UMJAMBIUMJAMBI

Jurnal DevelopmentJurnal Development

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan investasi, pendidikan dan upah terhadap penyerapan tenaga kerja sektor industri di provinsi Jambi. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan kuantitatif. Alat analisis yang digunakan investasi, adalah Korelasi. Hasil penelitian pendidikan, upah dan penyerapan tenaga kerja industri pengolahan provinsi selama periode 2008 hingga 2022, dapat disimpulkan bahwa data investasi, pendidikan dan upah memiliki hubungan terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data investasi, pendidikan, upah dan penyerapan tenaga kerja selama periode 2008 hingga 2022 terdapat hubungan yang positif. Dari hasil analisis korelasi data penyerapan tenaga kerja sektor industri di provinsi Jambi, ditemukan bahwa nilai koefisien korelasi investasi, pendidikan dan upah memiliki hubungan yang positif.

Perkembangan investasi, pendidikan, dan upah serta sektor industri berhubungan dengan penyerapan tenaga kerja di provinsi Jambi.Investasi yang berfokus pada modal intensif menggeser penggunaan tenaga kerja ke teknologi, sementara pendidikan yang tidak sesuai standar industri mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia.Upah yang tinggi di atas produktivitas memengaruhi perekrutan dan retensi tenaga kerja, dan analisis menunjukkan korelasi rendah (0,030) antara investasi dan penyerapan, korelasi sedang (0,435) untuk upah, serta korelasi rendah (0,365) untuk pendidikan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana investasi yang menitikberatkan pada teknologi ramah tenaga kerja memengaruhi tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor industri pengolahan Provinsi Jambi. Selain itu, penting untuk menyelidiki sejauh mana penyesuaian kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan spesifik industri dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat hubungan antara pendidikan dan penyerapan tenaga kerja. Penelitian juga perlu mengkaji dampak variasi upah minimum regional yang disesuaikan dengan tingkat produktivitas sektoral terhadap keputusan perusahaan dalam merekrut dan mempertahankan karyawan. Dengan membandingkan daerah dengan kebijakan upah yang berbeda, dapat diidentifikasi pola optimal yang meminimalkan pengangguran tanpa menurunkan produktivitas. Selanjutnya, studi longitudinal dapat menilai efek jangka panjang investasi teknologi terhadap pergeseran struktur tenaga kerja dari manual ke otomatisasi. Analisis kualitatif terhadap persepsi pekerja dan manajer tentang perubahan upah dan kompetensi juga dapat memberikan wawasan kebijakan. Hasil‑hasil tersebut diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah bagi pembuat kebijakan dalam merancang strategi investasi, pendidikan, dan kebijakan upah yang lebih terintegrasi.

Read online
File size271.04 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test