UMSRAPPANGUMSRAPPANG

MALLOMO: Journal of Community ServiceMALLOMO: Journal of Community Service

Pengolahan limbah organik yang berada pada sekitar lahan pertanian dapat menjadi jembatan antara dampak negatif dari limbah pertanian dengan kebutuhan unsur hara pada usaha tani. Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik berbasis sumber daya alam lokal ini terselenggara pada tanggal 4 – 5 November 2025, di Dusun Paluppung, Desa Galung Lombok, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran dalam membuat pupuk kompos melalui pemanfaatan sumber daya alam sekitar. Metode kegiatan dilakukan dengan tahapan (1) Identifikasi Sumber Daya Lokal; (2) Sosialisasi dan Edukasi; (3) Pelatihan Teknis Pembuatan Kompos; (4) Praktik Mandiri dan Pendampingan; dan (5) Monitoring dan Evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan pupuk organik secara signifikan.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan memiliki dampak yang besar dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang pembuatan dan manfaat pupuk organik.Peningkatan pengetahuan yang telah terukur adalah sebesar 47.Hasil evaluasi ini menegaskan bahwa kegiatan yang bertujuan untuk peningkatan kapasitas pengetahuan petani akan lebih efektif dengan menggunakan pendekatan partisipatif, dan penyajian materi yang dilengkapi dengan pelatihan teknis.Pelatihan ini juga sekaligus memperkenalkan praktik pertanian berkelanjutan yang dapat dirasakan oleh masyarakat petani dalam waktu yang panjang.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, dapat dirumuskan beberapa saran penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas pupuk organik yang dihasilkan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman secara spesifik di Desa Galung Lombok, dengan mempertimbangkan variasi jenis tanaman dan kondisi tanah yang berbeda. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan teknologi pengomposan yang lebih efisien dan ramah lingkungan, misalnya dengan memanfaatkan mikroorganisme lokal yang dapat mempercepat proses dekomposisi dan meningkatkan kualitas pupuk organik. Ketiga, penting untuk mengkaji secara mendalam aspek sosial-ekonomi dari program pembuatan pupuk organik, termasuk potensi peningkatan pendapatan petani dan dampaknya terhadap ketahanan pangan di tingkat desa.

Read online
File size553.23 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test