UNISSULAUNISSULA

Sultan Agung Management JournalSultan Agung Management Journal

Budaya organisasi adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi perilaku dan kinerja pegawai dalam sebuah institusi. Dalam konteks organisasi modern, nilai-nilai keagamaan yang tertanam dalam individu juga diyakini dapat memperkuat hubungan antara budaya organisasi dan produktivitas kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dan menguji peran religiusitas sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Penelitian ini dilakukan di lingkungan kerja Bank Indonesia, Wilayah Jakarta, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada responden dan dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai signifikansi sebesar 0,01. Hal ini dibuktikan melalui pengujian hipotesis pertama, di mana hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Selain itu, pengujian hipotesis kedua juga membuktikan bahwa variabel religiusitas memiliki peran moderasi yang signifikan dalam memperkuat hubungan antara budaya organisasi dan kinerja pegawai dengan nilai signifikansi sebesar 0,02. Kontribusi budaya organisasi terhadap kinerja tercatat sebesar 40,7%, dan meningkat menjadi 55,0% setelah memasukkan variabel religiusitas ke dalam model. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin kuat budaya organisasi yang dibangun dan semakin tinggi tingkat religiusitas individu, semakin baik pula kinerja pegawai.

Berdasarkan hasil pengujian dua hipotesis yang dirumuskan, dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai.Hal ini dibuktikan dengan penolakan hipotesis nol (Ho₁) dan penerimaan hipotesis alternatif (H₁), yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dengan nilai signifikansi sebesar 0,01.Selain itu, hasil pengujian hipotesis kedua juga menunjukkan bahwa religiusitas berperan signifikan sebagai variabel moderasi.Hipotesis nol (Ho₂) ditolak dan hipotesis alternatif (H₂) diterima, yang berarti bahwa keberadaan religiusitas memperkuat pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dengan nilai signifikansi sebesar 0,02.Kontribusi budaya organisasi terhadap kinerja tercatat sebesar 40,7%, dan meningkat menjadi 55,0% setelah variabel religiusitas dimasukkan ke dalam model.Temuan ini berdasarkan hasil analisis data kuesioner yang dibagikan kepada responden di Bank Indonesia Wilayah Jakarta.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semakin kuat budaya organisasi yang diterapkan di lingkungan kerja, semakin tinggi pula kinerja pegawai.Nilai-nilai keagamaan yang dipegang oleh individu juga mendalamkan internalisasi budaya organisasi, sehingga berdampak positif pada peningkatan produktivitas dan kualitas kerja secara keseluruhan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara pengaruh budaya organisasi dan religiusitas terhadap kinerja pegawai di berbagai sektor industri. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan model yang mengintegrasikan budaya organisasi, religiusitas, dan faktor-faktor lain seperti kepemimpinan, komunikasi efektif, dan lingkungan kerja yang kondusif. Dengan demikian, dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai dan strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja secara optimal.

  1. #turnover intention#turnover intention
  2. #job stress#job stress
Read online
File size316.58 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-243
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test