UNISBAUNISBA

MIMBAR : Jurnal Sosial dan PembangunanMIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan

Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata di provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu, pengembangan industri harus memperhatikan lingkungan agar pariwisata Pangandaran dapat berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh mikroorganisme lokal dalam mengolah limbah industri berbasis kelapa sehingga limbah tidak membahayakan wisatawan yang beraktivitas di sungai dan pantai. Metode yang digunakan berupa percobaan dengan menambahkan mikroorganisme lokal ke dalam limbah dan selanjutnya mengujinya di laboratorium yang kredibel. Berdasarkan analisis uji laboratorium terhadap empat sampel, tiga sampel menunjukkan penurunan kadar COD dan BOD yang memenuhi standar kualitas limbah kelapa dan layak dibuang ke badan air (sungai atau pantai). Kesimpulannya, penggunaan mikroorganisme lokal terbukti efektif dalam mengolah limbah industri di Pangandaran.

349 tenaga kerja, dengan industri makanan menjadi sektor terbesar.Penggunaan mikroorganisme lokal dalam pengolahan limbah kelapa berhasil menurunkan indikator COD dan berfungsi baik pada beban produksi normal, namun kinerjanya menurun pada beban puncak.Oleh karena itu, dosis mikroorganisme perlu ditingkatkan secara proporsional saat beban limbah meningkat untuk mempertahankan efektivitas pengolahan.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas kombinasi mikroorganisme lokal dengan bahan tambahan (misalnya biochar) dalam mempercepat degradasi COD pada limbah kelapa selama beban puncak. Penelitian tersebut dapat menggunakan desain eksperimental faktorial dengan variasi konsentrasi mikroorganisme dan biochar serta mengukur parameter kualitas air selama periode 6‑8 hari. Selanjutnya, penting untuk mengkaji potensi penggunaan mikroorganisme lokal yang diisolasi dari berbagai sumber (daun pisang, kulit kelapa) untuk meningkatkan toleransi terhadap fluktuasi beban limbah pada skala industri menengah. Studi ini dapat membandingkan kecepatan penurunan BOD, COD, dan TSS antara strain mikroorganisme asal berbeda serta menilai dampak terhadap keberlanjutan operasional WWTP. Selain itu, penelitian dapat mengembangkan model prediktif berbasis machine learning yang memperkirakan kebutuhan dosis mikroorganisme berdasarkan data produksi harian industri kelapa. Model tersebut akan membantu pengelola pabrik mengoptimalkan suplai mikroorganisme secara real‑time sehingga kualitas air tetap memenuhi standar lingkungan. Terakhir, studi lapangan dapat menguji integrasi sistem pengolahan mikroba dengan fasilitas pengelolaan limbah sektor pariwisata seperti hotel dan restoran di wilayah pantai Pangandaran. Penelitian ini akan menilai apakah penerapan mikroorganisme lokal pada limbah cair dari sektor pariwisata dapat menurunkan pencemaran air laut serta meningkatkan persepsi kebersihan bagi wisatawan. Semua penelitian di atas diharapkan memberikan rekomendasi praktis bagi kebijakan daerah dalam memperkuat kapasitas pengolahan limbah industri dan pariwisata secara berkelanjutan.

  1. Microbial Processing of Industrial Waste Made from Coconut for Sustainable Pangandaran Tourism | Kastolani... ejournal.unisba.ac.id/index.php/mimbar/article/view/8555Microbial Processing of Industrial Waste Made from Coconut for Sustainable Pangandaran Tourism Kastolani ejournal unisba ac index php mimbar article view 8555
Read online
File size207.6 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test