UNNESUNNES

Journal of Social and Industrial PsychologyJournal of Social and Industrial Psychology

Industri di Indonesia semakin berkembang, sehingga perusahaan harus terus fokus pada produksi. Untuk mendapatkan efisiensi dan keuntungan perusahaan menggunakan karyawan outsourcing dari perusahaan penyedia tenaga kerja. Karyawan outsourcing bekerja untuk sebuah perusahaan melalui perusahaan yang menyediakan tenaga kerja. Dengan adanya sistem kerja waktu tetap, karyawan outsourcing memiliki kekhawatiran tentang masa depan mereka. Beberapa faktor memengaruhi munculnya ketidaknyamanan kerja, termasuk dukungan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara dukungan sosial dan ketidaknyamanan kerja di kalangan karyawan outsourcing. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah pengambilan sampel jenuh, dengan total sampel sebanyak 83 karyawan outsourcing. Alat ukur yang digunakan adalah skala dukungan sosial yang terdiri dari 26 item, dimensi kuantitatif skala ketidaknyamanan kerja sebanyak 3 item, dan dimensi kualitatif sebanyak 4 item. Skala dukungan sosial memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,886, dimensi kuantitatif skala ketidaknyamanan kerja sebesar 0,604, dan dimensi kualitatif ketidaknyamanan kerja sebesar 0,786. Teknik analisis menggunakan korelasi Pearson dengan bantuan software pemrosesan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai korelasi dukungan sosial dengan ketidaknyamanan kerja dalam dimensi kuantitatif adalah r = 0,338 dengan p = 0,002 <0,05. Selanjutnya, nilai korelasi dimensi kualitatif dukungan sosial dengan ketidaknyamanan kerja adalah r = -0,228 dengan p = 0,008 < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan oleh penulis dinyatakan diterima meskipun arah hubungan berbeda.

Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan diskusi di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dan ketidaknyamanan kerja pada dimensi kuantitatif karyawan outsourcing, terdapat hubungan antara dukungan sosial dan ketidaknyamanan kerja pada pengukuran kualitatif karyawan outsourcing.Selanjutnya, deskripsi dukungan sosial untuk karyawan outsourcing berada dalam kategori tinggi.Selanjutnya, dimensi kuantitatif ketidaknyamanan kerja karyawan outsourcing berada dalam kategori tinggi, dan pengukuran kualitatif ketidaknyamanan kerja untuk karyawan outsourcing berada dalam kategori rendah.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi dampak jenis dukungan sosial tertentu (seperti dukungan emosional atau material) terhadap tingkat ketidaknyamanan kerja karyawan outsourcing. Selain itu, dapat diteliti pengaruh kebijakan perusahaan terhadap perasaan aman dan kepuasan kerja karyawan outsourcing. Penelitian juga bisa menggabungkan faktor demografis seperti usia, jenis kelamin, atau latar belakang pendidikan untuk melihat perbedaan respons terhadap dukungan sosial dan ketidaknyamanan kerja. Hal ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang cara mengurangi ketidaknyamanan kerja melalui strategi dukungan sosial yang lebih spesifik.

Read online
File size217.31 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test