UNIMMANUNIMMAN
Jurnal Kesehatan AmanahJurnal Kesehatan AmanahRumah sakit menghadapi masalah serius dengan praktik quiet quitting, yaitu kondisi di mana karyawan hanya melakukan tugas minimum tanpa keterlibatan aktif dalam pekerjaan. Fenomena ini berpotensi menurunkan standar mutu pelayanan kesehatan serta meningkatkan risiko burnout dan turnover. Tujuan scoping review ini adalah memetakan faktor lingkungan kerja, peran motivasi intrinsik, serta indikator quiet quitting pada tenaga kesehatan. Metode penelitian dilakukan dengan mengacu pada kerangka Arksey dan OMalley serta pedoman PRISMA-ScR. Pencarian artikel menggunakan kata kunci relevan dilakukan di basis data PubMed, Scopus, dan ProQuest. Artikel yang diperoleh diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 772 artikel yang diidentifikasi, hanya 7 artikel yang memenuhi kriteria untuk ditelaah. Temuan mengungkapkan bahwa beban kerja berlebih, kurangnya dukungan organisasi, kepemimpinan yang lemah, ketidakjelasan peran, serta budaya organisasi negatif merupakan faktor lingkungan kerja yang konsisten dikaitkan dengan quiet quitting. Faktor psikososial seperti burnout dan ketidakseimbangan kerja-hidup memperkuat kecenderungan penarikan diri karyawan. Sebaliknya, motivasi intrinsik terutama makna kerja, otonomi, rasa keterhubungan, serta kesempatan berkembang muncul sebagai pelindung yang mampu mengurangi risiko keterlibatan minimal. Indikator quiet quitting mencakup keterlibatan rendah, absennya inisiatif, komunikasi terbatas, serta hanya menjalankan pekerjaan sesuai kontrak formal. Pembahasan memperlihatkan bahwa fenomena ini berdampak pada menurunnya kualitas layanan pasien, menurunnya kepuasan kerja, serta meningkatnya intensi untuk berhenti. Oleh karena itu, organisasi layanan kesehatan perlu menciptakan lingkungan kerja yang sehat, memperkuat motivasi intrinsik, dan menyediakan intervensi manajerial yang mendukung kesejahteraan psikologis serta otonomi kerja sebagai strategi pencegahan.
Quiet quitting pada tenaga kesehatan dipicu oleh faktor lingkungan kerja seperti beban kerja berlebih, kepemimpinan yang lemah, ketidakseimbangan kerja-hidup, dan kurangnya penghargaan.Penurunan motivasi intrinsik turut memperbesar risiko disengagement yang berdampak negatif pada kualitas layanan dan stabilitas organisasi kesehatan.Indikator quiet quitting mencakup minimnya inisiatif, keterlibatan emosional yang rendah, serta pelaksanaan tugas secara minimum.Diperlukan intervensi organisasi yang mendukung kesejahteraan psikologis, memperkuat makna kerja, dan meningkatkan kepemimpinan suportif guna mencegah quiet quitting di kalangan tenaga kesehatan.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi kualitatif di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama di negara berkembang guna menggali secara kontekstual faktor lingkungan kerja yang relevan terhadap quiet quitting pada tenaga kesehatan. Selain itu, perlu dilakukan penelitian yang mengeksplorasi bagaimana intervensi organisasi seperti penguatan makna kerja, pelibatan emosional, atau pengembangan professional dapat meningkatkan motivasi intrinsik dan mencegah quiet quitting, terutama di lingkungan kerja pelayanan kesehatan tingkat dasar. Terakhir, penelitian tentang peran emotional intelligence (EI) dalam mencegah quiet quitting juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya, mengingat EI berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan kerja dan daya tahan terhadap tekanan organisasi dan emosional.
- SciELO Brazil - Burnout syndrome in Brazilian and Spanish nursing workers Burnout syndrome in Brazilian... doi.org/10.1590/1518-8345.2818.3192SciELO Brazil Burnout syndrome in Brazilian and Spanish nursing workers Burnout syndrome in Brazilian doi 10 1590 1518 8345 2818 3192
- Fenomena Quiet Quitting pada Tenaga Kesehatan dalam Konteks Lingkungan Kerja dan Motivasi Intrinsik:... doi.org/10.57214/jka.v9i2.927Fenomena Quiet Quitting pada Tenaga Kesehatan dalam Konteks Lingkungan Kerja dan Motivasi Intrinsik doi 10 57214 jka v9i2 927
- Quiet Quitting Among Nurses: A Case Study in a Northern Italian Hospital. quiet quitting nurses case... mdpi.com/2039-4403/15/7/239Quiet Quitting Among Nurses A Case Study in a Northern Italian Hospital quiet quitting nurses case mdpi 2039 4403 15 7 239
- The "What" and "Why" of Goal Pursuits: Human Needs and the Self-Determination of... tandfonline.com/doi/abs/10.1207/S15327965PLI1104_01The What and Why of Goal Pursuits Human Needs and the Self Determination of tandfonline doi abs 10 1207 S15327965PLI1104 01
| File size | 1.05 MB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
SEMINAR IDSEMINAR ID Hasil ini menegaskan efektivitas metode ORESTE dalam memberikan rekomendasi objektif serta menyarankan perluasan penelitian ke faktor tambahan sepertiHasil ini menegaskan efektivitas metode ORESTE dalam memberikan rekomendasi objektif serta menyarankan perluasan penelitian ke faktor tambahan seperti
ARIPIARIPI Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan program latihan yang lebih terarah untuk meningkatkan VO₂max, sehingga daya tahan aerobikImplikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan program latihan yang lebih terarah untuk meningkatkan VO₂max, sehingga daya tahan aerobik
PPBPPB Peserta memperoleh pemahaman tentang pentingnya pengemasan modern untuk memperpanjang umur simpan produk serta mulai memanfaatkan media sosial untuk promosi.Peserta memperoleh pemahaman tentang pentingnya pengemasan modern untuk memperpanjang umur simpan produk serta mulai memanfaatkan media sosial untuk promosi.
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI Program Active School Movement (ASM) di SMPN 177 Jakarta bertujuan meningkatkan kebugaran jasmani siswa melalui aktivitas sepakbola. Kegiatan diikuti olehProgram Active School Movement (ASM) di SMPN 177 Jakarta bertujuan meningkatkan kebugaran jasmani siswa melalui aktivitas sepakbola. Kegiatan diikuti oleh
ASIAASIA Studi ini berhasil merancang dan mengimplementasikan sistem dermaga apung berbasis IoT untuk mitigasi banjir rob, yang terbukti stabil secara struktural,Studi ini berhasil merancang dan mengimplementasikan sistem dermaga apung berbasis IoT untuk mitigasi banjir rob, yang terbukti stabil secara struktural,
YBPINDOYBPINDO Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Batam Center dengan tujuan meningkatkan pengetahuan tentang manfaat probiotik dalam yogurt danKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Batam Center dengan tujuan meningkatkan pengetahuan tentang manfaat probiotik dalam yogurt dan
STIKESMUCISSTIKESMUCIS Daun kelor dijuluki sebagai amazing tree, karena daun kelor memiliki banyak manfaat. Seperti kita ketahui bahwa pada saat ini kita berada di masa pandemiDaun kelor dijuluki sebagai amazing tree, karena daun kelor memiliki banyak manfaat. Seperti kita ketahui bahwa pada saat ini kita berada di masa pandemi
PPMSCHOOLPPMSCHOOL Produk dari wingko babat di kemas dengan kualitas dan tampilan yang ditingkatkan melalui inovasi produk sehingga kemasan memiliki tampilan lebih berkelasProduk dari wingko babat di kemas dengan kualitas dan tampilan yang ditingkatkan melalui inovasi produk sehingga kemasan memiliki tampilan lebih berkelas
Useful /
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di SMP Negeri 1 Mayong telah berhasil merancang dan mengimplementasikan Sistem Alat Bantu MonitoringKegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di SMP Negeri 1 Mayong telah berhasil merancang dan mengimplementasikan Sistem Alat Bantu Monitoring
UVERSUVERS Metode analisis penelitiannya menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, hasil uji f penelitian ini menunjukan bahwa variabel independen secara simultanMetode analisis penelitiannya menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, hasil uji f penelitian ini menunjukan bahwa variabel independen secara simultan
IICETIICET Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I (66,95%) menjadi siklus II (81,30%). Dengan demikian, pendekatan problem solvingHasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I (66,95%) menjadi siklus II (81,30%). Dengan demikian, pendekatan problem solving
IICETIICET Faktor yang mempengaruhi pelanggaran disiplin siswa di SMA N X Padang dilihat dari faktor internal berada pada kategori sedang, sedangkan faktor eksternalFaktor yang mempengaruhi pelanggaran disiplin siswa di SMA N X Padang dilihat dari faktor internal berada pada kategori sedang, sedangkan faktor eksternal