UMPRUMPR

Anterior JurnalAnterior Jurnal

Bahan ajar pada proses pembelajaran memegang peranan yang sangat penting. Jika dosen dapat memanfaatkan bahan ajar secara baik, maka dosen dapat berbagi peran dengan bahan ajar. Selain itu dosen yang menggunakan bahan ajar yang tepat dapat menghemat waktu dalam mengajar dan dapat mengubah peran dosen dari seorang pengajar menjadi fasilitator, serta dapat meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif. Bagi mahasiswa, bahan ajar dapat membantu menjadi pembelajar yang mandiri dan dapat digunakan untuk mengukur kompetensi yang telah dimiliki oleh mahasiswa. Mata kuliah budaya lokal merupakan mata kuliah pilihan yang diprogramkan pada semester enam dan tercantum pada kurikulum 2017 program studi pendidikan guru madrasah ibtiayah. Bahan ajar yang selama ini digunakan dalam kegiatan pembelajaran merupakan bahan ajar sederhana yang dibuat oleh dosen dengan menggunakan referensi dari internet dan buku yang sangat minim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar mata kuliah budaya lokal. Subjek penelitian adalah mahasiswa angkatan 2017, berjumlah 25 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi kegiatan perkuliahan dan angket terbuka untuk mahasiswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi pada pembelajaran mata kuliah budaya lokal adalah belum ada bahan ajar yang bisa dijadikan sebagai pegangan dalam proses pembelajaran. Hasil analisis angket kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar menunjukkan bahwa bahan ajar diperlukan oleh mahasiswa adalah berupa modul dan buku ajar.

Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan yang telah dideskripsikan, dapat disimpulkan bahwa pada proses pembelajaran mata kuliah Budaya Lokal masih belum tersedia bahan ajar yang memadai.Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar khusus untuk mata kuliah tersebut bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di IAIN Palangka Raya.Bahan ajar yang diusulkan dapat berupa modul dan buku ajar.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas penggunaan modul dan buku ajar yang dikembangkan terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Budaya Lokal, dengan membandingkan prestasi akademik sebelum dan sesudah penerapan bahan ajar baru. Selanjutnya, dapat dilakukan studi mengenai persepsi mahasiswa terhadap bahan ajar digital interaktif, seperti aplikasi mobile atau platform daring, untuk mengetahui kemudahan penggunaan, tingkat kepuasan, dan dampaknya terhadap motivasi belajar. Terakhir, penelitian longitudinal dapat meneliti dampak pelatihan dosen dalam model ADDIE terhadap kualitas bahan ajar yang dihasilkan serta keberlanjutan penggunaan bahan ajar tersebut dalam kurikulum, sehingga dapat memberikan gambaran tentang keberlanjutan dan peningkatan kompetensi pengajar.

Read online
File size269.1 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test