STIKESPANRITAHUSADASTIKESPANRITAHUSADA

Jurnal ABDIMAS PanritaJurnal ABDIMAS Panrita

Latar Belakang : Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronik dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan. Salah satu komplikasi yang sering muncul adalah kaki diabetic yang berisiko menyebabkan ulkus dan amputasi. Rendahnya pengetahuan dan praktik perawatan kaki pada pasien DM menjadi factor utama tingginya komplikasi tersebut. Tujuan : Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengetahuan, sikap dan praktik keperawatan kaki pada penderita DM melalui edukasi berbasis Evidance-Based Practice (EBP) dengan melibatkan pasien, keluarga dan kader Kesehatan. Metode : Program pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Bontobangun, Bulukumba, pada 37 penderita DM. Kegiatan mencakup koordinasi dengan puskesmas dan kader, penyusunan modul edukasi, pre-test, penyuluhan materi berbasis EBP, demonstrasi praktik perawatan kaki, pendampingan keluarga dan kader, serta evaluasi melalui post-test. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan perbandingan skor pre-test dan post-test. Hasil : Karakteristik peserta menunjukkan mayoritas berusia di atas 50 tahun (81%), perempuan (86,5%), dan berpendidikan dasar (56,8%). Hasil pre-test memperlihatkan pengetahuan yang rendah, misalnya hanya 30% yang mengetahui pentingnya pemeriksaan kaki harian. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan: 85% memahami pemeriksaan kaki, 80% mampu memilih alas kaki yang tepat, dan 88–90% menguasai teknik dasar perawatan kaki. Peserta menunjukkan perubahan sikap positif dan komitmen melakukan perawatan kaki rutin, dengan dukungan keluarga dan kader kesehatan yang aktif mendampingi. Kesimpulan : Edukasi berbasis EBP terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik perawatan kaki pada penderita DM di komunitas. Keterlibatan keluarga dan kader menjadi kunci keberlanjutan program. Intervensi ini dapat dijadikan model pengabdian masyarakat untuk menurunkan risiko komplikasi kaki diabetik dan mendukung peningkatan kualitas hidup pasien.

Program pengabdian masyarakat di Desa Bontobangun terbukti meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik perawatan kaki pada penderita diabetes mellitus melalui edukasi berbasis evidence‑based practice.Intervensi ini menghasilkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, perubahan sikap positif, serta komitmen rutin dalam perawatan kaki yang didukung oleh keluarga dan kader kesehatan.Oleh karena itu, model edukasi berbasis EBP dapat direkomendasikan untuk direplikasi di komunitas lain sebagai strategi preventif yang efektif menurunkan komplikasi kaki diabetik dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki keberlanjutan perilaku perawatan kaki selama jangka panjang dengan melakukan studi kohort longitudinal selama dua belas bulan untuk mengidentifikasi faktor‑faktor yang mempengaruhi kepatuhan setelah program edukasi berbasis evidence‑based practice. Selanjutnya, diperlukan uji coba terkontrol randomisasi yang membandingkan modul edukasi standar dengan modul yang disesuaikan secara budaya, guna menilai apakah pendekatan yang memperhitungkan kepercayaan dan kebiasaan lokal meningkatkan pemahaman dan praktik perawatan kaki pada pasien diabetes di daerah pedesaan. Selain itu, efek penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi mobile yang menyediakan pengingat harian dan fitur penilaian diri, dapat dievaluasi melalui percobaan terkontrol untuk menentukan apakah alat digital tersebut meningkatkan tingkat kepatuhan, menurunkan kejadian ulkus, dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Dengan mengintegrasikan temuan dari ketiga arah penelitian ini, diharapkan strategi pencegahan komplikasi kaki diabetik dapat lebih efektif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi pada populasi yang lebih luas.

Read online
File size499.16 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test