ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Penelitian ini mengidentifikasi pola core-periphery dan distribusi kawasan inti-periphery di Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung (KPCB), meliputi Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan sebagian Sumedang. Metode analisis mencakup Rank Spearman, Weighted Overlay, dan analisis statistik-spasial menggunakan data PODES 2018 dan citra satelit. Hasil Rank Spearman menunjukkan Kepadatan Penduduk memiliki korelasi terkuat, diikuti Sumber Penghasilan Utama, Penggunaan Lahan, dan Kemiringan Lereng. Analisis Weighted Overlay mengungkap dominasi kawasan core di timur dan utara, serta periphery di selatan dan barat, dipengaruhi kepadatan penduduk, infrastruktur, dan permukiman. Autokorelasi spasial menunjukkan pola klaster, dengan z-score >2,58 dan Indeks Morans 0,197. Cluster & Outlier Analysis mengonfirmasi klaster core terpusat di Bandung dan Cimahi dengan ekspansi ke timur, utara, dan selatan, sementara periphery dominan di barat. Hasil penelitian sejalan dengan Perpres No 45/2018 yang menetapkan Bandung dan Cimahi sebagai inti perkotaan dengan potensi ekspansi.

Penelitian ini melakukan tiga tahapan analisis untuk mengidentifikasi hubungan antarvariabel, area yang termasuk kawasan Core dan Periphery, serta pola persebaran kawasan.Analisis statistik Rank Spearman menunjukkan bahwa variabel Kepadatan Penduduk memiliki hubungan kuat hingga sangat kuat dan diberi bobot 40%, variabel Sumber Penghasilan Utama memiliki hubungan lemah hingga kuat dengan bobot 30%, variabel Penggunaan Lahan memiliki hubungan lemah hingga kuat dengan bobot 20%, dan variabel Kemiringan Lereng memiliki hubungan lemah dengan bobot 10%.Analisis Weighted Overlay menunjukkan bahwa kawasan Core mendominasi wilayah timur dan utara, sementara kawasan Periphery cenderung memusat di wilayah selatan dan barat.Autokorelasi spasial menunjukkan pola klaster dengan z-score >2,58 dan Indeks Morans positif 0,197.Cluster & Outlier Analysis mengonfirmasi klasterisasi kawasan Core Periphery dengan pusat di Kota Bandung dan Kota Cimahi, dan wilayah sekitarnya.Hasil menunjukkan klaster kawasan Core terbesar berada di wilayah timur, utara, dan selatan, sementara klaster kawasan Periphery mendominasi di wilayah barat.Keselarasan antara hasil weighted overlay dan cluster & outlier analysis menunjukkan bahwa wilayah Bandung Timur dan Bandung Utara menjadi lokomotif perkembangan kawasan Core, sementara wilayah Bandung Barat dan Bandung Selatan berkembang sebagai kawasan Periphery.Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pola perkembangan wilayah yang terstruktur dengan kawasan Core yang cenderung berkembang di wilayah timur dan utara, dan kawasan Periphery di wilayah barat dan selatan.Hasil ini juga sejalan dengan Perpres No 45 Tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung, yang menyatakan kawasan perkotaan inti berada di Kota Bandung dan Kota Cimahi dengan potensi ekspansi.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kawasan core dan periphery di Cekungan Bandung. Misalnya, bagaimana peran infrastruktur dan aksesibilitas dalam membentuk pola core-periphery, atau bagaimana dinamika sosial-ekonomi dan perubahan penggunaan lahan mempengaruhi distribusi kawasan core dan periphery. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi dampak dari perkembangan kawasan core terhadap kawasan periphery, seperti kesenjangan akses sumber daya dan potensi migrasi penduduk. Dengan memahami dinamika ini, perencanaan wilayah yang lebih komprehensif dan inklusif dapat dikembangkan untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan merata di seluruh Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung.

  1. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Urban Sprawl di Kawasan Cekungan Bandung | Fuadina | TATALOKA.... ejournal2.undip.ac.id/index.php/tataloka/article/view/3135Analisis Faktor Faktor yang Mempengaruhi Urban Sprawl di Kawasan Cekungan Bandung Fuadina TATALOKA ejournal2 undip ac index php tataloka article view 3135
  2. Struktur Ruang Wilayah Gerbangkertosusila Berdasarkan Teori Pusat-Pinggiran: Sebuah Kajian | Putra |... ejournal2.undip.ac.id/index.php/tataloka/article/view/9826Struktur Ruang Wilayah Gerbangkertosusila Berdasarkan Teori Pusat Pinggiran Sebuah Kajian Putra ejournal2 undip ac index php tataloka article view 9826
  3. IDENTIFICATION OF CORE-PERIPHERY PATTERNS IN THE URBAN AREA OF THE BANDUNG BASIN | KURVATEK. core periphery... journal.itny.ac.id/index.php/krvtk/article/view/5708IDENTIFICATION OF CORE PERIPHERY PATTERNS IN THE URBAN AREA OF THE BANDUNG BASIN KURVATEK core periphery journal itny ac index php krvtk article view 5708
Read online
File size850.51 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-3An
DMCAReport

Related /

ads-block-test