INDOJOURNALPMRINDOJOURNALPMR

Indonesian Journal of Physical Medicine and RehabilitationIndonesian Journal of Physical Medicine and Rehabilitation

Pendahuluan: Operasi bypass arteri koroner (BPAK) meningkatkan harapan hidup pasien penyakit arteri koroner, namun operasi itu sendiri dapat menyebabkan komplikasi paru pasca operasi (KPPO). KPPO dikaitkan dengan penurunan fungsi otot pernapasan dan paru-paru. Latihan otot inspirasi (LOI) telah digunakan dalam rehabilitasi jantung untuk pasien pasca-BPAK. Tinjauan ini bertujuan untuk menjelaskan dampak LOI pra operasi terhadap KPPO dan fungsi otot pernapasan pada pasien yang menjalani operasi BPAK. Metode: Artikel berbahasa Inggris dicari menggunakan database PubMed, EBSCOhost, dan Google Scholar tanpa batasan tahun publikasi menggunakan algoritma dan kata kunci pencarian. Kriteria inklusinya adalah pasien yang menjalani BPAK pada masa pra operasi dan diberikan LOI dengan alat threshold. Hasil dan Pembahasan: LOI pra operasi tidak meningkatkan fungsi paru, namun mencegah penurunan fungsi paru pasca operasi. Angka kejadian KPPO lebih rendah dan lama rawat inap lebih pendek pada pasien yang diberikan LOI pra operasi dibandingkan dengan kontrol. LOI pra operasi juga meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot inspirasi yang berhubungan dengan penurunan KPPO. Kesimpulan: Penggunaan LOI pra operasi pada pasien yang menjalani BPAK terbukti dapat mencegah KPPO dan meningkatkan fungsi otot pernapasan. Tinjauan ini memberikan panduan praktis untuk LOI pra operasi untuk meningkatkan luaran pasien yang menjalani BPAK.

Penggunaan latihan otot inspirasi (LOI) pra operasi pada pasien yang menjalani operasi bypass arteri koroner (BPAK) terbukti efektif dalam mencegah komplikasi paru pasca operasi (KPPO) dan meningkatkan fungsi otot pernapasan.Studi ini menunjukkan bahwa LOI tidak meningkatkan fungsi paru-paru secara langsung, tetapi melindungi dari penurunan fungsi paru-paru setelah operasi.Panduan praktis untuk pelaksanaan LOI pra operasi telah dikembangkan berdasarkan temuan penelitian ini untuk mengoptimalkan luaran pasien.

Berdasarkan hasil tinjauan ini, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas LOI pra operasi pada subkelompok pasien BPAK dengan faktor risiko KPPO yang berbeda, seperti usia, jenis kelamin, status merokok, dan penyakit paru-penyakit paru penyerta. Selain itu, studi prospektif yang lebih besar dengan desain randomized controlled trial (RCT) diperlukan untuk mengkonfirmasi manfaat LOI pra operasi dan menentukan protokol latihan yang optimal, termasuk intensitas, frekuensi, durasi, dan jenis alat LOI yang paling efektif. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi dampak jangka panjang LOI pra operasi terhadap kualitas hidup pasien, kemampuan fungsional, dan tingkat reaktivasi setelah operasi BPAK.

  1. #pasien rawat inap#pasien rawat inap
  2. #rawat inap#rawat inap
Read online
File size1.16 MB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-2GU
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test