UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu PertanianAgrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian

Pengembangan produksi sawi hijau dihadapi pada lahan sub optimal salah satunya yaitu tanah ultisol. Upaya untuk meningkatkan produksi dengan pupuk anorganik yaitu NPK berdampak negatif pada lahan pertanian atau menurunkan kualitas kesuburan lahan dengan pemakaian secara terus menerus. Upaya untuk menurunkan pemakaian pupuk anorganik maka salah satu teknologinya yaitu pemanfaatan mikroba pupuk hayati. Trichoderma sp selaku pupuk hayati, perannya sebagai agen pengendali hayati terhadap patogen, memberikan dampak yang positif pada sistem perakaran tanaman, tumbuh kembang sampai produksi tanaman. Tujuan capaian penelitian, untuk menganalisis respon tanaman sawi hijau, dengan aplikasi pupuk NPK dan Trichoderma sp. Metode penelitian eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan terdiri dari 100% pemberian pupuk anorganik NPK, (P1); Trichoderma sp 10ml/liter air 50% pupuk NPK, (P2); Trichoderma sp 13 ml/liter air 50% pupuk NPK, (P3); Trichoderma sp 15 ml/liter air 50% pupuk NPK. Masing-masing perlakuan dikelompokkan sebanyak enam kelompok sehingga secara keseluruhan terdapat 24 unit percobaan. Aplikasi 10 ml Trichoderma sp 50% NPK mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi bobot segar tanaman menyamai nilai yang diperoleh dengan aplikasi 100% NPK. Peningkatan konsentrasi Trichoderma sp yang diaplikasikan mampu meningkatkan perkembangan perakaran tanaman. Aplikasi Trichoderma sp mampu mengurangi 50% penggunaan pupuk anorganik.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan kombinasi Trichoderma sp dengan 50% pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, bobot segar tanaman, dan panjang akar tanaman.Aplikasi 10 ml Trichoderma sp 50% NPK mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi bobot segar tanaman menyamai nilai yang diperoleh dengan aplikasi 100% NPK.Peningkatan konsentrasi Trichoderma sp yang diaplikasikan mampu meningkatkan perkembangan perakaran tanaman, dan aplikasi Trichoderma sp mampu mengurangi 50% penggunaan pupuk anorganik.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada identifikasi jenis Trichoderma sp lokal yang paling efektif bersinergi dengan pupuk NPK pada tanah ultisol, untuk meningkatkan efisiensi penyerapan hara dan pertumbuhan tanaman sawi hijau. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai pengaruh kombinasi Trichoderma sp dan pupuk organik lainnya, seperti kompos atau pupuk kandang, terhadap perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah ultisol, sehingga dapat menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan. Terakhir, penelitian dapat diarahkan untuk menguji efektivitas aplikasi Trichoderma sp dalam mengendalikan penyakit tanaman sawi hijau yang umum terjadi di lahan ultisol, serta menganalisis dampak ekonomis dari penggunaan Trichoderma sp dalam mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan meningkatkan hasil panen, sehingga dapat memberikan informasi yang komprehensif bagi petani dalam pengambilan keputusan.

  1. Edukasi Penggunaan Metabolit Sekunder Mikroba sebagai Biopestisida untuk Ketahanan Tanaman Bagi Ibu-Ibu... doi.org/10.33379/icom.v3i4.3259Edukasi Penggunaan Metabolit Sekunder Mikroba sebagai Biopestisida untuk Ketahanan Tanaman Bagi Ibu Ibu doi 10 33379 icom v3i4 3259
  2. GREEN MUSTARD PRODUCTION WITH COMBINATION OF TRICHODERMA AND NPK ON ULTISOL SOIL | Agrisaintifika: Jurnal... journal.univetbantara.ac.id/index.php/agrisaintifika/article/view/6459GREEN MUSTARD PRODUCTION WITH COMBINATION OF TRICHODERMA AND NPK ON ULTISOL SOIL Agrisaintifika Jurnal journal univetbantara ac index php agrisaintifika article view 6459
  3. Efektivitas Pupuk Organik Cair Limbah Ternak Ayam Metode Brewing pada Budidaya Kacang Tanah | Nofrianil... ejournal.unipas.ac.id/index.php/Agro/article/view/620Efektivitas Pupuk Organik Cair Limbah Ternak Ayam Metode Brewing pada Budidaya Kacang Tanah Nofrianil ejournal unipas ac index php Agro article view 620
Read online
File size288.22 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test