SMARTPUBLISHERSMARTPUBLISHER

Jurnal Ilmiah Manajemen dan AkuntansiJurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi

Keberhasilan penerapan akuntansi keberlanjutan tidak hanya bergantung pada sistem dan kebijakan perusahaan, tetapi juga pada perilaku individu dan budaya organisasi yang mendasarinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aspek keperilakuan dalam penerapan akuntansi keberlanjutan melalui pendekatan studi literatur terhadap berbagai jurnal nasional dan internasional. Hasil telaah menunjukkan bahwa kesadaran keberlanjutan, nilai etika, motivasi manajerial, serta budaya organisasi yang terbuka memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas pelaporan keberlanjutan. Selain itu, faktor eksternal seperti tekanan pemangku kepentingan dan regulasi pelaporan, termasuk penerapan Global Reporting Initiative (GRI) dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), turut memperkuat komitmen organisasi terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan. Dengan demikian, aspek keperilakuan menjadi faktor kunci yang mengubah akuntansi keberlanjutan dari sekadar kewajiban administratif menjadi strategi manajerial berbasis nilai dan etika. Artikel ini memberikan kontribusi teoritis dalam memperluas pemahaman tentang integrasi antara perilaku manusia dan praktik akuntansi keberlanjutan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil telaah pustaka, dapat disimpulkan bahwa aspek keperilakuan memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas penerapan akuntansi keberlanjutan.Dimensi keperilakuan yang mencakup kesadaran individu, nilai etika, persepsi terhadap manfaat sosial, budaya organisasi, dan motivasi manajerial—menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pelaporan yang tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab moral organisasi terhadap lingkungan dan masyarakat.Kesadaran keberlanjutan di tingkat individu menjadi titik awal perubahan perilaku menuju praktik akuntansi yang lebih etis dan berorientasi pada keberlanjutan.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa arah penelitian yang menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen pengukuran kesadaran keberlanjutan di kalangan manajer dan akuntan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor kontekstual seperti industri dan ukuran perusahaan. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana budaya organisasi yang adaptif dan inovatif dapat memfasilitasi integrasi praktik akuntansi keberlanjutan ke dalam strategi bisnis jangka panjang. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji secara empiris hubungan antara penerapan standar GRI dan ESG dengan kinerja keuangan dan reputasi perusahaan, dengan mengendalikan variabel-variabel keperilakuan yang relevan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana aspek keperilakuan dapat menjadi kunci keberhasilan implementasi akuntansi keberlanjutan, sehingga mendorong perusahaan untuk tidak hanya memenuhi kewajiban pelaporan, tetapi juga berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan.

Read online
File size395.26 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test