisah Keluaran dalam Perjanjian Lama.Penulis berusaha memberikan makna terhadap perang Baratayuda dari perspektif teologi perang dalam Keluaran.Dalam Keluaran, Tuhan selalu membela umat yang tertindas ketika terjadi perang.Tuhan bersama dengan umat yang tertindas dan memberikan kebebasan kepada mereka.Dalam perang, Tuhan tidak hanya bertujuan menunjukkan kuasa-Nya, tetapi juga untuk menghancurkan kejahatan.
Penelitian selanjutnya bisa menggali bagaimana konsep keberpihakan ilahi terhadap yang tertindas dalam perang dapat diterapkan pada konflik modern, seperti perang di Timur Tengah, dengan membandingkan narasi Baratayuda dan Keluaran sebagai kerangka etis teologis. Apakah mungkin membangun teologi perang yang mengutamakan perlindungan warga sipil, berdasarkan prinsip bahwa Tuhan/dewa berpihak pada yang lemah, bukan pada kekuasaan? Selain itu, apakah struktur naratif dualisme baik-jahat dalam wayang dan Kitab Keluaran dapat digunakan untuk mengkritik narasi propaganda perang yang memihak pada satu pihak secara mutlak? Terakhir, bagaimana tradisi lisan dan ritual dalam pewayangan—seperti pelarangan memainkan Baratayuda di waktu dan tempat sembarangan—dapat dijadikan model simbolis untuk mengingatkan masyarakat akan konsekuensi moral dari perang, sehingga perang menjadi sesuatu yang tidak bisa dipandang ringan atau dipertontonkan sembarangan?.
| File size | 651.4 KB |
| Pages | 12 |
| Short Link | https://juris.id/p-1Sf |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Lagu ini berfungsi sebagai wahana transmisi warisan takbenda melalui narasi simbolis yang mengandung nilai moral, memori kolektif, dan hubungan denganLagu ini berfungsi sebagai wahana transmisi warisan takbenda melalui narasi simbolis yang mengandung nilai moral, memori kolektif, dan hubungan dengan
ISI YogyakartaISI Yogyakarta Sebagai bentuk pengetahuan dan realitas yang hidup, Turuk Lagai menegaskan bahwa ritual adat bukan tradisi yang kaku, tetapi proses dinamis dalam menjagaSebagai bentuk pengetahuan dan realitas yang hidup, Turuk Lagai menegaskan bahwa ritual adat bukan tradisi yang kaku, tetapi proses dinamis dalam menjaga
MAHESA CENTERMAHESA CENTER Media pembelajaran berbasis IT terbukti mampu mengatasi keterbatasan media konvensional di sekolah dan menciptakan suasana belajar yang lebih interaktifMedia pembelajaran berbasis IT terbukti mampu mengatasi keterbatasan media konvensional di sekolah dan menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif
ST3BST3B Penelitian ini membahas mengenai pentingnya politik kebijakan agama dalam menciptakan kerukunan antarumat beragama dalam konteks masyarakat plural di Indonesia.Penelitian ini membahas mengenai pentingnya politik kebijakan agama dalam menciptakan kerukunan antarumat beragama dalam konteks masyarakat plural di Indonesia.
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Tujuan penelitian adalah menggambarkan karakteristik dan jenis makna interpersonal: mood dan modalitas; serta jenis proses transitivitas. Desain penelitianTujuan penelitian adalah menggambarkan karakteristik dan jenis makna interpersonal: mood dan modalitas; serta jenis proses transitivitas. Desain penelitian
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Karena itu sistem hukum di Indonesia oleh berbagai ahli disebut majemuk. Hukum Islam di Indonesia seringkali dianggap stagnan, berbeda dengan hukum BaratKarena itu sistem hukum di Indonesia oleh berbagai ahli disebut majemuk. Hukum Islam di Indonesia seringkali dianggap stagnan, berbeda dengan hukum Barat
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Hasil penelitian menunjukkan lima alasan utama: (1) kemaslahatan keluarga berdasarkan adat dan budaya, (2) keadilan dan kesetaraan antara anak laki-lakiHasil penelitian menunjukkan lima alasan utama: (1) kemaslahatan keluarga berdasarkan adat dan budaya, (2) keadilan dan kesetaraan antara anak laki-laki
UDBUDB Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Populasi dari penelitian ini adalah semuaPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Populasi dari penelitian ini adalah semua
Useful /
UNPERUNPER Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh di Kota Langsa. Populasi pada penelitian adalah konsumen iPhone di Kota Langsa dengan jumlah tidak diketahuiPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh di Kota Langsa. Populasi pada penelitian adalah konsumen iPhone di Kota Langsa dengan jumlah tidak diketahui
ILOMATAILOMATA Implementasi infrastruktur TI seperti jaringan Wi‑Fi berkecepatan tinggi, laptop, dan tablet memungkinkan perusahaan meningkatkan interaksi dengan pelanggan,Implementasi infrastruktur TI seperti jaringan Wi‑Fi berkecepatan tinggi, laptop, dan tablet memungkinkan perusahaan meningkatkan interaksi dengan pelanggan,
STT ABDIELSTT ABDIEL Ini dianggap sebagai batu penjuru seni modern. Secara umum, impresionisme telah mengubah perspektif seni itu sendiri. Impresionisme adalah nama gerakanIni dianggap sebagai batu penjuru seni modern. Secara umum, impresionisme telah mengubah perspektif seni itu sendiri. Impresionisme adalah nama gerakan
STT ABDIELSTT ABDIEL Berdasarkan penggunaan gamelan oleh GBI dan analisis lirik dari Ku Suka Mengabarkan, artikel ini menunjukkan bahwa gereja tidak hanya berpartisipasi dalamBerdasarkan penggunaan gamelan oleh GBI dan analisis lirik dari Ku Suka Mengabarkan, artikel ini menunjukkan bahwa gereja tidak hanya berpartisipasi dalam