PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Dalam melakukan pengembangan PMRI perlu diketahui informasi pengguna yaitu guru, khususnya informasi terkait sejauh mana penggunaan dan kepedulian guru terhadap pendekatan PMRI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan dan kepedulian PMRI guru SD kelas I, II, dan III Kota Banjarmasin. Tingkat penggunaan dan kepedulian dalam penelitian ini merupakan bagian dari Model Adopsi Berbasis Kepedulian atau Concern Based Adoption Model (CBAM). Penelitian deskriptif kuantitatif merupakan jenis dari penelitian ini. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah purposive sampling. Terdapat 4 sekolah yang tergabung, dimana sebanyak 33 guru menjadi responden dalam kuesioner semi terbuka dan tertutup tingkat penggunaan dan 39 guru menjadi responden dalam kuesioner tertutup tingkat kepedulian. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, bahwa persentase tertinggi adalah tingkat yang menggambarkan keadaan di mana guru mengevaluasi kembali kualitas penggunaan PMRI, mencari modifikasi besar terhadap inovasi saat ini untuk mencapai dampak yang lebih besar pada siswa, dan memeriksa perkembangan baru di lapangan. Kedua, guru diidentifikasi ingin mengetahui lebih lanjut tentang PMRI, tapi tidak menjadikan PMRI sebagai satu-satunya perhatian, ketertarikan kepada PMRI dalam hal dampak hanya terhadap diri sendiri, dalam penerapannya lebih cenderung tertarik dengan melakukan kolaborasi, dan guru memiliki beberapa ide tentang pendekatan lain yang mungkin dapat bekerja lebih baik. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya program pelatihan berkelanjutan yang berfokus pada dampak PMRI terhadap hasil belajar siswa, serta pendampingan intensif bagi guru yang masih berada pada tingkat penggunaan awal. Hasil penelitian juga merekomendasikan perlunya kebijakan sekolah yang mendukung kolaborasi antar guru dalam mengimplementasikan PMRI secara optimal.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat penggunaan PMRI guru SD kelas I, II, dan III Kota Banjarmasin tertinggi berada pada tingkat evaluasi dan modifikasi penggunaan untuk meningkatkan dampak pada siswa.Selain itu, guru menunjukkan minat untuk mempelajari PMRI lebih lanjut, namun tidak menjadikannya fokus utama, dan cenderung tertarik pada kolaborasi serta pendekatan alternatif.Implikasinya, diperlukan program pelatihan berkelanjutan yang menekankan dampak PMRI pada hasil belajar siswa, pendampingan intensif bagi guru yang masih awal dalam penggunaan, dan kebijakan sekolah yang mendukung kolaborasi.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepedulian guru terhadap dampak PMRI pada siswa, seperti keyakinan guru, dukungan sekolah, dan pengalaman mengajar. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan dan pendampingan yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memodifikasi dan mengimplementasikan PMRI secara inovatif di kelas. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan melibatkan sekolah-sekolah lain yang telah berhasil mengimplementasikan PMRI secara optimal, untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi dan disesuaikan dengan konteks lokal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas implementasi PMRI di sekolah dasar, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran matematika yang lebih baik dan relevan bagi siswa.

Read online
File size308.94 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test