POLTEKBANGMAKASSARPOLTEKBANGMAKASSAR

Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan TransportasiAirman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi

Dalam menunjang kelancaran operasional keselamatan penerbangan, fasilitas penunjang keselamatan penerbangan perlu mendapat perawatan, pemeliharaan, serta pengawasan dan pengamanan yang mumpuni, terkhusus pada peralatan fasilitas alat bantu navigasi penerbangan yaitu DVOR (Doppler Very High Frequency Omni Directional Range) di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado yang tidak memiliki pengamanan yang memadai. Tujuan perancangan ini adalah untuk menghasilkan rancangan sistem pengaman shelter DVOR agar pengawasan dan pengamanan shelter DVOR lebih efektif. Metode rancangan sistem pengaman ini menggunakan sebuah sensor gerak atau disebut sensor PIR (Passive Infrared Receiver) yang diintegrasikan dengan mikrokontroller. Apabila sensor PIR mendeteksi gerakan manusia maka akan memberi inputan ke mikrokontroller untuk diproses. Output dari mikrokontroller akan mengaktifkan alarm dan menampilkan informasi pada LCD (Liquid Crystal Display) serta mengirimkan perintah kepada modul WAVECOM untuk melakukan panggilan ke ponsel security. Setelah security menutup panggilan tersebut maka akan muncul notifikasi berupa SMS untuk mematikan atau tetap menghidupkan alarm hingga security tiba di lokasi shelter DVOR. Rancangan sistem pengaman ini dapat membantu security dalam pengawasan dari jarak jauh serta meningkatkan keamanan pada area sekitar shelter DVOR agar dapat memantau dan meminimalisir tindakan–tindakan kriminal di area sekitar shelter DVOR.

Rancangan sistem pengaman ini dapat menghasilkan pengawasan dan pengamanan shelter DVOR dengan menggunakan sensor PIR berbasis mikrokontroller.Sistem pengaman ini bekerja saat adanya pergerakan yang terdeteksi oleh sensor PIR dengan jarak jangkauan maksimal 28 cm, sehingga security dapat sedini mungkin mengetahui apabila terjadi tindak kriminal/adanya penyusupan di area shelter DVOR.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan pengembangan sistem dengan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis pola pergerakan dan membedakan antara aktivitas manusia yang sah dan potensi ancaman. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sensor yang lebih sensitif dan tahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem, seperti hujan atau kabut, untuk memastikan keandalan sistem pengamanan. Ketiga, integrasi sistem dengan teknologi Internet of Things (IoT) dapat memungkinkan pemantauan jarak jauh secara real-time dan memberikan notifikasi yang lebih akurat kepada pihak keamanan, sehingga respons terhadap potensi ancaman dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efektif.

Read online
File size384.04 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test