STISHUSNULKHOTIMAHSTISHUSNULKHOTIMAH

Khidmatul Mujtama': Jurnal Pengabdian kepada MasyarakatKhidmatul Mujtama': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat

Salah satu penyebab mengapa Indonesia menduduki peringkat yang terbilang rendah dalam sistem pendidikan yakni karena masih kurangnya minat baca serta kemampuan dalam berpikir kritis yang masih rendah. Kelompok 06 kuliah Pengabdian Mahasiswa (KPM) dari Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah (STISHK) Kuningan membuat kegiatan Gerakan Literasi (GELIS) yang berfokus untuk menarik minat baca anak-anak di Desa Pancalang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui peran Gerakan Literasi (GELIS) terhadap peningkatan minat baca anak usia 5-12 tahun di Desa Pancalang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Participatory Actory Action Research (PAR) di mana peneliti berpartisipasi langsung terhadap pelaksanaan Gerakan Literasi tersebut. Kegiatan Gerakan Literasi ini berjalan dengan baik, anak-anak bahkan ibu-ibu turut serta dalam pelaksanaannya. Berdasarkan hasil dari kegiatan ini dapat diketahui bahwa literasi membantu anak-anak memahami informasi, berpikir kritis, dan berkomunikasi dengan baik. Melalui kegiatan literasi, masyarakat mampu meningkatkan kemampuan membaca dan belajar, serta memperkuat kesadaran membaca. Kegiatan literasi juga mendorong pertumbuhan masyarakat yang lebih cerdas, produktif, dan kreatif, yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan pengetahuan yang luas.

Gerakan literasi yang diadakan di Desa Pancalang dapat dikatakan berhasil meningkatkan minat baca anak khususnya anak usia 5-12 tahun.Dalam implementasi pelaksanaan program Gerakan Literasi (GELIS), terdapat tiga tahapan.Tahap pertama, yaitu Tahap Awal Observasi Perizinan Peminjaman buku ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarsipus) dan Pengambilan Buku ke Perpustakaan Daerah (Perpusda).Pada tahap ini, pemilahan judul dan jenis buku mempertimbangkan usia dan minat anak-anak agar mereka tertarik untuk membaca.Tahap yang kedua, adalah pelaksanaan Gerakan Literasi yang berisi kegiatan piknik literasi seperti mendongeng, mewarnai, belajar membaca, dan eksperimen sains.Gerakan Literasi ini bukan hanya mengajak anak-anak untuk membaca, tetapi juga berani untuk bertanya dan bereksplorasi melalui aktivitas literasi yang interaktif.Kegiatan literasi dikembangkan sejak dini dengan meluaskan makna literasi bukan hanya sekedar membaca dan menulis tetapi juga mencakup segala hal yang berhubungan dengan bahasa termasuk di dalamnya menyimak dan berbicara.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperluas pemahaman mengenai peningkatan minat baca anak usia dini. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada studi komparatif antara efektivitas berbagai metode literasi, seperti penggunaan media digital atau pendekatan berbasis permainan, dalam meningkatkan minat baca anak di berbagai konteks sosial-ekonomi. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan pengalaman orang tua serta guru dalam mendukung minat baca anak, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendukung yang relevan. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menelusuri dampak jangka panjang dari program literasi terhadap kemampuan kognitif, sosial, dan emosional anak, serta hubungannya dengan prestasi akademik di kemudian hari. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan kebijakan dan program literasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size528.1 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test