POLTEKBANGMAKASSARPOLTEKBANGMAKASSAR

Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan TransportasiAirman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap penyesuaian diri taruna taruni tingkat pertama Atkp Makassar. Populasi penelitian ini adalah taruna taruni tingkat pertama jalur madiri ATKP Makassar. Sampel berjumlah 48 taruna/i. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling. Metode pengambilan data dengan menggunakan skala dukungan sosial dan skala penyesuaian diri dengan modifikasi skala likert. Analisis menggunakan analisi regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel (X) dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap variabel (Y) penyesuaian diri pada taruna jalur mandiri ATKP Makassar. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis korelasi sebesar 0,677. Koefisien determinasi dalam penelitian ini sebesar 0,458 artinya dukungan sosial berpengaruh terhadap penyesuaian diri sebesar 45,8% sedangkan sisanya 54,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak ada dalam penelitian ini. Dari hasil uji t dapat dilihat bahwa nilai thitung dari variable bebas dukungan sosial sebesar 5,892 yang lebih besar dari ttabel pada taraf signifikansi 0,05 adalah 1,682. Dikarenakan thitung> ttabel (5,892 > 1,682) maka H1 diterima. Artinya variable bebas dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variable penyesuaian diri.

Bentuk dukungan sosial yang dibutuhkan oleh taruna – taruni tingkat satu adalah kesediaan orang – orang di sekitar taruna – taruni untuk membuat taruna – Taruni menjadi bagian dari Taruna – Taruni ATKP Makassar (belonging support).Dengan mendapat dukungan ini, taruna – taruni dapat merasa nyaman di kampus sehingga semakin terikat dan berkomitmen terhadap institusi, dapat belajar dengan senang dan menatap masa depan dengan cerah.

Mengingat penelitian ini menemukan bahwa dukungan sosial hanya menjelaskan sekitar 45,8% dari penyesuaian diri taruna, sangat penting untuk menyelidiki faktor-faktor lain yang turut memengaruhi sisa 54,2% tersebut. Penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam peran faktor internal individu seperti resiliensi, kemampuan mengatasi stres (coping mechanisms), atau bahkan karakteristik kepribadian taruna. Selain itu, faktor eksternal seperti dukungan keluarga, ekspektasi akademik, atau pengalaman sebelumnya dalam lingkungan disipliner juga patut dianalisis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif. Studi ini juga menunjukkan adanya perbedaan tingkat dukungan dari sumber yang berbeda, di mana dukungan dari kakak tingkat lebih rendah dibandingkan teman seangkatan. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat berfokus pada efektivitas berbagai program intervensi atau bimbingan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas dukungan sosial dari kakak tingkat kepada taruna baru. Apakah program mentoring formal, kegiatan orientasi yang lebih terstruktur, atau sistem pembinaan personal dapat secara signifikan memperbaiki penyesuaian diri taruna di lingkungan asrama yang unik ini? Terakhir, untuk mengukur dampak jangka panjang dari penyesuaian diri yang baik, perlu dilakukan penelitian longitudinal. Bagaimana penyesuaian diri taruna pada tahun pertama di ATKP Makassar memengaruhi kinerja akademik mereka di semester-semester berikutnya, tingkat kelulusan, atau bahkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja setelah lulus? Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih utuh tentang pentingnya penyesuaian diri dan dukungan sosial bukan hanya untuk kenyamanan taruna, tetapi juga untuk kesuksesan karir dan masa depan mereka.

Read online
File size270.21 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test