STPI PAJAKSTPI PAJAK
Journal of Tax and BusinessJournal of Tax and BusinessPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumen sebagai dasar penyusunan strategi pemasaran yang efektif pada tiga kafe di Kabupaten Bandung, yaitu Cafe A, Cafe B, dan Cafe C. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, melibatkan 150 responden, masing-masing 50 responden dari setiap kafe. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik konsumen, pola keputusan pembelian, serta penilaian terhadap bauran pemasaran (7P). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga kafe memperoleh penilaian dalam kategori Baik hingga Sangat Baik pada setiap unsur bauran pemasaran, meskipun dengan variasi kinerja di beberapa aspek. Cafe C unggul pada kualitas produk, kenyamanan tempat, dan bukti fisik, sedangkan Cafe B menunjukkan keunggulan pada aspek pelayanan. Cafe A masih memerlukan peningkatan pada inovasi produk dan kualitas layanan. Temuan ini menjadi dasar penyusunan strategi pemasaran yang difokuskan pada penguatan diferensiasi produk, optimalisasi layanan, peningkatan kenyamanan ruang, serta pemanfaatan promosi digital untuk meningkatkan daya saing dan loyalitas konsumen. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis yang relevan bagi pengelola kafe dalam menghadapi persaingan industri kopi yang semakin kompetitif.
Penelitian mengenai tanggapan konsumen terhadap bauran pemasaran (7P) pada tiga kafe menunjukkan bahwa seluruh aspek pemasaran memperoleh penilaian dalam kategori Baik hingga Sangat Baik, yang mengindikasikan bahwa setiap kafe telah mampu mengelola strategi pemasarannya secara efektif.Namun, terdapat variasi kinerja pada masing-masing elemen pemasaran sehingga diperlukan strategi pengembangan yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik setiap kafe.Aspek produk menunjukkan bahwa Cafe C memiliki keunggulan yang paling menonjol dibandingkan Cafe A dan Cafe B.Konsistensi kualitas rasa, variasi menu, serta pengalaman produk yang lebih superior menjadikan Cafe C berada pada kategori Sangat Baik.Pada aspek harga, seluruh kafe dinilai telah mampu menetapkan harga yang sesuai dengan persepsi nilai konsumen.Meskipun demikian, strategi harga tetap perlu disesuaikan dengan kondisi segmen pasar yang didominasi oleh kalangan pelajar dan pekerja muda.Aspek lokasi dan bukti fisik juga memperlihatkan dominasi Cafe C, yang menunjukkan bahwa kenyamanan ruang, estetika interior, dan fasilitas pendukung menjadi faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen.Cafe A dan Cafe B memperoleh kategori Baik, yang menunjukkan perlunya optimalisasi tata ruang dan peningkatan kualitas fasilitas fisik.Aspek promosi berada dalam kategori Baik pada seluruh kafe, namun efektivitasnya masih dapat ditingkatkan melalui penguatan pemasaran digital.Sementara itu, aspek sumber daya manusia memperlihatkan bahwa Cafe B dan Cafe C menonjol dalam kualitas pelayanan, sedangkan Cafe A masih membutuhkan peningkatan kompetensi staf.Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran perlu diarahkan pada penguatan keunggulan kompetitif masing-masing kafe, peningkatan kualitas pelayanan, inovasi produk, serta pemanfaatan promosi digital untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen.
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh, beberapa saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Untuk Cafe A, disarankan agar kafe ini meningkatkan inovasi menu serta menjaga konsistensi rasa guna memperkuat daya tarik produk. Kenyamanan ruang perlu dioptimalkan melalui perbaikan tata letak dan fasilitas pendukung. Pelatihan pelayanan bagi staf perlu dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kualitas interaksi dengan konsumen. Promosi digital perlu diperkuat agar jangkauan pemasaran semakin luas. Untuk Cafe B, kafe ini perlu mengembangkan menu khas yang dapat menjadi identitas pembeda. Kenyamanan interior perlu disempurnakan agar lebih mendukung aktivitas bekerja atau belajar. Promosi melalui media sosial perlu ditingkatkan intensitasnya untuk memperkuat citra dan menarik konsumen baru. Kualitas pelayanan yang sudah sangat baik perlu dijaga agar pengalaman pelanggan tetap konsisten. Untuk Cafe C, kafe ini perlu mempertahankan kualitas produk dan fasilitas fisik yang telah menjadi keunggulan utama. Inovasi menu tetap diperlukan agar konsumen memperoleh pengalaman baru pada setiap kunjungan. Penawaran menu premium dapat dipertimbangkan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah. Upaya promosi digital perlu diperluas agar kafe ini dapat menjangkau konsumen baru secara lebih efektif.
| File size | 342.45 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
STIP FARMINGSTIP FARMING Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani bawang putih secara nyata (signifikan) adalah penggunaan benih dan pestisida. Untuk meningkatkan produksiFaktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani bawang putih secara nyata (signifikan) adalah penggunaan benih dan pestisida. Untuk meningkatkan produksi
UNIBAUNIBA Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal dan melibatkan 270 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitianPenelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal dan melibatkan 270 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian
UNIBAUNIBA Hasil penelitian terhadap Keputusan Pembelian, variabel Perilaku Konsumen nilai thitung>ttable atau 2,312>1,661 dan sig 0,006 < 0,05 artinya H1 diterima;Hasil penelitian terhadap Keputusan Pembelian, variabel Perilaku Konsumen nilai thitung>ttable atau 2,312>1,661 dan sig 0,006 < 0,05 artinya H1 diterima;
STIESULTANAGUNGSTIESULTANAGUNG Selain itu, persepsi keamanan juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan, artinya semakin tinggi rasa aman yang dirasakan pengguna terhadapSelain itu, persepsi keamanan juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan, artinya semakin tinggi rasa aman yang dirasakan pengguna terhadap
STIESULTANAGUNGSTIESULTANAGUNG Seluruh variabel secara simultan memberikan dampak signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Implementasi e-system pajak yang efektif, pelayananSeluruh variabel secara simultan memberikan dampak signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Implementasi e-system pajak yang efektif, pelayanan
AKRABJUARAAKRABJUARA Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, arus kas operasi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Sedangkan laba bersihHasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, arus kas operasi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Sedangkan laba bersih
MIKROSKILMIKROSKIL Namun, secara simultan ketiga variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai koefisien determinasi (R²)Namun, secara simultan ketiga variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai koefisien determinasi (R²)
MIKROSKILMIKROSKIL Penelitian ini menggunakan pendekatan kuatitatif dengan teknik non – probability sampling terhadap 100 responden. Teknik pengolahan data dilakukan denganPenelitian ini menggunakan pendekatan kuatitatif dengan teknik non – probability sampling terhadap 100 responden. Teknik pengolahan data dilakukan dengan
Useful /
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Hasil: Tingkat kualitas hidup pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah perlakuan terjadi peningkatan dengan nilai mean ± SD: 5,487 ± 2,624 sedangkanHasil: Tingkat kualitas hidup pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah perlakuan terjadi peningkatan dengan nilai mean ± SD: 5,487 ± 2,624 sedangkan
STPI PAJAKSTPI PAJAK Hasil kajian menunjukkan lima peran utama konsultan pajak dalam konteks implementasi Cortex: (1) sebagai Edukator yang memberikan pemahaman operasionalHasil kajian menunjukkan lima peran utama konsultan pajak dalam konteks implementasi Cortex: (1) sebagai Edukator yang memberikan pemahaman operasional
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Penelitian dilakukan di salah satu SLTA di Kabupaten Banyuwangi. Sampel penelitian sebanyak 75 siswa, yang diberikan pre tes - pre tes sebelum dan setelahPenelitian dilakukan di salah satu SLTA di Kabupaten Banyuwangi. Sampel penelitian sebanyak 75 siswa, yang diberikan pre tes - pre tes sebelum dan setelah
WIDYATAMAWIDYATAMA 1%) and 4 data of off-record consists (11. 4%) and the most dominant scale of four social dimension scales is social distance scale 14 data (40%). This1%) and 4 data of off-record consists (11. 4%) and the most dominant scale of four social dimension scales is social distance scale 14 data (40%). This