PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA
Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan IndonesiaPenggunaan earphone yang meluas di kalangan mahasiswa, terutama dengan volume tinggi dan durasi yang lama, meningkatkan risiko kehilangan pendengaran akibat kebisingan (NIHL). Data global menunjukkan bahwa remaja dan dewasa muda adalah kelompok yang rentan, tetapi masih ada penelitian terbatas yang memeriksa hubungan antara pola penggunaan earphone dan hasil audiometri pada mahasiswa kedokteran di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan earphone dan kehilangan pendengaran akibat kebisingan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Prima Indonesia. Menggunakan pendekatan analitis observasional dan desain cross-sectional, data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan audiometri pada 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan earphone dan kehilangan pendengaran (p = 0,010), sementara frekuensi penggunaan earphone tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,543). Hasil ini memberikan bukti penting mengenai dampak penggunaan earphone terhadap kesehatan pendengaran mahasiswa. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi lembaga pendidikan untuk mengembangkan program pendidikan mengenai penggunaan earphone yang aman untuk mencegah kehilangan pendengaran.
Berdasarkan penelitian yang melibatkan 20 mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Prima Indonesia kelas 2022, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang mengalami kehilangan pendengaran >25 dB memiliki frekuensi penggunaan earphone 1-2 hari terbanyak dan durasi penggunaan <1 jam terbanyak.Tidak terdapat hubungan signifikan antara frekuensi penggunaan earphone dan kehilangan pendengaran (p = 0,543), tetapi terdapat hubungan signifikan antara durasi penggunaan earphone dan kehilangan pendengaran (p = 0,010).Disarankan agar mahasiswa lebih bijak dalam menggunakan earphone, dengan membatasi durasi maksimal penggunaan hingga 60 menit per sesi dan menjaga volume di bawah 60% dari batas maksimal.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah sebagai berikut: Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap risiko kehilangan pendengaran pada mahasiswa, seperti riwayat keluarga dengan gangguan pendengaran, paparan kebisingan di lingkungan tempat tinggal, dan penggunaan alat pelindung pendengaran. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perubahan pendengaran pada mahasiswa dari waktu ke waktu, dengan mempertimbangkan pola penggunaan earphone dan faktor-faktor risiko lainnya. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan perilaku mahasiswa terkait penggunaan earphone dan dampaknya terhadap kesehatan pendengaran, sehingga dapat digunakan untuk mengembangkan intervensi yang lebih efektif. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang risiko kehilangan pendengaran akibat penggunaan earphone pada mahasiswa, serta dapat dirumuskan strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Penelitian ini juga dapat memberikan dasar bagi pengembangan program edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya menjaga kesehatan pendengaran dan mencegah risiko kehilangan pendengaran akibat penggunaan earphone yang tidak sehat.
| File size | 325.71 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Efektivitas tersebut dimediasi oleh perubahan dalam keterlibatan kognitif, kecemasan matematika, dan pola atribusional. Faktor instruksional berperan krusialEfektivitas tersebut dimediasi oleh perubahan dalam keterlibatan kognitif, kecemasan matematika, dan pola atribusional. Faktor instruksional berperan krusial
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Nilai kuat tekan optimum dicapai pada variasi HSC2 dengan substitusi semen 10% fly ash dan 1% serat polypropilene, menghasilkan kuat tekan 87. DemikianNilai kuat tekan optimum dicapai pada variasi HSC2 dengan substitusi semen 10% fly ash dan 1% serat polypropilene, menghasilkan kuat tekan 87. Demikian
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, penelitian menganalisis ketidakselarasan pengaturan antara Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentangDengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, penelitian menganalisis ketidakselarasan pengaturan antara Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Kejelasan pembagian tugas dan mandat antar-lembaga menjadi faktor penentu dalam tercapainya efektivitas pembiayaan, karena setiap lembaga membawa otoritasKejelasan pembagian tugas dan mandat antar-lembaga menjadi faktor penentu dalam tercapainya efektivitas pembiayaan, karena setiap lembaga membawa otoritas
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Keberadaan ekosistem ini sangat dipengaruhi oleh vegetasi hutan pegunungan yang berfungsi sebagai penyangga ekologis, serta keanekaragaman hayati mikroorganismeKeberadaan ekosistem ini sangat dipengaruhi oleh vegetasi hutan pegunungan yang berfungsi sebagai penyangga ekologis, serta keanekaragaman hayati mikroorganisme
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Industri hospitality di daerah terpencil seperti Kepulauan Mentawai menghadapi tantangan kompleks dalam mempertahankan daya saing global. Dengan dominasiIndustri hospitality di daerah terpencil seperti Kepulauan Mentawai menghadapi tantangan kompleks dalam mempertahankan daya saing global. Dengan dominasi
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Dalam melakukan pengembangan PMRI perlu diketahui informasi pengguna yaitu guru, khususnya informasi terkait sejauh mana penggunaan dan kepedulian guruDalam melakukan pengembangan PMRI perlu diketahui informasi pengguna yaitu guru, khususnya informasi terkait sejauh mana penggunaan dan kepedulian guru
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Sebagian besar luka bakar yang terjadi adalah derajat II B (35,6%) dan derajat II A (33,9%). Mayoritas kasus luka bakar memiliki luas lebih dari 10% tubuh,Sebagian besar luka bakar yang terjadi adalah derajat II B (35,6%) dan derajat II A (33,9%). Mayoritas kasus luka bakar memiliki luas lebih dari 10% tubuh,
Useful /
GUNUNGSARIGUNUNGSARI Pemberian ASI eksklusif yang tepat juga cukup tinggi di antara responden, mengindikasikan kesadaran yang baik mengenai pentingnya ASI.meskipun demikian,Pemberian ASI eksklusif yang tepat juga cukup tinggi di antara responden, mengindikasikan kesadaran yang baik mengenai pentingnya ASI.meskipun demikian,
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian ini berhasil mendokumentasikan penerapan metodologi QCC 8 langkah untuk menyelesaikan masalah produktivitas kritis dalam operasi penambanganPenelitian ini berhasil mendokumentasikan penerapan metodologi QCC 8 langkah untuk menyelesaikan masalah produktivitas kritis dalam operasi penambangan
UMPRUMPR Suatu institusi setara UMP terutama di bagian Biro Administrasi Umum (BAU), sudah saatnya dikelola dengan berbasis TI mengingat kompleksitas pekerjaanSuatu institusi setara UMP terutama di bagian Biro Administrasi Umum (BAU), sudah saatnya dikelola dengan berbasis TI mengingat kompleksitas pekerjaan
UMPRUMPR Hanya indikator menetapkan khalayak yang dianggap masih lemah karena KPA tidak secara langsung menetapkan khalayak, melainkan hanya mengikuti target yangHanya indikator menetapkan khalayak yang dianggap masih lemah karena KPA tidak secara langsung menetapkan khalayak, melainkan hanya mengikuti target yang