APTKLHIAPTKLHI
Indonesian Journal of Forestry ResearchIndonesian Journal of Forestry ResearchProgram Perhutanan Sosial (SF) yang sedang diterapkan di Indonesia mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kelestarian sumber daya hutan. Melalui Perhutanan Sosial, tujuan konservasi lingkungan dapat sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kelestarian hutan dianggap dalam kondisi yang baik bila ada keberlanjutan fungsi ekologi dan fungsi ekonomi. Penelitian ini menginvestigasi tingkat kesejahteraan melalui kontribusi pendapatan dan kelestarian hutan di Kelompok Tani Hutan (KTH) Bhakti Alam Lestari. Hasil yang diperoleh yaitu (1) program PS memberikan kontribusi rata-rata pendapatan sebesar 28,5 % dari total pendapatan anggota dan mengurangi tingkat kemiskinan dari 54 % menjadi 20 %; (2) rata-rata pendapatan per kapita per bulan dari pengelolaan lahan IPHPS mencapai sekitar 9,7 USD (Rp 161.478), dan (3) terjadi perbaikan tutupan lahan dengan area terbuka menurun dari 19 % menjadi 15 % dan vegetasi rendah meningkat dari 25 % menjadi 32 %, ditandai oleh beragamnya jenis tanaman MPTS.
Perhutanan Sosial memberikan kontribusi rata-rata 28,5 % terhadap total pendapatan anggota KTH Bhakti Alam Lestari, sehingga persentase anggota miskin menurun menjadi 20 % dan yang tidak miskin meningkat menjadi 80 %.Program ini juga dipersepsi positif oleh masyarakat dalam meningkatkan tutupan lahan, kualitas tanah, kondisi mata air, dan keanekaragaman satwa liar.Analisis perubahan tutupan lahan menggunakan data citra satelit Sentinel-2A dan NDVI (2018–2023) menunjukkan penurunan area terbuka dari 19 % menjadi 15 % dan peningkatan vegetasi rendah dari 25 % menjadi 32 %.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih mendalam mekanisme distribusi manfaat dan tata kelola antara pemerintah, Perhutani, dan kelompok tani (KTH) dalam program Perhutanan Sosial untuk mengetahui model bagi hasil yang adil dan transparan yang mampu meningkatkan kepercayaan serta partisipasi aktif masyarakat di berbagai tingkatan. Di samping itu, perlu dilakukan studi empiris jangka panjang terkait dampak diversifikasi jenis tanaman multi guna (MPTS) pada lahan petani terhadap produktivitas ekonomi rumah tangga dan keanekaragaman hayati, misalnya dengan memadukan data siklus panen, pengukuran tutupan lahan, dan kuantifikasi spesies flora dan fauna. Terakhir, penelitian tentang dinamika sosial dan pola kemitraan antargenerasi di dalam KTH sangat penting untuk memahami faktor-faktor penghambat serta pendukung keberlanjutan program perhutanan sosial, termasuk peran generasi muda dalam inovasi pengelolaan hutan lestari dan transfer pengetahuan lintas generasi.
- Holding social forestry hostage in Indonesia: Contested bureaucracy mandates and potential escape pathways... doi.org///10.1016/j.envsci.2021.11.013Holding social forestry hostage in Indonesia Contested bureaucracy mandates and potential escape pathways doi 10 1016 j envsci 2021 11 013
- DOI Name 10.23960 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix... doi.org///10.23960DOI Name 10 23960 Values name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix doi 10 23960
- Effectiveness and Institutional Conditions in Social Forestry Program: Case Study of Forest Village Community... doi.org/10.23960/jsl.v10i1.525Effectiveness and Institutional Conditions in Social Forestry Program Case Study of Forest Village Community doi 10 23960 jsl v10i1 525
- Prophets and profits in Indonesia's social forestry partnership schemes: Introducing a sequential... doi.org/10.1016/j.forpol.2020.102160Prophets and profits in Indonesias social forestry partnership schemes Introducing a sequential doi 10 1016 j forpol 2020 102160
- The prospect of the utilization of Non-Timber Forest Products from Setulang Village forest based on local... doi.org///10.13057/biodiv/d190209The prospect of the utilization of Non Timber Forest Products from Setulang Village forest based on local doi 10 13057 biodiv d190209
| File size | 806.43 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
USIUSI Faktor utama membentuk kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan adalah modal sosial yang kuat dan kemampuan adaptasi masyarakat, sedangkan akses dan pendampinganFaktor utama membentuk kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan adalah modal sosial yang kuat dan kemampuan adaptasi masyarakat, sedangkan akses dan pendampingan
UNPARUNPAR Migrasi internasional memengaruhi tujuan kebijakan luar negeri Indonesia, terutama dalam hal keamanan dan stabilitas domestik. Faktor ekonomi dan sosialMigrasi internasional memengaruhi tujuan kebijakan luar negeri Indonesia, terutama dalam hal keamanan dan stabilitas domestik. Faktor ekonomi dan sosial
STAIYPIQBAUBAUSTAIYPIQBAUBAU Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini secara umum sudah berjalan dengan baik berkat kerjasama antar panitia serta dukungan berbagai pihak. Namun ada beberapaPelaksanaan kegiatan pengabdian ini secara umum sudah berjalan dengan baik berkat kerjasama antar panitia serta dukungan berbagai pihak. Namun ada beberapa
UBUB Indikator keberhasilan terlihat dari kemampuan peserta yang secara mandiri memproduksi kedua produk tersebut, menandakan peningkatan pemahaman dan keterampilan.Indikator keberhasilan terlihat dari kemampuan peserta yang secara mandiri memproduksi kedua produk tersebut, menandakan peningkatan pemahaman dan keterampilan.
LENTERANUSALENTERANUSA Masyarakat miskin di Desa Karangmulya didominasi oleh lansia dan janda yang biasanya bekerja sebagai petani atau asisten rumah tangga, dengan pendapatanMasyarakat miskin di Desa Karangmulya didominasi oleh lansia dan janda yang biasanya bekerja sebagai petani atau asisten rumah tangga, dengan pendapatan
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Pengkajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat preferensi petani terhadap pola kemitraan usahatani cabai merah dengan cara menganalisis faktor-faktorPengkajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat preferensi petani terhadap pola kemitraan usahatani cabai merah dengan cara menganalisis faktor-faktor
UNIMALUNIMAL Penyediaan air bersih, listrik, tempat sampah, dan akomodasi di Pantai Bali masih kurang memadai dan perlu dilengkapi untuk menjamin keberlangsungan ekowisataPenyediaan air bersih, listrik, tempat sampah, dan akomodasi di Pantai Bali masih kurang memadai dan perlu dilengkapi untuk menjamin keberlangsungan ekowisata
UINUIN Penelitian ini merekomendasikan agar hakim lebih mendalami prinsip-prinsip maqâshid al-syarîah, khususnya terkait perlindungan jiwa istri dan keturunan,Penelitian ini merekomendasikan agar hakim lebih mendalami prinsip-prinsip maqâshid al-syarîah, khususnya terkait perlindungan jiwa istri dan keturunan,
Useful /
APTKLHIAPTKLHI Indonesia khususnya Kota Palangka Raya yang terletak di Kalimantan Tengah memiliki kawasan hutan dengan luas sekitar 241.736,25 hektar. Kawasan hutan tersebutIndonesia khususnya Kota Palangka Raya yang terletak di Kalimantan Tengah memiliki kawasan hutan dengan luas sekitar 241.736,25 hektar. Kawasan hutan tersebut
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Teknik analisis data menggunakan uji statistik Structural Equation Modeling (VB-SEM) berbasis varians menggunakan aplikasi Smart Partial Least SquaresTeknik analisis data menggunakan uji statistik Structural Equation Modeling (VB-SEM) berbasis varians menggunakan aplikasi Smart Partial Least Squares
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Cyber extension hadir sebagai salah satu media untuk menyebarkan teknologi pertanian. Kementerian Pertanian telah menghadirkan cyber extension sebagaiCyber extension hadir sebagai salah satu media untuk menyebarkan teknologi pertanian. Kementerian Pertanian telah menghadirkan cyber extension sebagai
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Faktor internal yang mempengaruhi tingkat partisipasi adalah luas lahan, sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh adalah peran penyuluh, ketersediaanFaktor internal yang mempengaruhi tingkat partisipasi adalah luas lahan, sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh adalah peran penyuluh, ketersediaan