UMJAMBIUMJAMBI

Jurnal DevelopmentJurnal Development

Konflik sosial merupakan fenomena kompleks yang tidak hanya berdampak pada ketegangan sosial, tetapi juga memengaruhi secara signifikan tatanan budaya, stabilitas sosial, serta arah dan keberlanjutan pembangunan ekonomi. Konflik yang berlangsung secara berkepanjangan berpotensi menimbulkan kerusakan struktural pada sendi-sendi kehidupan masyarakat, menurunkan kualitas hidup, serta memperdalam ketimpangan antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas dan karakteristik konflik sosial yang terjadi di wilayah kabupaten/kota di Provinsi Jambi, serta mengkaji sejauh mana intensitas konflik sosial berpengaruh terhadap disparitas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk merumuskan strategi kebijakan yang relevan dalam upaya penanganan dan mitigasi konflik sosial secara berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan pendekatan eksploratif berbasis library research, serta memanfaatkan data primer dan sekunder yang diperoleh dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif melalui pendekatan panel data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor perkebunan menjadi sektor dengan intensitas konflik tertinggi, terutama terkait dengan sengketa lahan antara masyarakat dengan pihak swasta maupun negara. Temuan lainnya menunjukkan bahwa tingginya intensitas konflik sosial memiliki korelasi positif terhadap meningkatnya disparitas pembangunan, namun juga berimplikasi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang tidak merata. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan kebijakan yang adaptif dan partisipatif untuk mereduksi konflik sosial, melalui pendekatan resolusi konflik berbasis kearifan lokal, keadilan sosial, dan pembangunan inklusif.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa intensitas konflik sosial di Provinsi Jambi paling tinggi terjadi pada sektor perkebunan, terutama terkait sengketa lahan.Tingginya intensitas konflik sosial memiliki pengaruh negatif terhadap disparitas pembangunan ekonomi di daerah tersebut.Namun, konflik sosial juga memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama karena aktivitas yang terkait dengan konflik tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai mekanisme resolusi konflik berbasis kearifan lokal yang efektif dalam mengatasi sengketa lahan di sektor perkebunan, dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan hukum. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang menyebabkan konflik sosial berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, seperti peningkatan investasi dalam sektor keamanan atau peningkatan aktivitas ekonomi terkait pemulihan pasca-konflik. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan Provinsi Jambi dengan daerah lain yang memiliki karakteristik serupa untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam pengelolaan konflik sosial dan dampaknya terhadap pembangunan ekonomi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perumusan kebijakan yang lebih efektif dalam mengatasi konflik sosial dan mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di Provinsi Jambi dan daerah lainnya di Indonesia. Dengan memahami dinamika konflik dan dampaknya secara lebih mendalam, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dapat merancang intervensi yang tepat sasaran untuk menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera.

Read online
File size479.25 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test