UNNESUNNES
Journal of Social and Industrial PsychologyJournal of Social and Industrial PsychologySuperstitious belief sering dijumpai bahkan dimiliki oleh individu. Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi salah satunya adalah lokasi tempat tinggal. Berdasarkan intensitas dan keaktifan masyarakatnya dalam menjaga budaya, tradisi dan kepercayaannya, lokasi tempat tinggal terbagi menjadi dua variasi yaitu lokasi tempat tinggal subsistem perkotaan dan subsistem non-perkotaan (desa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan superstitious belief pada masyarakat variasi tempat tinggal desa dengan variasi tempat tinggal kota, gambaran superstitious belief masyarakat desa dan masyarakat kota. Penelitian menggunakan metode kuantitatif komparasi dengan teknik sampling yaitu teknik quota sampling. Karakteristik subjek yaitu masyarakat suku Jawa, usia 18 s-d 60 tahun, dan durasi tinggal minimal 2 tahun di tempat tinggal domisili. Didapatkan sampel sejumlah 401 dengan 258 subjek kelompok variasi tempat tinggal desa dan 143 subjek kelompok variasi tempat tinggal kota. Pertanyaan penelitian 1 dijawab dengan uji hipotesisi dan pertanyaan 2 dan 3 dijawab dengan uji deskriptif. Hasil uji hipotesis menunjukan signifikansi (p) sebesar 0,001 dan mean difference sebesar 41,48, yang berarti terdapat perbedaan superstitious belief ditinjau dari variasi tempat tinggal (desa dan kota. Hasil uji deskriptif variasi tempat tinggal desa dan kota, keduanya termasuk dalam kategori sedang atau interval 88,67 ≤ X < 139,33 namun dengan perbedaan pada masyarakat variasi kota cenderung rendah.
Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara superstitious belief berdasarkan variasi tempat tinggal desa dengan variasi tempat tinggal kota.Pada variasi tempat tinggal desa, tingkat superstitious belief yang dimiliki berada pada kategori sedang.Sementara itu, pada variasi tempat tinggal kota, tingkat superstitious belief yang dimiliki berada pada kategori sedang cenderung rendah.Penelitian ini memberikan gambaran mengenai perbedaan superstitious belief berdasarkan variasi tempat tinggal desa dan kota.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan memperluas cakupan wilayah penelitian, tidak hanya terbatas pada suku Jawa, untuk menguji generalisasi temuan. Selain itu, penelitian dapat menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang memengaruhi superstitious belief, seperti tingkat pendidikan, pendapatan, dan pengalaman pribadi, serta bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi dengan variasi tempat tinggal. Lebih lanjut, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami secara mendalam makna dan fungsi superstitious belief dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa dan kota, termasuk bagaimana kepercayaan tersebut memengaruhi perilaku dan pengambilan keputusan mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena superstitious belief dan implikasinya dalam konteks sosial budaya Indonesia. Dengan demikian, hasil penelitian dapat digunakan untuk mengembangkan program-program edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang lebih efektif, serta untuk mempromosikan pemikiran kritis dan rasionalitas.
| File size | 338.45 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UVAYABJMUVAYABJM Proses pengumpulan data dilakukan dengan menghimpun 32 jurnal yang peneliti cari sebagai referensi, dan didapatkaan 10 jurnal yang sesuai dengan topikProses pengumpulan data dilakukan dengan menghimpun 32 jurnal yang peneliti cari sebagai referensi, dan didapatkaan 10 jurnal yang sesuai dengan topik
SERAMBISERAMBI Dengan pendekatan penelitian perpustakaan kualitatif, data dikumpulkan melalui analisis literatur akademik yang relevan, termasuk jurnal terpeer‑review,Dengan pendekatan penelitian perpustakaan kualitatif, data dikumpulkan melalui analisis literatur akademik yang relevan, termasuk jurnal terpeer‑review,
BDKJAKARTABDKJAKARTA Adapun faktor penghambatnya adalah sarana prasarana, beban administrasi pembelajaran, dan koordinasi yang kurang dengan orang tau/wali murid. BerdasarkanAdapun faktor penghambatnya adalah sarana prasarana, beban administrasi pembelajaran, dan koordinasi yang kurang dengan orang tau/wali murid. Berdasarkan
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Tokoh masyarakat, sebagaimana kita pahami secara kolektif, merupakan sebuah kelompok yang dapat digunakan sebagai suara kolektif, atau dapat digunakanTokoh masyarakat, sebagaimana kita pahami secara kolektif, merupakan sebuah kelompok yang dapat digunakan sebagai suara kolektif, atau dapat digunakan
UQGRESIKUQGRESIK Integrasi sains dan agama dalam pendidikan Islam memerlukan pendekatan seimbang yang menghargai pengetahuan empiris dan spiritual, mendorong dialog, berpikirIntegrasi sains dan agama dalam pendidikan Islam memerlukan pendekatan seimbang yang menghargai pengetahuan empiris dan spiritual, mendorong dialog, berpikir
ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA (2) Spiritualitas di tempat kerja akan meningkat jika penerapan iklim etika didominasi oleh aspek kepedulian, aturan, dan prioritas kepentingan organisasi.(2) Spiritualitas di tempat kerja akan meningkat jika penerapan iklim etika didominasi oleh aspek kepedulian, aturan, dan prioritas kepentingan organisasi.
UNUBLITARUNUBLITAR Sampel penelitian sebanyak 144 penyintas. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling purposive. Dengan menggunakan skala mendengarkan musik. AnalisisSampel penelitian sebanyak 144 penyintas. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling purposive. Dengan menggunakan skala mendengarkan musik. Analisis
UNUBLITARUNUBLITAR Secara perspektif Islam, childfree tidak secara spesifik dilarang, namun dianggap makruh kecuali dalam kondisi darurat yang mengancam kesehatan atau keselamatan.Secara perspektif Islam, childfree tidak secara spesifik dilarang, namun dianggap makruh kecuali dalam kondisi darurat yang mengancam kesehatan atau keselamatan.
Useful /
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Namun dalam pelaksanaannya baik pengawasan maupun supervisi masih mengalami kendala, yakni benturan perintah dan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki.Namun dalam pelaksanaannya baik pengawasan maupun supervisi masih mengalami kendala, yakni benturan perintah dan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki.
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Ada beberapa untuk menciptakan lingkungan agar tetap bersih: (1) Masyarakat (2) Sampah (3) kualitas kesehatan. Pada Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentangAda beberapa untuk menciptakan lingkungan agar tetap bersih: (1) Masyarakat (2) Sampah (3) kualitas kesehatan. Pada Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran kelompok wanita tani masuk dalam kategori tinggi dan bagus. Strategi-strategi dalam upaya meningkatkan peranHasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran kelompok wanita tani masuk dalam kategori tinggi dan bagus. Strategi-strategi dalam upaya meningkatkan peran
ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hipotesis dalam penelitian ini diuji menggunakan uji simultanTeknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hipotesis dalam penelitian ini diuji menggunakan uji simultan