UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Plasenta Previa merupakan keadaan dimana plasenta berimplantasi pada tempat yang abnormal yaitu pada bagian bawah Rahim sehingga menghalangi Sebagian atau seluruh jalan lahir. Kasus plasenta previa merupakan salah satu penyebab perdarahan antepartum pada ibu hamil dan tidak sedikit dari kasus plasenta previa menyebabkan kematian ibu. Ada faktor-faktor yang diduga berperan dalam kasus kejadian plasenta previa, yaitu faktor usia, dan paritas. Risikonya meningkat pada ibu yang berusia >35 tahun dan paritas yang lebih dari 3 kali. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Periode Tahun 2019 – 2020. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Poli Kandungan RSBK Batam pada periode tahun 2019 – 2020. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 86. Hasil penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi, kemudian diuji dengan chi-square. Hasil: Hasil analisis chi-square untuk hubungan usia dengan plasenta previa didapatkan p= 0,001 dimana p lebih kecil dibandingkan dengan taraf signifikansi (α)= 5% (0,05). Dan untuk hubungan paritas dengan plasenta previa, p= 0,002 (p<0,05).

Sebagian besar ibu yang mengalami plasenta previa berusia lebih dari 35 tahun dan memiliki paritas lebih dari 3 kali.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usia dan paritas merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian plasenta previa.

Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kejadian plasenta previa, seperti riwayat operasi caesar sebelumnya, riwayat abortus, dan indeks massa tubuh ibu. Penelitian ini dapat menggunakan desain studi kohort untuk melihat hubungan sebab-akibat antara faktor-faktor tersebut dengan kejadian plasenta previa. Selain itu, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali pengalaman dan persepsi ibu hamil mengenai faktor-faktor risiko plasenta previa dan bagaimana mereka mengatasi risiko tersebut. Terakhir, disarankan untuk mengembangkan program edukasi kesehatan bagi ibu hamil mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan plasenta previa, serta pentingnya pemeriksaan kehamilan secara teratur untuk memantau kondisi kehamilan dan mendeteksi dini adanya risiko plasenta previa. Program edukasi ini dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti seminar, workshop, dan media sosial, serta melibatkan tenaga kesehatan dan keluarga dalam memberikan dukungan kepada ibu hamil.

Read online
File size196.26 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test