WIRARAJAWIRARAJA
Journal of Food Technology and AgroindustryJournal of Food Technology and AgroindustryPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan jagung menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap minuman fungsional, yaitu yogurt jagung. Pangan fungsional perlu mendapat perhatian agar penggunaannya memiliki dasar ilmiah yang benar, klaim tidak menyesatkan dan tidak mendorong pola konsumsi yang salah. Salah satu pengembangan jagung olahan adalah produk pangan fungsional seperti yogurt. Untuk dapat diterima oleh konsumen, dilakukan uji preferensi terhadap warna, tekstur, aroma dan rasa dengan penambahan 10%, 12% dan 14% susu fullcream. Kesimpulan yang dihasilkan oleh masyarakat/konsumen lebih menyukai yogurt dengan penambahan 12% susu fullcream untuk warna, tekstur dan aroma, sedangkan untuk rasa, konsumen menyukai penambahan susu fullcream pada 14%. Hal ini disebabkan penambahan 14% susu fullcream terasa asam dan manis.
Pengembangan produk olahan jagung menjadi pangan fungsional dapat memberikan pengarahan pada masyarakat terhadap penurunan resiko penyakit dan pemenuhan gizi seimbang.Berdasarkan hasil uji kesukaan konsumen pada penelitian pengembangan produk olahan jagung (yogurt) dari segi rasa, konsumen lebih menyukai penambahan susu fullcream 14% karena rasa yang dihasilkan sangat khas jagung dan ada rasa asam yang menandakan adanya perlakuan fermentasi.Sedangkan pada warna, tekstur dan aroma yang dihasilkan konsumen lebih memilih pada konsentrasi 12%.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi jenis susu (misalnya susu kambing atau susu almond) terhadap karakteristik sensorik dan kandungan nutrisi yogurt jagung, dengan tujuan untuk menemukan kombinasi yang paling optimal dan sesuai dengan preferensi konsumen yang beragam. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada penambahan bahan-bahan lain yang memiliki nilai gizi tinggi, seperti serat atau probiotik, untuk meningkatkan manfaat kesehatan yogurt jagung secara keseluruhan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi enkapsulasi untuk melindungi dan meningkatkan bioavailabilitas senyawa bioaktif dalam jagung, sehingga yogurt jagung dapat memberikan manfaat kesehatan yang lebih signifikan dan berkelanjutan.
| File size | 471.43 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUGHAUNUGHA In making dry noodles by substituting mocaf and tapioca flour, the highest protein content with the addition of 37. From the research results, furtherIn making dry noodles by substituting mocaf and tapioca flour, the highest protein content with the addition of 37. From the research results, further
UNRAMUNRAM Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat Kampoeng Oase Ondemohen melalui penerapan teknologi produksiKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat Kampoeng Oase Ondemohen melalui penerapan teknologi produksi
POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO Research instruments included chicken eggs, observation sheets, weighing scales, and child growth monitoring cards (KMS). Data were analyzed using theResearch instruments included chicken eggs, observation sheets, weighing scales, and child growth monitoring cards (KMS). Data were analyzed using the
UMJ PremiumUMJ Premium Latar Belakang: remaja gizi kurang merupakan masalah gizi yang terjadi di Indonesia, yang penyebabnya karena pola makan yang kurang bervariasi, denganLatar Belakang: remaja gizi kurang merupakan masalah gizi yang terjadi di Indonesia, yang penyebabnya karena pola makan yang kurang bervariasi, dengan
IKTAIKTA Permen jeli berbahan dasar jeruk dan kurma dapat berfungsi sebagai terapi nonfarmakologis untuk mengatasi anemia. Penelitian yang dilakukan di SMP MuhammadiyahPermen jeli berbahan dasar jeruk dan kurma dapat berfungsi sebagai terapi nonfarmakologis untuk mengatasi anemia. Penelitian yang dilakukan di SMP Muhammadiyah
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Sifat organoleptik dianalisis dengan uji hedonic, sementara nilai gizi (kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat) diuji di laboratorium. Hasil: PenambahanSifat organoleptik dianalisis dengan uji hedonic, sementara nilai gizi (kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat) diuji di laboratorium. Hasil: Penambahan
POLITANI KOEPOLITANI KOE Cita rasa gonad bulubabi juga baik, dengan rasa manis. Morfometrik bobot tubuh bulubabi pada ketiga transek memiliki rataan 37,87 - 45,17 g, sedangkanCita rasa gonad bulubabi juga baik, dengan rasa manis. Morfometrik bobot tubuh bulubabi pada ketiga transek memiliki rataan 37,87 - 45,17 g, sedangkan
MAHADEWAMAHADEWA Dalam penelitian ini, variabel operasional adalah pertumbuhan vegetatif tanaman, yang ditandai dengan peningkatan volume, jumlah, bentuk, dan ukuran organ-organDalam penelitian ini, variabel operasional adalah pertumbuhan vegetatif tanaman, yang ditandai dengan peningkatan volume, jumlah, bentuk, dan ukuran organ-organ
Useful /
UMPARUMPAR Analisis data dilakukan melalui uji validitas dan reliabilitas, regresi linier berganda, serta pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Hasil penelitianAnalisis data dilakukan melalui uji validitas dan reliabilitas, regresi linier berganda, serta pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Hasil penelitian
UMJ PremiumUMJ Premium Pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) digunakan untuk pengambilan data variabel status gizi dengan indeks IMT/U. Food Frequency QuestionnairePengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) digunakan untuk pengambilan data variabel status gizi dengan indeks IMT/U. Food Frequency Questionnaire
UMSBUMSB Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan mahasiswa sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Baiturrahmah terhadap Stomatitis AftosaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan mahasiswa sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Baiturrahmah terhadap Stomatitis Aftosa
UNRIKAUNRIKA 00 lebih kecil dari 0,05. Hasil uji t menunjukkan bahwa secara parsial kompetensi, komunikasi, budaya organisasi dan pelatihan berpengaruh signifikan terhadap00 lebih kecil dari 0,05. Hasil uji t menunjukkan bahwa secara parsial kompetensi, komunikasi, budaya organisasi dan pelatihan berpengaruh signifikan terhadap