ASTHAGRAFIKAASTHAGRAFIKA

Wallaby: Jurnal Manajemen, Bisnis & AkuntansiWallaby: Jurnal Manajemen, Bisnis & Akuntansi

Penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) di tingkat desa menjadi penting untuk memastikan tata kelola yang transparan, akuntabilitas, dan bertanggung jawab, terutama dalam pengelolaan keuangan dan kewajiban perpajakan. Namun, prinsip responsibility sebagai bentuk tanggung jawab fiskal aparat dan masyarakat desa ini seringkali terabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip responsibility dalam GCG terhadap kewajiban perpajakan di Kampung Yaba Maru yang mengalami kendala keterlambatan pembayaran pajak secara berulang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi kasus, wawancara mendalam, dan observasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan prinsip responsibility masih lemah akibat keterbatasan ekonomi masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani, kurangnya kesadaran fiskal, dan belum optimalnya sistem pengawasan internal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor sosial ekonomi sangat memengaruhi kepatuhan pajak, dan prinsip responsibility belum menjadi kesadaran kolektif. Kontribusi penelitian ini adalah menawarkan model penerapan prinsip responsibility dalam GCG desa melalui pendekatan sistem pelaporan, sosialisasi berbasis hukum, dan indikator kuantitatif yang aplikatif untuk mendorong tata kelola pajak desa yang lebih baik.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan prinsip responsibility dalam GCG di Kampung Yaba Maru belum optimal, terutama dalam kewajiban perpajakan masyarakat.Kendala utamanya adalah kondisi ekonomi masyarakat petani, yang proses pertaniannya yang panjang dan hasil penjualannya yang tidak pasti menyebabkan keterlambatan pembayaran pajak secara berulang.Akibatnya, tanggung jawab fiskal belum menjadi kesadaran kolektif meskipun prinsip GCG lain seperti transparansi dan akuntabilitas telah mulai diterapkan.

Penelitian ini membuka jalan untuk beberapa kajian lanjutan yang mendalam agar solusi yang ditemukan semakin aplikatif. Pertama, penting untuk meneliti bagaimana pengaruh tipe mata pencaharian yang berbeda, seperti nelayan atau pedagang, terhadap kepatuhan pajak ketika prinsip tanggung jawab diterapkan dengan cara serupa, untuk melihat apakah masalah ekonomi bersifat universal atau spesifik. Kedua, karena kesadaran fiskal masih rendah, sebuah studi bisa mengukur seberapa efektif sistem pelaporan pajak digital yang dikombinasikan dengan kampanye kesadaran hukum berbasis komunitas dalam meningkatkan kepatuhan di desa dengan berbagai tingkat pendidikan. Ketiga, mengingat hasil penelitian menunjukkan siklus panen sebagai penyebab utama keterlambatan, perlu dikembangkan penelitian untuk menguji apakah model pembayaran pajak yang disesuaikan dengan siklus panen, misalnya melalui sistem angsuran atau jadwal fleksibel, benar-benar dapat meningkatkan kepatuhan fiskal tanpa mengganggu total penerimaan desa. Menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif pada penelitian-penelitian ini akan memberikan gambaran yang lebih lengkap dan solusi yang lebih tepat sasaran.

  1. #kepatuhan pajak#kepatuhan pajak
Read online
File size228.49 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-1Ws
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test