UNIMEDUNIMED
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan MatematikaJurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan MatematikaPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari gaya kognitif Field-Dependent (FD) dan Field-Independent (FI) di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting dalam dunia pendidikan karena tidak hanya berkaitan dengan perhitungan, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan tersebut adalah pemilihan strategi pemecahan masalah yang sesuai dengan gaya kognitif siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes pemecahan masalah dan wawancara. Instrumen tes disusun berdasarkan tahapan Polya yang mencakup memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, dan mengevaluasi hasil. Setiap tahap dinilai menggunakan rubrik dengan rentang skor 0–4, dan hasilnya dikategorikan menjadi sangat efektif, efektif, cukup efektif, kurang efektif, dan tidak efektif. Dari 22 siswa yang diteliti, 4 siswa tergolong sangat efektif, 10 siswa efektif, 6 siswa cukup efektif, dan 2 siswa kurang efektif dalam menerapkan strategi pemecahan masalah matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif FD cenderung menggunakan strategi membuat gambar dan menulis kalimat terbuka, sedangkan siswa dengan gaya kognitif FI lebih sering menerapkan strategi menemukan pola, bekerja mundur, dan menulis kalimat terbuka. Secara umum, siswa bergaya kognitif FI menunjukkan penggunaan strategi yang lebih beragam, logis, dan sistematis dibandingkan siswa bergaya kognitif FD. Temuan ini mengindikasikan bahwa gaya kognitif berperan penting dalam menentukan variasi dan efektivitas strategi pemecahan masalah matematika siswa.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa strategi pemecahan masalah matematika siswa kelas X C SMA Muhammadiyah 1 Pontianak berbeda menurut gaya kognitifnya, yaitu Field-Dependent (FD) dan Field-Independent (FI).Siswa bergaya kognitif FD cenderung menggunakan strategi membuat gambar dan menulis kalimat terbuka dalam menyelesaikan masalah matematika.Selain itu, mereka juga menerapkan strategi lain seperti menemukan pola, menghitung kemungkinan secara sistematis, menebak dan menguji, bekerja mundur, serta mengidentifikasi informasi yang diinginkan, diberikan, dan diperlukan.Sementara itu, siswa bergaya kognitif FI lebih sering menggunakan strategi menemukan pola, bekerja mundur, dan menulis kalimat terbuka.Mereka juga memanfaatkan strategi lain seperti membuat gambar, membuat tabel, menghitung kemungkinan secara sistematis, menebak dan menguji, serta mengidentifikasi informasi penting dalam soal.Perbedaan utama antara kedua gaya kognitif tersebut terletak pada kecenderungan penggunaan strategi.Siswa FD lebih mengandalkan representasi visual untuk memahami konteks masalah secara keseluruhan, sedangkan siswa FI lebih menekankan pola dan logika analitis.Secara umum, strategi pemecahan masalah siswa FI lebih beragam dibandingkan dengan siswa bergaya kognitif FD.
Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menganalisis lebih dalam tentang strategi pemecahan masalah matematika yang digunakan oleh siswa dengan gaya kognitif FD dan FI, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan strategi tersebut. 2. Meneliti pengaruh gaya kognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa dengan tingkat kemampuan berbeda, baik siswa berkemampuan tinggi, sedang, maupun rendah. 3. Mengembangkan intervensi atau program pembelajaran yang dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika, dengan mempertimbangkan gaya kognitif mereka dan strategi yang sesuai.
- ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF... doi.org/10.33394/mpm.v8i1.2567ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF doi 10 33394 mpm v8i1 2567
- KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF | Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika... doi.org/10.33369/jp2ms.8.1.23-33KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Jurnal Penelitian Pembelajaran Matematika doi 10 33369 jp2ms 8 1 23 33
- Strategi Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Ditinjau dari Gaya Kognitif | MATHEdunesa. strategi pemecahan... doi.org/10.26740/mathedunesa.v13n2.p596-614Strategi Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Ditinjau dari Gaya Kognitif MATHEdunesa strategi pemecahan doi 10 26740 mathedunesa v13n2 p596 614
- Examples of Problem-Solving Strategies in Mathematics Education Supporting the Sustainability of 21st-Century... mdpi.com/2071-1050/12/23/10113Examples of Problem Solving Strategies in Mathematics Education Supporting the Sustainability of 21st Century mdpi 2071 1050 12 23 10113
| File size | 599.5 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
USIUSI This study aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in developing reading skills among seventh-grade students at SMP Negeri 4 PematangThis study aims to analyze the implementation of the Merdeka Curriculum in developing reading skills among seventh-grade students at SMP Negeri 4 Pematang
ICJAMBIICJAMBI Hasil Jigsaw Learning menggunakan PTK menunjukkan bahwa siklus I menghasilkan motivasi belajar sebesar 69.31%. Sedangkan pembelajaran siswa dengan siklusHasil Jigsaw Learning menggunakan PTK menunjukkan bahwa siklus I menghasilkan motivasi belajar sebesar 69.31%. Sedangkan pembelajaran siswa dengan siklus
MARKANDEYABALIMARKANDEYABALI Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan kriteria keberhasilanMetode pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan kriteria keberhasilan
MARKANDEYABALIMARKANDEYABALI Pembentukan karakter ini tidak hanya melibatkan pengenalan nilai-nilai, tetapi juga internalisasi nilai-nilai tersebut agar mahasiswa dapat mewujudkanPembentukan karakter ini tidak hanya melibatkan pengenalan nilai-nilai, tetapi juga internalisasi nilai-nilai tersebut agar mahasiswa dapat mewujudkan
MARKANDEYABALIMARKANDEYABALI Dengan menggunakan sampel 29 siswa kelas IV di SD Negeri 1 Selat, penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas IV sering mengalami kesulitan menulis danDengan menggunakan sampel 29 siswa kelas IV di SD Negeri 1 Selat, penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas IV sering mengalami kesulitan menulis dan
UIN SUSKAUIN SUSKA Model lembaga pendidikan anak usia dini yang dikelola di bawah naungan pondok pesantren mulai diminati masyarakat umum karena perkembangan karakter danModel lembaga pendidikan anak usia dini yang dikelola di bawah naungan pondok pesantren mulai diminati masyarakat umum karena perkembangan karakter dan
RADEN FATAHRADEN FATAH Kurikulum merupakan fokus penting bagi lembaga pendidikan dari berbagai tingkatan. Karena menggambarkan visi, misi, dan tujuan pendidikan bangsa, makaKurikulum merupakan fokus penting bagi lembaga pendidikan dari berbagai tingkatan. Karena menggambarkan visi, misi, dan tujuan pendidikan bangsa, maka
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar guru kimia sudah memiliki keterampilan yang baik dalam merancang kegiatan pembelajaran yang akan diterapkanData tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar guru kimia sudah memiliki keterampilan yang baik dalam merancang kegiatan pembelajaran yang akan diterapkan
Useful /
ICJAMBIICJAMBI Hasil penelitian menunjukkan dua kategori hambatan, yakni hambatan bahasa yang meliputi pemahaman kosakata, tata bahasa, semantik, kompleksitas materi,Hasil penelitian menunjukkan dua kategori hambatan, yakni hambatan bahasa yang meliputi pemahaman kosakata, tata bahasa, semantik, kompleksitas materi,
ICJAMBIICJAMBI Pendidikan multikultural dapat membantu mengatasi konflik, diskriminasi, dan ketidakadilan yang timbul akibat perbedaan budaya. Untuk menerapkan pendidikanPendidikan multikultural dapat membantu mengatasi konflik, diskriminasi, dan ketidakadilan yang timbul akibat perbedaan budaya. Untuk menerapkan pendidikan
UNIBAUNIBA Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Poli Kandungan RSBK Batam pada periode tahun 2019 – 2020.Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Poli Kandungan RSBK Batam pada periode tahun 2019 – 2020.
UNIBAUNIBA Siswa-siswi dituntut oleh pencapaian akademik dengan tepat waktu terutama siswi kelas XII yang dapat menjadi titik stress sehingga menyebabkan siklus menstruasiSiswa-siswi dituntut oleh pencapaian akademik dengan tepat waktu terutama siswi kelas XII yang dapat menjadi titik stress sehingga menyebabkan siklus menstruasi