FAPERTA UNRASFAPERTA UNRAS

Jurnal Saintifik (Multi Science Journal)Jurnal Saintifik (Multi Science Journal)

Penelitian ini mengkaji peran gamifikasi dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada pendidikan sains daring, dengan fokus pada dampak elemen berbasis game tertentu dan perilaku kognitif pembelajar. Pertanyaan penelitian menguji fitur gamifikasi mana yang paling baik meningkatkan berpikir kritis dan bagaimana motivasi serta pengetahuan awal memengaruhi hasil yang mungkin. Menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode survei, sampel 600 mahasiswa dipilih dari tiga universitas, dengan 200 partisipan dari setiap institusi, melalui teknik sampling multi-tahap, yang awalnya mengidentifikasi departemen pendidikan sains dan kemudian memilih partisipan melalui simple random sampling dari mahasiswa tingkat 400. Instrumen yang dirancang peneliti digunakan untuk mengumpulkan data. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, termasuk analisis regresi, untuk menilai hubungan antara elemen gamifikasi dan keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamifikasi, khususnya tugas refleksi dan pelacakan kemajuan, secara signifikan membantu berpikir kritis dengan mendorong penilaian diri dan keterlibatan. Namun, elemen kompetitif seperti papan peringkat terbukti kurang efektif, menunjukkan perlunya keseimbangan dalam desain pembelajaran edukasi yang digamifikasi. Studi ini merekomendasikan tugas refleksi terstruktur dan pelacakan kemajuan untuk pembelajaran daring. Hal ini menunjukkan potensi gamifikasi untuk meningkatkan berpikir kritis ketika diarahkan pada profil pembelajar yang bervariasi.

Penelitian ini menegaskan bahwa gamifikasi, terutama melalui tugas refleksi terstruktur dan pelacakan kemajuan, secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan keterlibatan siswa dalam pendidikan sains daring.Namun, elemen kompetitif seperti papan peringkat ditemukan kurang efektif dan efektivitas gamifikasi sangat bergantung pada motivasi serta gaya belajar siswa, menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang dan disesuaikan dengan profil pembelajar yang beragam.Studi ini menyoroti potensi gamifikasi sebagai alat transformatif untuk meningkatkan berpikir kritis, sambil menyarankan penelitian lanjutan dengan pendekatan longitudinal dan di konteks pendidikan yang lebih luas untuk pemahaman yang lebih mendalam.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana elemen gamifikasi yang telah terbukti efektif, seperti tugas refleksi terstruktur dan pelacakan kemajuan, dapat lebih jauh dioptimalkan dan diintegrasikan dengan fitur-fitur non-kompetitif lainnya guna secara konsisten meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penting untuk menguji efektivitas desain gamifikasi ini di berbagai profil pelajar, termasuk mereka yang memiliki tingkat motivasi awal yang beragam atau latar belakang pengetahuan yang berbeda, serta secara khusus menargetkan aspek berpikir kritis yang belum secara signifikan terpengaruh dalam studi ini, seperti pengambilan keputusan dan kemampuan mengevaluasi berbagai perspektif. Selain itu, penelitian jangka panjang sangat dibutuhkan untuk mengkaji dampak berkelanjutan dari gamifikasi terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis di luar konteks ilmu sains, meliputi disiplin ilmu lain seperti humaniora atau teknik, dan bagaimana efeknya dapat dipertahankan atau berkembang seiring waktu. Studi ini bisa memanfaatkan metodologi campuran, menggabungkan data kuantitatif dari kinerja siswa dengan wawasan kualitatif dari wawancara atau kelompok fokus, untuk memahami secara mendalam pengalaman dan persepsi siswa terhadap elemen gamifikasi. Selanjutnya, eksplorasi desain gamifikasi yang lebih kompleks dan imersif, seperti simulasi berbasis skenario, permainan peran dengan alur cerita bercabang, atau tantangan kolaboratif yang menuntut pemecahan masalah dunia nyata, akan sangat berharga. Pendekatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana mekanisme permainan yang lebih mendalam dapat secara efektif memicu pemikiran kritis tingkat tinggi dan mendorong keterlibatan kognitif yang lebih kaya, sekaligus mempertimbangkan faktor-faktor kontekstual yang paling mendukung keberhasilan implementasinya dalam lingkungan pendidikan daring yang terus berkembang.

Read online
File size311.75 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test