STIKESPANTIWALUYASTIKESPANTIWALUYA
Jurnal Keperawatan MalangJurnal Keperawatan MalangLatar belakang: Stunting masih menjadi satu diantara masalah kesehatan masyarakat yang serius khususnya di negara berkembang seperti Indonesia. Kejadian stunting pada balita bersifat multifaktorial, salah satunya diduga disebabkan karena faktor lingkungan seperti kurangnya akses terhadap air minum yang aman, fasilitas sanitasi, dan praktik kebersihan (WASH). Tujuan: Untuk mengeksplorasi penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dalam mengidentifikasi faktor water, sanitation, and Hygiene (WASH) yang berperan terhadap kejadian stunting pada balita di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan systematic review yang disusun berdasarkan metode PRISMA flowchart sebagai panduan. Tiga database elektronik yang digunakan dalam pencarian literatur yakni: Portal Garuda, Pubmed dan Science Direct. Artikel dipilih berdasarkan terbitan 3 tahun terakhir mulai dari tahun 2022-2024. Hasil: Terdapat 8 artikel yang dinyatakan layak untuk dianalisis dari total 1.088 publikasi yang diidentifikasi melalui tiga database online. Hasil analisis menunjukkan Water (rendahnya akses masyarakat terhadap air bersih dan sumber air minum), Sanitation (sarana pembuangan tinja dan air limbah), and Hygiene (kebiasaan cuci tangan dengan sabun) memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. Implikasi: Kiranya pembuat kebijakan dapat mengintegrasikan program WASH ke dalam program yang dapat mendukung penurunan angka stunting seperti program gizi dengan menekankan pentingnya air bersih dalam penyiapan makanan, serta mengedukasi hubungan antara sanitasi yang buruk dengan risiko infeksi yang dapat mengganggu penyerapan gizi.
Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) berperan terhadap kejadian stunting pada balita di Indonesia.Faktor dari water seperti rendahnya akses masyarakat terhadap air bersih dan sumber air minum, faktor sanitation seperti sarana pembuangan tinja dan air limbah, dan faktor hygiene seperti praktik cuci tangan dengan sabun berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita di Indonesia.Berdasarkan temuan ini, kiranya pembuat program atau pembuat kebijakan dapat mengintegrasikan program-program WASH ke dalam program yang dapat mendukung dalam penurunan angka stunting, misalnya melakukan integrasi kedalam program edukasi gizi seperti menekankan pentingnya air bersih dalam penyiapan makanan, serta mengedukasi hubungan antara sanitasi yang buruk dengan risiko infeksi yang dapat mengganggu penyerapan gizi.
Penelitian longitudinal yang melacak efek intervensi WASH kombinasi dengan program gizi selama lima tahun dapat mengungkap hubungan sebab-akibat antara perbaikan fasilitas air, sanitasi, dan kebersihan dengan penurunan tingkat stunting pada balita. Studi eksperimental di komunitas pedesaan yang membandingkan program edukasi kebersihan tangan menggunakan sabun dengan pendekatan tradisional dapat menilai efektivitas perilaku baru dalam mengurangi infeksi saluran pencernaan yang berkontribusi pada stunting. Analisis dampak perubahan iklim terhadap kualitas sumber air minum dan hubungannya dengan prevalensi stunting di wilayah rawan banjir akan memberikan data penting bagi kebijakan adaptasi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
- Hubungan Kondisi Jamban Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas CicalengkaTahun 2020 | Zahrawani | Jurnal... doi.org/10.29313/jiks.v4i1.7770Hubungan Kondisi Jamban Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas CicalengkaTahun 2020 Zahrawani Jurnal doi 10 29313 jiks v4i1 7770
- Child-sensitive water, sanitation, and hygiene composite score and its association with child nutritional... journals.sagepub.com/doi/10.1177/20503121221095966Child sensitive water sanitation and hygiene composite score and its association with child nutritional journals sagepub doi 10 1177 20503121221095966
- Kajian Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tuan Kabupaten... doi.org/10.22437/jpb.v5i1.21200Kajian Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tuan Kabupaten doi 10 22437 jpb v5i1 21200
| File size | 269.53 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Populasi berjumlah 170 sumur gali. Sampel diambil 20% berdasarkan Arikunto 170 x 0,20 = 34 sumur gali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh dindingPopulasi berjumlah 170 sumur gali. Sampel diambil 20% berdasarkan Arikunto 170 x 0,20 = 34 sumur gali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh dinding
UNBUNB Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Sungai Sepaku berdasarkan parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi, serta mengevaluasi perbedaanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Sungai Sepaku berdasarkan parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi, serta mengevaluasi perbedaan
GREENPUBGREENPUB Faktor penyebabnya meliputi kurangnya kompetensi para pelaksana atau KSPAM yang tidak ahli dalam bidangnya dan tidak paham akan masalah kerusakan. AnggaranFaktor penyebabnya meliputi kurangnya kompetensi para pelaksana atau KSPAM yang tidak ahli dalam bidangnya dan tidak paham akan masalah kerusakan. Anggaran
UNISAPUNISAP Parameter penyumbang pencemaran utama adalah oksigen terlarut dan BOD, yang dipengaruhi oleh kegiatan domestik di bantaran sungai. Tingginya konsentrasiParameter penyumbang pencemaran utama adalah oksigen terlarut dan BOD, yang dipengaruhi oleh kegiatan domestik di bantaran sungai. Tingginya konsentrasi
UNISAPUNISAP kondisi fisik air dalam terbuka dan mudah dijangkau oleh masyarakat setempat maka kemungkinan aktifitas masyarakat bisa mencemari lingkungan sumber airkondisi fisik air dalam terbuka dan mudah dijangkau oleh masyarakat setempat maka kemungkinan aktifitas masyarakat bisa mencemari lingkungan sumber air
PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON Pematangan bakteri nitrifikasi di dalam kompartemen biofilter memerlukan waktu sekitar 6 minggu. Bakteri tersebut mampu menurunkan kadar amonium nitrogen,Pematangan bakteri nitrifikasi di dalam kompartemen biofilter memerlukan waktu sekitar 6 minggu. Bakteri tersebut mampu menurunkan kadar amonium nitrogen,
MAHARDIKAMAHARDIKA Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest dengan lima sampel. Analisis data dilakukan secara bivariat dan univariatMetode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest dengan lima sampel. Analisis data dilakukan secara bivariat dan univariat
UNILAUNILA Waktu kontak terbaik pada proses adsorpsi sampel air payau adalah 15 menit hal ini didukung oleh nilai DHL yang dihasilkan lebih kecil yaitu 10.10 mS/cm,Waktu kontak terbaik pada proses adsorpsi sampel air payau adalah 15 menit hal ini didukung oleh nilai DHL yang dihasilkan lebih kecil yaitu 10.10 mS/cm,
Useful /
STIESTEKOMSTIESTEKOM Analisis data dengan regresi linear berganda yang diproses dengan SEM-Partial Least Square 3. 0, untuk memverifikasi 6 hipotesis yang diajukan. Hasil penelitianAnalisis data dengan regresi linear berganda yang diproses dengan SEM-Partial Least Square 3. 0, untuk memverifikasi 6 hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian
STIESTEKOMSTIESTEKOM Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode purposive sampling untuk menentukan perusahaan yang dijadikan sampel, serta analisis regresiPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode purposive sampling untuk menentukan perusahaan yang dijadikan sampel, serta analisis regresi
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penulisan jurnal ini adalah metode penelitian hukum normatif, yaitu penelitian hukum yang memeriksa studiMetode penelitian yang digunakan penulis dalam penulisan jurnal ini adalah metode penelitian hukum normatif, yaitu penelitian hukum yang memeriksa studi
UNILAUNILA Sampel kotoran kemudian dianalisis dan diperoleh 7 jenis tumbuhan yang biji buahnya dipencarkan siamang yaitu Polygonum chinense, Grewia paniculata, FicusSampel kotoran kemudian dianalisis dan diperoleh 7 jenis tumbuhan yang biji buahnya dipencarkan siamang yaitu Polygonum chinense, Grewia paniculata, Ficus