JIMF BIJIMF BI

Journal of Islamic Monetary Economics and FinanceJournal of Islamic Monetary Economics and Finance

Penelitian ini menyelidiki dampak inklusi keuangan digital terhadap kinerja ESG perusahaan dengan menggunakan sampel global yang mencakup 660 institusi konvensional dan Islam pada periode 2010‑2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan digital dapat secara signifikan meningkatkan kinerja ESG perusahaan. Keunikan studi ini terletak pada penerapan metodologi baru berupa model efek tetap dan Metode Kuantil Regresi Momen (MMQR) untuk mengidentifikasi secara empiris bagaimana inklusi keuangan digital memengaruhi kinerja ESG dari kuantil rendah hingga tinggi (0,1‑0,9). Analisis menggunakan estimasi SLS tahap pertama dan kedua juga mengungkap bahwa dampak inklusi keuangan digital lebih signifikan terhadap skor ESG bank Islam, khususnya pada tingkat digitalisasi yang tinggi. Temuan tersebut didukung oleh teori legitimasi dan pemangku kepentingan. Faktor ESG terbukti dipengaruhi secara signifikan oleh penerapan aplikasi dan platform digital modern pada industri yang diatur oleh institusi Islam. Analisis sub‑sampel institusi keuangan serta analisis heterogenitas tingkat independensi dewan dan ukuran dewan menunjukkan pengaruh signifikan terhadap penerapan inklusi keuangan digital dan kinerja ESG, menekankan kebutuhan mitigasi risiko bank melalui pengungkapan informasi non‑keuangan serta penyelesaian konflik agensi di antara pemangku kepentingan untuk investasi pada proyek hijau berkelanjutan. Akhirnya, hasil penelitian tetap robust setelah mengatasi masalah endogenitas dan melakukan pemeriksaan ketahanan, memberikan wawasan baru mengenai evolusi inklusi keuangan digital dan kinerja ESG.

Penelitian ini meneliti dampak inklusi keuangan digital terhadap pengungkapan ESG perusahaan pada lembaga keuangan konvensional dan Islam.Hasil empiris menunjukkan bahwa inklusi fintech secara positif memengaruhi pengungkapan ESG bank karena terciptanya lingkungan informasi yang lebih baik, yang mendorong transparansi dan mengurangi asimetri informasi.Implementasi teknologi digital yang positif ini mendukung perilaku berkelanjutan bank dan institusi serta memperoleh sinyal positif dari pasar.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh inklusi keuangan digital terhadap kinerja ESG pada sektor non‑bank seperti asuransi dan perusahaan investasi, dengan membandingkan mekanisme yang berbeda antar sektor. Selanjutnya, studi longitudinal yang memanfaatkan data mikro perusahaan serta peristiwa kebijakan peluncuran layanan keuangan digital (misalnya mobile money) dapat mengidentifikasi hubungan kausal antara adopsi teknologi digital dan masing‑masing dimensi ESG, sehingga memperkuat bukti tentang efek temporal. Selain itu, penelitian yang memfokuskan pada teknologi spesifik seperti blockchain atau kecerdasan buatan dapat menilai kontribusinya terhadap aspek lingkungan, sosial, atau tata kelola secara terpisah pada bank Islam, sambil mempertimbangkan peran regulasi dan budaya Syariah sebagai moderator. Pendekatan metodologis campuran antara analisis kuantitatif kuantil dan studi kasus kualitatif diyakini dapat menangkap kompleksitas interaksi tersebut. Dengan menjawab pertanyaan‑pertanyaan tersebut, literatur akan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana inovasi digital dapat dioptimalkan untuk meningkatkan praktik ESG secara inklusif dan berkelanjutan.

  1. DOES DIGITAL FINANCIAL INCLUSION IMPACT ESG PERFORMANCE IN ISLAMIC AND CONVENTIONAL FINANCIAL INSTITUTIONS?... jimf-bi.org/JIMF/article/view/2340DOES DIGITAL FINANCIAL INCLUSION IMPACT ESG PERFORMANCE IN ISLAMIC AND CONVENTIONAL FINANCIAL INSTITUTIONS jimf bi JIMF article view 2340
Read online
File size411.4 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test