ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA

Jurnal Apresiasi EkonomiJurnal Apresiasi Ekonomi

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis: (1) pengaruh iklim etika terhadap perilaku menyimpang; (2) pengaruh spiritualitas di tempat kerja terhadap perilaku menyimpang; (3) pengaruh komitmen organisasi terhadap perilaku menyimpang; (4) pengaruh iklim etika terhadap spiritualitas di tempat kerja; (5) pengaruh iklim etika terhadap komitmen organisasi; (6) pengaruh iklim etika terhadap perilaku menyimpang yang dimediasi oleh spiritualitas di tempat kerja; dan (7) pengaruh iklim etika terhadap perilaku menyimpang yang dimediasi oleh komitmen organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis SmartPLS, dengan populasi 207 orang aparatur sipil negara (ASN) yang memegang posisi struktural eselon 2b, 3a, dan 3b di Pemerintah Kabupaten Blitar, dan 67 di antaranya diambil sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim etika berpengaruh terhadap perilaku menyimpang, tetapi spiritualitas di tempat kerja tidak berpengaruh terhadap perilaku menyimpang. Sementara itu, komitmen organisasi tidak berpengaruh terhadap perilaku menyimpang, tetapi iklim etika berpengaruh terhadap komitmen organisasi. Selain itu, iklim etika juga berpengaruh terhadap spiritualitas di tempat kerja dan komitmen organisasi. Lebih lanjut, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa iklim etika berpengaruh terhadap perilaku menyimpang yang dimediasi oleh spiritualitas di tempat kerja, tetapi tidak melalui komitmen organisasi.

(1) Implementasi iklim etika yang mencakup iklim kepedulian, iklim hukum dan kode etik, iklim aturan, iklim prioritas kepentingan organisasi, dan iklim kebebasan dari prinsip-prinsip etika tidak berpengaruh dalam mengurangi tingkat perilaku menyimpang di antara pegawai ASN Pemerintah Kabupaten Blitar.Hal ini berarti bahwa meskipun iklim etika diterapkan secara optimal atau tidak, hal itu tidak secara otomatis membuat pegawai menghindari perilaku menyimpang di lingkungan kerja.Untuk mewujudkan Good Governance dan Good Government, aspek-aspek iklim etika belum mampu membuat ASN menghindari perilaku menyimpang.(2) Spiritualitas di tempat kerja akan meningkat jika penerapan iklim etika didominasi oleh aspek kepedulian, aturan, dan prioritas kepentingan organisasi.Selain itu, sosialisasi aspek-aspek hukum dan kode etik serta kebebasan dari prinsip-prinsip etika bagi pegawai ASN juga menjadi prioritas untuk meningkatkan semangat ASN dalam bekerja.Dengan penerapan iklim etika di semua unit kerja Pemerintah Kabupaten Blitar, spiritualitas di tempat kerja juga dapat meningkat.(3) Perilaku menyimpang ASN dalam Pemerintah Kabupaten Blitar tidak dipengaruhi oleh komitmen organisasi.Hal ini berarti bahwa meskipun komitmen organisasi telah meningkat, hal itu belum secara otomatis membuat ASN menghindari unsur-unsur perilaku menyimpang.Untuk mewujudkan Good Governance dan Good Government, peningkatan nilai-nilai komitmen organisasi di pegawai tidak cukup untuk membuat ASN menghindari perilaku menyimpang.(4) Untuk meningkatkan komitmen pegawai terhadap organisasi/lembaga melalui komitmen afektif, komitmen normatif, dan komitmen kontinuitas, sejauh mana iklim etika diterapkan dengan benar dan optimal adalah salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan.Komitmen pegawai untuk terus bekerja dengan loyalitas, ketaatan, kesetiaan, dan tanggung jawab terhadap lembaga akan semakin kuat jika pegawai merasa bahwa keinginan mereka dapat terpenuhi.Dengan demikian, penerapan yang baik dari konsep iklim etika dapat lebih meningkatkan komitmen pegawai terhadap lembaga tempat mereka bekerja.(5) Spiritualitas di tempat kerja yang mengandung aspek makna kerja, rasa komunitas, nilai-nilai bersama, dan kehidupan batin saling terkait dengan iklim etika.Di mana iklim etika memiliki pengaruh positif signifikan terhadap spiritualitas di tempat kerja.Semakin baik iklim etika yang diterapkan di tempat kerja, semakin baik pula spiritualitas pegawai di lingkungan tersebut.(6) Spiritualitas di tempat kerja dengan aspek makna kerja, rasa komunitas, nilai-nilai bersama, dan kehidupan batin dapat memediasi pengaruh iklim etika terhadap perilaku menyimpang.Bagi pegawai di Pemerintah Kabupaten Blitar, penerapan iklim etika yang terbentuk melalui iklim kepedulian, iklim hukum dan kode etik, iklim aturan, iklim prioritas kepentingan organisasi, dan iklim kebebasan dari prinsip-prinsip etika hanya dapat mengurangi perilaku menyimpang baik penyimpangan interpersonal maupun penyimpangan organisasi melalui mediasi spiritualitas di tempat kerja.(7) Komitmen organisasi yang mencakup komitmen afektif, komitmen normatif, dan komitmen kontinuitas tidak dapat digunakan sebagai mediasi untuk pengaruh iklim etika terhadap perilaku menyimpang.Bagi pegawai di Pemerintah Kabupaten Blitar, penerapan iklim etika secara tidak langsung dapat meningkatkan komitmen organisasi, tetapi komitmen organisasi tidak dapat memiliki pengaruh dalam mengurangi perilaku menyimpang, baik penyimpangan interpersonal maupun penyimpangan organisasi.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengkaji lebih lanjut faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku menyimpang di tempat kerja, seperti budaya organisasi, kepemimpinan, dan lingkungan kerja secara keseluruhan. Penelitian ini dapat membantu mengidentifikasi strategi-strategi yang lebih komprehensif untuk mengurangi perilaku menyimpang.. . 2. Menganalisis dampak dari penerapan spiritualitas di tempat kerja terhadap kinerja organisasi secara keseluruhan. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana spiritualitas dapat meningkatkan produktivitas, kepuasan kerja, dan komitmen pegawai, serta bagaimana hal itu dapat berdampak pada keberhasilan organisasi.. . 3. Meneliti hubungan antara komitmen organisasi dan perilaku menyimpang secara lebih mendalam. Penelitian ini dapat berfokus pada mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong atau menghambat komitmen pegawai, serta bagaimana komitmen tersebut dapat mempengaruhi perilaku menyimpang. Dengan memahami dinamika ini, organisasi dapat mengembangkan strategi-strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan komitmen pegawai dan mengurangi perilaku menyimpang.

Read online
File size502.32 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test