UBYUBY

Tropical Animal ScienceTropical Animal Science

Limbah jeruk nipis memiliki potensi sebagai feed additive bagi unggas, namun penggunaannya terhambat oleh kadar serat pektin yang tinggi sehingga dapat menurunkan performa unggas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh fermentasi oleh Aspergillus niger terhadap kadar serat pektin dan nilai pH limbah jeruk nipis. Materi yang digunakan adalah jeruk nipis dan Kapang Aspergillus niger komersial. Desain penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 level starter A. niger yaitu 0%, 1%, 2% dan 3%. Setiap perlakuan diulang 5 kali. Proses fermentasi dilakukan secara aerob selama 5 hari pada suhu ruangan. Hasil penelitian menunjukkan fermentasi menggunakan A. niger nyata mempengaruhi peningkatan nilai pH tepung kulit jeruk nipis fermentasi (TKJNF) (P<0,05) dan penurunan serat pektin TKJNF (P<0,05).

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fermentasi dengan menggunakan starter Aspergillus niger mampu menurunkan kadar pektin dan meningkatkan nilai pH tepung kulit jeruk nipis.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji penggunaan mikroorganisme lain seperti Rhizopus atau Trichoderma sebagai alternatif starter untuk menurunkan kadar pektin lebih efektif. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang optimasi waktu fermentasi dan suhu untuk meningkatkan aktivitas enzim pektinase. Terakhir, penelitian juga bisa menggabungkan limbah jeruk nipis fermentasi dengan bahan alami lainnya seperti daun kelor atau serbuk kayu manis untuk menciptakan feed additive yang lebih beragam dan bernutrisi tinggi.

  1. POTENSI LIMBAH JERUK NIPIS FERMENTASI SEBAGAI FEED ADDITIVE UNGGAS: THE POTENTIAL OF FERMENTED LIME WASTE... ejournal.uby.ac.id/index.php/tas/article/view/1800POTENSI LIMBAH JERUK NIPIS FERMENTASI SEBAGAI FEED ADDITIVE UNGGAS THE POTENTIAL OF FERMENTED LIME WASTE ejournal uby ac index php tas article view 1800
Read online
File size472.71 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test