JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR

JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCEJOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCE

Kepemimpinan pada organisasi modern telah mengalami pergeseran paradigma yang signifikan. Tidak lagi semata-mata dipahami sebagai kekuasaan formal yang melekat pada jabatan struktural, kepemimpinan kini ditelaah sebagai proses interpersonal yang kompleks, dinamis, dan sarat dengan nuansa pengaruh. Dalam lingkungan organisasi yang semakin horizontal, kolaboratif, dan berbasis pada jaringan (network-based), efektivitas seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh wewenang formal, melainkan oleh kecakapannya dalam memengaruhi orang lain secara strategis dan etis. Ada sembilan taktik utama digunakan oleh para pemimpin untuk memengaruhi perilaku dan keputusan orang lain, yaitu: legitimasi, persuasi rasional, permohonan yang bersifat inspirasional, konsultasi, pertukaran, permohonan pribadi, penjilatan (ingratiation), tekanan, dan koalisi.

Penelitian ini menegaskan bahwa taktik pengaruh merupakan komponen sentral dalam praktik kepemimpinan yang efektif.Sembilan taktik utama sebagaimana diklasifikasikan oleh Robbins, S., & Judge, (2023) yaitu legitimasi, persuasi rasional, permohonan inspirasional, konsultasi, pertukaran, permohonan pribadi, penjilatan, tekanan, dan koalisi digunakan secara strategis oleh pemimpin dalam berbagai konteks organisasi.Taktik seperti persuasi rasional, konsultasi, dan permohonan inspirasional umumnya dianggap paling etis dan efektif, terutama dalam Perspektif organisasi modern yang mengedepankan partisipasi dan transparansi.Efektivitas taktik sangat bergantung pada konteks, seperti situasi formal/informal, hubungan hierarkis, dan tujuan jangka pendek vs jangka panjang.Taktik pengaruh adalah komponen integral dari kepemimpinan.Pemimpin yang efektif harus mampu menyesuaikan taktik dengan konteks sosial dan nilai etis.Taktik pengaruh yang dijalankan oleh Pemimpin harus lah efektif dan mampu menyesuaikan taktik dengan konteks sosial dan nilai etis.Taktik pengaruh dalam menjalankan kepemimpinan tidaklah dilarang tetapi harus dilakukan bertanggung jawab dan elegan.Pelatihan kepemimpinan perlu fokus pada pengembangan keterampilan interpersonal dan kesadaran etis.Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi taktik pengaruh dalam sektor publik, pendidikan, dan organisasi startup yang lebih fleksibel.

Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:. . 1. Mengkaji lebih lanjut pengaruh taktik-taktik tertentu dalam konteks organisasi publik, seperti birokrasi pemerintahan atau lembaga pendidikan, untuk memahami bagaimana dinamika kekuasaan dan politik organisasi memengaruhi efektivitas kepemimpinan.. . 2. Meneliti pengaruh taktik pengaruh dalam organisasi startup yang lebih fleksibel dan dinamis, dengan mempertimbangkan bagaimana budaya organisasi yang unik dan nilai-nilai inovasi memengaruhi penggunaan taktik-taktik tertentu.. . 3. Menganalisis dampak jangka panjang dari penggunaan taktik pengaruh yang etis dan strategis terhadap budaya organisasi, termasuk bagaimana pengaruh tersebut dapat memperkuat komitmen, inovasi, dan kepercayaan dalam tim kerja.. . Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang bagaimana taktik pengaruh dapat digunakan secara efektif dan bertanggung jawab dalam berbagai konteks organisasi, serta bagaimana pengaruh tersebut dapat berkontribusi pada keberhasilan dan kesejahteraan organisasi secara keseluruhan.

  1. Taktik Pengaruh dalam Kepemimpinan | JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCE. taktik pengaruh kepemimpinan... journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/jass/article/view/2105Taktik Pengaruh dalam Kepemimpinan JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCE taktik pengaruh kepemimpinan journal stiayappimakassar ac index php jass article view 2105
Read online
File size868.44 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test