UMKUMK

Jurnal Elektro Kontrol (ELKON)Jurnal Elektro Kontrol (ELKON)

Analisis perencanaan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap pada bangunan pada koordinat -00.939643°, 100.410544° untuk memenuhi kebutuhan energi harian sebesar 2,65 kWh. Bangunan yang direncanakan dilakukan pemasangan PLTS pada koordinat tersebut adalah tempat hunian kontrakan. Sistem yang direncanakan sesuai dengan perhitungan analisis aspek teknis dan analisis aspek biaya. Analisis aspek teknis pada PV Area sebesar 6,095 m2, wattpeak panel surya sebesar 1.297,128 Wp, jumlah panel surya yang digunakan adalah 3 unit, kapasitas SCC sebesar 16,38 A, kapasitas inverter sebesar 2.062,5 W, dan kapasitas baterai sebesar 145,3 Ah. Analisis aspek biaya pada investasi awal sebesar Rp 28.972.000, biaya operasional dan pemeliharaan (O&M) dari sisi penggantian baterai sebesar Rp 31.940.000 per 25 tahun kemudian dari sisi pemeliharaan rutin sebesar Rp 289.720 per tahun, biaya siklus hidup (LCC) sebesar Rp 63.541.800, dan biaya produksi listrik per kWh (COE) sebesar Rp 7.227 per kWh.

Sistem PLTS atap off-grid pada koordinat -00.410544° mampu memenuhi kebutuhan energi harian sebesar 2,65 kWh untuk rumah tangga berlangganan PLN 900 VA, dengan komponen teknis yang direncanakan meliputi 3 panel surya berkapasitas total 1.297,128 Wp, baterai LiFePO₄ 48 V 150 Ah, inverter 3.000 W, dan SCC MPPT 60 A.Dari sisi ekonomi, investasi awal sebesar Rp 28.000, biaya siklus hidup (LCC) Rp 63.800 selama 25 tahun, serta biaya produksi listrik (COE) sebesar Rp 7.227 per kWh menunjukkan kelayakan sistem dalam jangka panjang.Penggantian baterai diperlukan dua kali selama masa operasi, dengan umur baterai sekitar 9,59 tahun per unit.

Pertama, perlu dikaji efisiensi sistem PLTS atap pada kondisi cuaca ekstrem seperti musim hujan berkepanjangan di Padang, dengan mengukur seberapa besar produksi energi menurun dan bagaimana baterai berperilaku selama beberapa hari tanpa sinar matahari, untuk menentukan apakah sistem perlu dilengkapi sumber cadangan seperti generator hibrida kecil. Kedua, penting untuk mengevaluasi pengaruh penambahan beban listrik di masa depan terhadap kinerja sistem, misalnya jika kapasitas listrik bertambah karena penggunaan AC atau pompa air, sehingga perlu diteliti kebutuhan penambahan panel atau baterai dan bagaimana hal itu memengaruhi LCC dan COE. Ketiga, perlu dilakukan studi tentang perilaku pengguna terhadap sistem PLTS, termasuk kebiasaan penggunaan energi dan pemeliharaan mandiri, untuk merancang sistem yang lebih adaptif dan ramah pengguna, serta mengidentifikasi strategi edukasi untuk meningkatkan kemandirian dan umur pakai sistem secara keseluruhan.

  1. RANCANG BANGUN PEMBANGKIT TENAGA SURYA (PLTS) 200WP UNTUK SUPLAI DAYA SISTEM KENDALI DAN MONITORING PEMELIHARAAN... doi.org/10.32497/orbith.v19i2.5002RANCANG BANGUN PEMBANGKIT TENAGA SURYA PLTS 200WP UNTUK SUPLAI DAYA SISTEM KENDALI DAN MONITORING PEMELIHARAAN doi 10 32497 orbith v19i2 5002
  2. PV array and inverter optimum sizing for grid-connected photovoltaic power plants using optimization... iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/1878/1/012015PV array and inverter optimum sizing for grid connected photovoltaic power plants using optimization iopscience iop article 10 1088 1742 6596 1878 1 012015
  3. Modeliranje projekta samostalnih solarnih fotonaponskih sistema za trosobni objekat u gradu Umuahiji,... scindeks.ceon.rs/Article.aspx?artid=0554-55872503027JModeliranje projekta samostalnih solarnih fotonaponskih sistema za trosobni objekat u gradu Umuahiji scindeks ceon rs Article aspx artid 0554 55872503027J
Read online
File size349.87 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test