UNNESUNNES

Journal of Social and Industrial PsychologyJournal of Social and Industrial Psychology

Perkembangan teknologi saat ini memberikan kemudahan bagi masyarakat, salah satunya dalam berutang melalui aplikasi pinjaman online. Namun, hal ini telah menyebabkan perubahan perilaku masyarakat yang cenderung meminjam tanpa memikirkan risiko yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku mengambil risiko pada pengguna fintech peer-to-peer lending. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 160 subjek pengguna fintech peer-to-peer lending. Teknik pengambilan sampel aksidental digunakan dalam penelitian ini. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan pengumpulan data menggunakan skala perilaku mengambil risiko dengan nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,923 dengan total item 25 dan dinyatakan valid pada setiap variabel. Berdasarkan analisis melalui perangkat lunak data penelitian, deskripsi perilaku mengambil risiko pada pengguna fintech peer-to-peer lending, disimpulkan bahwa pengguna fintech peer-to-peer lending berada dalam kategori perilaku mengambil risiko rendah sebesar 60,6%, kriteria sedang sebesar 35%, dan kriteria tinggi sebesar 4,4%. Hal ini berarti bahwa perilaku mengambil risiko yang diangkat oleh subjek pengguna fintech peer-to-peer lending dalam penelitian ini cukup rendah, sementara perilaku yang mengandung risiko menyebabkan individu menerima kemungkinan negatif yang rendah.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat perilaku mengambil risiko pada pengguna fintech peer-to-peer lending relatif rendah.Beberapa aspek yang memengaruhi perilaku mengambil risiko adalah perilaku mencari sensasi, perilaku sembrono, perilaku memberontak, dan perilaku antisosial, namun dari tiga faktor tersebut, perilaku antisosial merupakan aspek yang paling menentukan perilaku mengambil risiko tinggi dan rendah.Penelitian ini memberikan saran bagi pengguna fintech peer-to-peer lending untuk lebih berhati-hati dalam memilih platform pinjaman online dan menghitung tingkat risiko yang akan terjadi.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku mengambil risiko pada pengguna fintech peer-to-peer lending. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengaruh karakteristik individu seperti tingkat literasi keuangan dan pengalaman sebelumnya dengan pinjaman online terhadap perilaku mengambil risiko. Studi komparatif juga dapat dilakukan dengan membandingkan perilaku mengambil risiko antara pengguna fintech peer-to-peer lending dengan pengguna layanan keuangan tradisional untuk mengidentifikasi perbedaan signifikan dan implikasinya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai perilaku mengambil risiko dalam konteks fintech dan membantu dalam pengembangan strategi mitigasi risiko yang efektif bagi pengguna dan penyedia layanan.

  1. Peran Fintech Dalam Meningkatkan Keuangan Inklusif Pada UMKM Di Indonesia (Pendekatan Keuangan Syariah)... doi.org/10.30651/jms.v3i1.1618Peran Fintech Dalam Meningkatkan Keuangan Inklusif Pada UMKM Di Indonesia Pendekatan Keuangan Syariah doi 10 30651 jms v3i1 1618
  2. Pengaruh trait Kepribadian (Personality) Dan Dukungan Sosial Terhadap Risk Taking Behavior Pada Pendaki... doi.org/10.15408/jp3i.v6i2.9162Pengaruh trait Kepribadian Personality Dan Dukungan Sosial Terhadap Risk Taking Behavior Pada Pendaki doi 10 15408 jp3i v6i2 9162
  3. Adbispreneur. fintech solusi pembiayaan umkm rizal adbispreneur jurnal pemikiran penelitian administrasi... doi.org/10.24198/adbispreneur.v3i2.17836Adbispreneur fintech solusi pembiayaan umkm rizal adbispreneur jurnal pemikiran penelitian administrasi doi 10 24198 adbispreneur v3i2 17836
Read online
File size278.55 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test