CCRJOURNALCCRJOURNAL
Pelita PerkebunanPelita PerkebunanProtein Shock Panas (Heat Shock Protein) 90 (HSP90) memainkan peran penting dalam mengatur respons terhadap stres panas, kontrol perkembangan tanaman, dan reaksi pertahanan. Keluarga gen HSP90 telah banyak dilaporkan pada berbagai spesies tanaman, namun studi mengenai gen HSP90 pada kakao (Theobroma cacao L.) masih terbatas. Pemanasan global yang terus berlangsung dan penggunaan bahan tanam berkualitas rendah menjadi penyebab produktivitas kakao rendah di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan adaptasi yang baik pada kakao serta pengembangan kultivar baru agar produktivitas tidak menurun. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keluarga gen HSP90 pada kakao untuk memahami fungsi HSP90 pada kakao serta menyediakan informasi yang diperlukan untuk karakterisasi HSP90 pada tingkat genom. Identifikasi keluarga gen HSP90 pada T. cacao dilakukan dengan menganalisis urutan TcHSP90 yang diperoleh dari berbagai basis data terkait. Hasil menunjukkan adanya tujuh gen TcHSP90 yang tersebar pada sepuluh kromosom T. cacao. Analisis motif TcHSP90 mengungkapkan bahwa HSP90 terkonservasi pada setiap gen T. cacao. Analisis elemen cis‑acting menunjukkan peran penting TcHSP90 dalam pertumbuhan, perkembangan, serta respons stres abiotik dan hormonal termasuk pertahanan terhadap patogen. Analisis filogenetik memperlihatkan distribusi evolusi TcHSP90 yang serupa dengan A. thaliana dan S. lycopersicum. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar ilmiah dan pengetahuan dasar untuk pengembangan kultivar T. cacao baru yang tahan terhadap stres biotik dan abiotik melalui seleksi gen kandidat yang tepat untuk pembiakan kakao.
Identifikasi dan karakterisasi tujuh gen HSP90 pada Theobroma cacao berhasil dilakukan meliputi analisis motif, struktur gen, elemen cis pada promotor, prediksi lokalisasi subseluler, serta analisis filogenetik.Analisis pola ekspresi menunjukkan bahwa TcHSP90-1, TcHSP90-3, dan TcHSP90-5 berperan penting dalam respons terhadap stres biotik dan abiotik serta perkembangan tanaman, sementara TcHSP90-2, TcHSP90-4, TcHSP90-6, dan TcHSP90-7 terkait respons terhadap kekeringan dan stres garam.Temuan ini menyediakan dasar ilmiah untuk pengembangan kultivar kakao baru yang tahan terhadap stres biotik dan abiotik serta membantu seleksi gen kandidat dalam program pemuliaan kakao.
Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi fungsi spesifik masing‑masing gen TcHSP90 melalui teknik pengeditan gen seperti CRISPR/Cas9 untuk menghasilkan garis kakao yang memiliki knockout atau overekspresi gen target, sehingga dapat mengukur kontribusi gen tersebut terhadap toleransi panas, kekeringan, dan serangan patogen di kondisi lapangan. Selanjutnya, dilakukan profiling ekspresi TcHSP90 pada berbagai tahap pertumbuhan kakao (bermula dari bibit hingga buah) di bawah kombinasi stres abiotik seperti suhu tinggi bersamaan dengan kekeringan atau salinitas, untuk memahami regulasi dinamis gen‑gen tersebut dalam situasi stres majemuk. Penelitian ketiga dapat mengkaji variasi alamiah pada gen HSP90 di antara koleksi germplasm kakao Indonesia dengan melakukan analisis asosiasi marker (GWAS) terhadap data produktivitas dan ketahanan stres, sehingga dapat mengidentifikasi alel‑alel yang berpotensi untuk dipakai dalam program pemuliaan berbantuan marker. Pendekatan tersebut juga memungkinkan penentuan apakah kombinasi alel HSP90 tertentu memberikan sinergi dalam meningkatkan performa tanaman pada iklim yang berubah. Selain itu, studi metabolomik pada tanaman yang telah dimodifikasi dapat mengungkapkan jalur downstream yang diaktifkan oleh HSP90, memperjelas mekanisme molekuler pertahanan. Hasil-hasil dari ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan bahan baku genetik yang kuat untuk pengembangan kultivar kakao tahan stres, sekaligus memberikan panduan praktis bagi petani dalam memilih varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan lokal.
| File size | 1.74 MB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
CCRJOURNALCCRJOURNAL Namun, penyerbuk dan omnivora menunjukkan variasi yang minim di semua kondisi. Indeks keanekaragaman Shannon (H = 1,59‑1,75) mengindikasikan keanekaragamanNamun, penyerbuk dan omnivora menunjukkan variasi yang minim di semua kondisi. Indeks keanekaragaman Shannon (H = 1,59‑1,75) mengindikasikan keanekaragaman
UNITAS PDGUNITAS PDG Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengolahan beberapa formulasi bagian limbah jagung manis (Zea mays saccharata) terhadap kandungan proteinPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengolahan beberapa formulasi bagian limbah jagung manis (Zea mays saccharata) terhadap kandungan protein
UPBUPB Hasil eksplorasi diperoleh 2 isolat yaitu Isolat Trichoderma sp. Hasil identifikasi secara makroskopis dan mikroskopis menunjukkan bahwa isolat hasil eksplorasiHasil eksplorasi diperoleh 2 isolat yaitu Isolat Trichoderma sp. Hasil identifikasi secara makroskopis dan mikroskopis menunjukkan bahwa isolat hasil eksplorasi
UMSRAPPANGUMSRAPPANG Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap manfaat Trichoderma sp. indigenus Gorontalo. Demonstrasi lapangan memperlihatkan responHasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap manfaat Trichoderma sp. indigenus Gorontalo. Demonstrasi lapangan memperlihatkan respon
UPPRUPPR Dengan melibatkan masyarakat lokal, ini dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem mangrove. ImplementasiDengan melibatkan masyarakat lokal, ini dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Implementasi
UNIKSUNIKS Karakteristik isolat E320 adalah mampu menghasilkan protease, cellulase dan siderophore activities, sementara isolat E323 hanya mampu menghasilkan protease.Karakteristik isolat E320 adalah mampu menghasilkan protease, cellulase dan siderophore activities, sementara isolat E323 hanya mampu menghasilkan protease.
POLITAN IPYKPOLITAN IPYK Kambing perlakuan pakan yang diberikan adalah jerami jagung yang diinokulasi Trichoderma sp. 60 %, daun gamal 40 %. Berdasarkan hasil pengamatan, pemberianKambing perlakuan pakan yang diberikan adalah jerami jagung yang diinokulasi Trichoderma sp. 60 %, daun gamal 40 %. Berdasarkan hasil pengamatan, pemberian
UNIKSUNIKS ) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, kakao yang digunakan yaitu varietas Forastero. Media) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, kakao yang digunakan yaitu varietas Forastero. Media
Useful /
UIGMUIGM Dengan menggunakan metode ekstraksi fitur dan klasifikasi berdasarkan vektor fitur, sistem pengenalan citra dapat mengubah data visual menjadi informasiDengan menggunakan metode ekstraksi fitur dan klasifikasi berdasarkan vektor fitur, sistem pengenalan citra dapat mengubah data visual menjadi informasi
UNIKSUNIKS Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan ADF, NDF, Selulosa, Hemiselulosa, dan Lignin pelepah sawit dengan berbagai taraf penambahan bahan aditifPenelitian ini bertujuan mengetahui kandungan ADF, NDF, Selulosa, Hemiselulosa, dan Lignin pelepah sawit dengan berbagai taraf penambahan bahan aditif
UNIKSUNIKS Perlakuan terbaik terdapat pada media Cocopeat dengan hasil tinggi tanaman 29 cm, panjang daun 20 cm, berat konsumsi 24,80 gram/tanaman, dan berat basahPerlakuan terbaik terdapat pada media Cocopeat dengan hasil tinggi tanaman 29 cm, panjang daun 20 cm, berat konsumsi 24,80 gram/tanaman, dan berat basah
UNIKSUNIKS Perlakuan terdiri dari G0 (tanpa Gandasil-D) hingga G6 (pemberian Gandasil-D dengan konsentrasi 6 gram/L air). Data dianalisis menggunakan uji statistikPerlakuan terdiri dari G0 (tanpa Gandasil-D) hingga G6 (pemberian Gandasil-D dengan konsentrasi 6 gram/L air). Data dianalisis menggunakan uji statistik