UNITAS PDGUNITAS PDG
Jurnal EmbrioJurnal EmbrioPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengolahan beberapa formulasi bagian limbah jagung manis (Zea mays saccharata) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, dan abu. Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian ini menggunakan limbah daun, batang, kulit dan tongkol jagung manis, tepung jagung, gula aren, dan EM4 sebagai bahan fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan beberapa formulasi bagian limbah jagung manis berpengaruh sangat nyata (P<0.05) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar dan abu. Kandungan Protein Kasar berkisar antara 9,35-14,59 %, Serat Kasar 17,42-23,34 % dan Abu 9,98-13,84%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beberapa formulasi pengolahan limbah jagung manis berpengaruh terhadap peningkatan protein kasar, penurunan serat kasar serta kandungan Abu.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengolahan beberapa formulasi bagian limbah jagung manis dengan menggunakan EM4 dapat meningkatkan kandungan protein kasar dan menurunkan kandungan serat kasar serta kandungan abu.Secara khusus, formulasi dengan 45% daun, 30% batang, 10% tongkol, dan 15% kulit jagung manis memberikan hasil terbaik, meningkatkan kandungan protein kasar menjadi 23,70%, menurunkan serat kasar sebesar 30,48%, dan mengurangi kandungan abu sebesar 25,65%.Penelitian ini merekomendasikan uji kecernaan zat-zat makanan secara in vitro sebagai langkah penelitian lanjutan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh formulasi limbah jagung manis yang berbeda terhadap performa produksi ternak, seperti pertumbuhan berat badan dan efisiensi pakan, untuk menguji efektivitasnya dalam aplikasi praktis. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada optimasi proses fermentasi dengan variasi jenis mikroorganisme atau lama fermentasi untuk meningkatkan kandungan nutrisi dan kualitas pakan. Ketiga, studi lebih mendalam mengenai mekanisme aksi EM4 dalam proses fermentasi, termasuk identifikasi enzim-enzim yang berperan dalam degradasi serat kasar dan peningkatan protein kasar, akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang manfaat teknologi ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pakan ternak yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta meningkatkan produktivitas peternakan.
| File size | 377.49 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
CCRJOURNALCCRJOURNAL Identifikasi dan karakterisasi tujuh gen HSP90 pada Theobroma cacao berhasil dilakukan meliputi analisis motif, struktur gen, elemen cis pada promotor,Identifikasi dan karakterisasi tujuh gen HSP90 pada Theobroma cacao berhasil dilakukan meliputi analisis motif, struktur gen, elemen cis pada promotor,
CCRJOURNALCCRJOURNAL ke dalam proses pengomposan merupakan strategi biologis yang menjanjikan untuk mengurangi residu glifosat dan sikpermethrin hingga masing‑masing 99,96 %ke dalam proses pengomposan merupakan strategi biologis yang menjanjikan untuk mengurangi residu glifosat dan sikpermethrin hingga masing‑masing 99,96 %
PURIFIKASIPURIFIKASI Campuran tersebut diamati selama dua minggu untuk parameter rasio C/N serta kadar N, P, dan K sebagai indikator kualitas media tanam atau kompos. HasilCampuran tersebut diamati selama dua minggu untuk parameter rasio C/N serta kadar N, P, dan K sebagai indikator kualitas media tanam atau kompos. Hasil
UNISBA BLITARUNISBA BLITAR Tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pengamatan tinggi tanaman bawang merah. Level efektivitas bahan aktif biofungisida Streptomyces sp 1 x 106 cfu/gramTetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pengamatan tinggi tanaman bawang merah. Level efektivitas bahan aktif biofungisida Streptomyces sp 1 x 106 cfu/gram
UPPRUPPR Potensi mikoparasitik Trichoderma sp tergantung keberadaan jamur kompetitornya dan kemampuan jamur tersebut menginduksi mekanisme ketahanan alami tanaman.Potensi mikoparasitik Trichoderma sp tergantung keberadaan jamur kompetitornya dan kemampuan jamur tersebut menginduksi mekanisme ketahanan alami tanaman.
UPPRUPPR Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak mimba baik dari daun ataupun biji efektif mengendalikan perkembangan Colletotrichum acutatum.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak mimba baik dari daun ataupun biji efektif mengendalikan perkembangan Colletotrichum acutatum.
UPPRUPPR Penelitian ini menerapkan metode observasi lapangan dan wawancara untuk menganalisis ekosistem mangrove di Kabupaten Gresik dengan pendekatan SWOT. DariPenelitian ini menerapkan metode observasi lapangan dan wawancara untuk menganalisis ekosistem mangrove di Kabupaten Gresik dengan pendekatan SWOT. Dari
UNPARUNPAR Pengujian Tahap II secara in vivo dilakukan pada metabolit sekunder dengan penghambatan terbaik hasil uji pada Tahap I yaitu MT0: tanpa metabolit sekunderPengujian Tahap II secara in vivo dilakukan pada metabolit sekunder dengan penghambatan terbaik hasil uji pada Tahap I yaitu MT0: tanpa metabolit sekunder
Useful /
UMKLAUMKLA Ankle sprain merupakan cedera musculoskeletal yang terjadi karena regangan berlebih ataupun robekan pada ligamen ankle. Manajemen cedera ankle sprain dapatAnkle sprain merupakan cedera musculoskeletal yang terjadi karena regangan berlebih ataupun robekan pada ligamen ankle. Manajemen cedera ankle sprain dapat
UMKLAUMKLA Sampel terdiri dari 20 mahasiswa aktif keperawatan yang akan melalui tahap praktek klinik. Hasil: Uji paired t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikanSampel terdiri dari 20 mahasiswa aktif keperawatan yang akan melalui tahap praktek klinik. Hasil: Uji paired t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan
UMKLAUMKLA Pelatihan untuk meningkatkan kemampuan perawat dan caregiver dalam melakukan pijat abdominal sangat penting untuk manajemen konstipasi non-farmakologis.Pelatihan untuk meningkatkan kemampuan perawat dan caregiver dalam melakukan pijat abdominal sangat penting untuk manajemen konstipasi non-farmakologis.
UNPARUNPAR Jumlah anakan rumput gajah umur defoliasi 60 hari sangat nyata lebih tinggi (8,48) dibandingkan dengan defoliasi 50 hari (5,74) dan 40 hari (4,48). PanjangJumlah anakan rumput gajah umur defoliasi 60 hari sangat nyata lebih tinggi (8,48) dibandingkan dengan defoliasi 50 hari (5,74) dan 40 hari (4,48). Panjang