UNNESUNNES

Journal of Social and Industrial PsychologyJournal of Social and Industrial Psychology

Media sosial merupakan bentuk perkembangan teknologi yang memunculkan perilaku baru yang disebut perilaku braggadocios, yang sering ditandai dengan selalu mengunggah status/tweet untuk menunjukkan betapa keren dan terkenalnya seseorang. Selain itu, media sosial adalah salah satu platform sosial baru di mana seseorang akan mencoba menciptakan kesan yang diinginkannya, yang disebut, presentasi diri online. Generasi milenial adalah generasi yang paling akrab dengan media sosial. Karena mereka menyukai bentuk interaksi di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara presentasi diri online dan perilaku braggadocios pada generasi milenial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis korelasional. Subjek penelitian adalah mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang tersebar di Fakultas Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Bahasa dan Seni, dan Fakultas Hukum dengan total 347 subjek. Spearman Rho digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis dapat diterima, dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,853 dengan tingkat signifikansi 0,000. Ini berarti bahwa ada hubungan positif antara presentasi diri online dan perilaku braggadocios pada generasi milenial. Aspek penghubung antara kedua variabel tersebut adalah identitas ganda, yang terdiri dari identitas dari kelahiran (etnis, agama, dan gender) dan identitas buatan. Pengguna media akan menekankan identitas buatan dan menjadikannya diri ideal.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara presentasi diri online dan perilaku braggadocios pada generasi milenial.Hasil penelitian menggambarkan bahwa tingkat perilaku braggadocios pada generasi milenial berada dalam kategori tinggi.Hasil penelitian menggambarkan bahwa tingkat presentasi diri online pada generasi milenial berada dalam kategori tinggi.Berdasarkan hasil analisis data, diskusi, dan kesimpulan, peneliti dapat menyampaikan saran kepada pihak-pihak terkait sebagai berikut, institusi Universitas Negeri Semarang diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai sikap, pemanfaatan, dan bahaya dalam menampilkan diri di media sosial bagi mahasiswa.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, terdapat beberapa arah penelitian yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor psikologis yang lebih mendalam yang mendorong perilaku presentasi diri online dan perilaku braggadocios pada generasi millennial, seperti peran harga diri, kebutuhan akan validasi sosial, dan pengaruh budaya. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan partisipan dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi dan budaya untuk melihat apakah terdapat perbedaan pola perilaku presentasi diri online dan braggadocios. Ketiga, penelitian dapat menggunakan metode kualitatif, seperti wawancara mendalam atau observasi partisipatif, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih kaya dan mendalam tentang motivasi dan pengalaman generasi millennial dalam menggunakan media sosial untuk menampilkan diri. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian selanjutnya dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang fenomena ini dan memberikan implikasi praktis untuk pengembangan program edukasi dan intervensi yang efektif.

Read online
File size311.54 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test