SALNESIASALNESIA

Jurnal Abmas Negeri (JAGRI)Jurnal Abmas Negeri (JAGRI)

Saat ini Indonesia memiliki angka kejadian stunting yang masih tinggi. Prevalensi stunting di Kabupaten Bogor sebesar 28,6%, angka ini lebih tinggi daripada prevalensi stunting nasional. Kelurahan Padasuka termasuk kategori sub urban. Faktor penyebab stunting dapat bervariasi tergantung dari karakteristik wilayah. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor penyebab stunting pada anak usia 6-59 bulan di wilayah sub urban. Metode penelitian observasional dengan desain case control dilakukan pada bulan Desember 2022 hingga Juni 2023. Lokasi penelitian di Kelurahan Padasuka Kabupaten Bogor. Data anak balita yang diambil adalah berat badan, tinggi badan, riwayat penyakit infeksi, ASI eksklusif, imunisasi, asupan zat gizi makro dan mikro serta pengetahuan ibu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Data asupan gizi diperoleh menggunakan formulir food recall 2x24 jam. Besar subjek penelitian sebanyak 41 orang kasus dan 41 orang kontrol, sehingga total subjek sebanyak 82 orang. Analisis statistik menggunakan software SPSS 16 for Windows menggunakan analisis univariat untuk melihat gambaran setiap variabel penelitian dan analisis hubungan antar variabel (bivariat) menggunakan uji Chi-Square untuk data karakteristik dan uji independent t-test untuk data asupan. Hasil analisis, berat lahir (p-value=0,012), panjang lahir (p-value=0,012), asupan energi (p-value=0,002), asupan karbohidrat (p-value=0,024), dan asupan protein (p-value=0,037) terdapat perbedaan signifikan antara kelompok stunting dengan kelompok normal. Berat lahir, panjang lahir, asupan energi, asupan karbohidrat, dan asupan protein merupakan faktor risiko stunting pada anak balita di wilayah sub-urban.

Terdapat perbedaan yang signifikan pada berat lahir, panjang lahir, asupan energi, asupan karbohidrat, dan asupan protein di antara kelompok stunting dan normal pada balita di wilayah sub-urban.Tidak terdapat perbedaan jenis kelamin, asupan lemak, asupan zat gizi mikro (Fe, Zn, Ca), pemberian ASI eksklusif, riwayat imunisasi, riwayat penyakit infeksi, dan pengetahuan ibu di antara kedua kelompok tersebut.Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut mengenai asupan zat gizi mikro lainnya, dan faktor sosial ekonomi yang dapat menjadi faktor risiko kejadian stunting di wilayah sub-urban.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memahami lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kejadian stunting pada anak usia 6-59 bulan di wilayah sub urban. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan praktik pemberian makan pada ibu balita di wilayah sub urban, khususnya terkait dengan pemahaman tentang pentingnya asupan zat gizi makro dan mikro untuk tumbuh kembang anak. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain kohort dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko stunting secara longitudinal, mulai dari kehamilan hingga usia 2 tahun, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampak faktor-faktor tersebut terhadap kejadian stunting. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan bergizi dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program pencegahan stunting di wilayah sub urban. Dengan menggabungkan hasil penelitian kualitatif dan kuantitatif, serta menguji efektivitas intervensi yang tepat, diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah stunting di wilayah sub urban.

  1. ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN MIKRO DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA... doi.org/10.14710/jnc.v12i3.34499ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN MIKRO DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12 59 BULAN DI WILAYAH KERJA doi 10 14710 jnc v12i3 34499
  2. The Risk Factors for Stunting in Children Aged 6-59 Months: A Study of Case Control in A Sub Urban Area... salnesia.id/jika/article/view/752The Risk Factors for Stunting in Children Aged 6 59 Months A Study of Case Control in A Sub Urban Area salnesia jika article view 752
  3. OSF. 0 doi.org/10.31237/osf.io/hnfysOSF 0 doi 10 31237 osf io hnfys
Read online
File size373.86 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test