UBP KARAWANGUBP KARAWANG

Jurnal Buana FarmaJurnal Buana Farma

Hipertensi dan diabetes melitus adalah penyakit kardiovaskuler yang saling berkaitan. Sebuah penelitian mengemukakan tingkat mortalitas penderita penyakit kardiovaskuler 2-3 kali lipatnya lebih tinggi pada pasien penderita diabetes dengan hipertensi. Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi risiko tersebut yaitu dengan diadakannya Prolanis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase efektivitas dan rasionalitas pengobatan antihipertensi serta hubungan antara efektivitas dan rasionalitas pengobatan antihipertensi pasien diabetes Prolanis di Klinik Kimia Farma Karawang. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional yang dilakukan dengan metode deskriptif dan menggunakan data retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan pasien wanita lebih banyak daripada pria dengan rentang usia paling banyak pada usia 60-69 th dengan persentase 40,63%, jenis terapi monoterapi 59,38% dan Kombinasi 40,62% dengan golongan obat yang digunakan adalah Calcium Chanel Blocker dan Angiotensin Reseptor Blocker. Kesimpulan penelitian menunjukkan persentase efektivitas dan rasionalitas pengobatan adalah efektivitas 46,88%, tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 100% dan tepat dosis 93,75%. Serta tidak adanya korelasi yang bermakna antara rasionalitas pengobatan terhadap efektivitas pengobatan pada pasien diabetes Prolanis di Klinik Kimia Farma Karawang.

Persentase efektivitas dan rasionalitas pengobatan pada pasien diabetes Prolanis di Klinik Kimia Farma Karawang pada periode Oktober – Desember 2020 adalah efektivitas 46,88%, tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 100% dan tepat dosis 93,75%.Hasil analisis statistik menunjukkan tidak adanya korelasi yang bermakna antara rasionalitas pengobatan antihipertensi terhadap efektivitas pengobatan.Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami faktor-faktor lain yang mempengaruhi efektivitas pengobatan hipertensi pada pasien diabetes.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari terapi antihipertensi pada pasien diabetes Prolanis, dengan fokus pada perubahan tekanan darah dan kejadian kardiovaskuler. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor perilaku dan sosial yang memengaruhi kepatuhan pasien terhadap pengobatan, seperti pemahaman tentang penyakit, dukungan keluarga, dan aksesibilitas layanan kesehatan. Ketiga, untuk meningkatkan efektivitas terapi, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi intervensi yang personal, seperti edukasi pasien yang disesuaikan dengan tingkat literasi kesehatan dan pemberian pengingat pengobatan melalui aplikasi mobile. Dengan menggabungkan ketiga pendekatan ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang pengelolaan hipertensi pada pasien diabetes dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

  1. #kualitas hidup pasien#kualitas hidup pasien
  2. #pasien diabetes mellitus#pasien diabetes mellitus
Read online
File size108.35 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-1Lu
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test