UMSBUMSB

Journal of Agricultural Science Development (JASED)Journal of Agricultural Science Development (JASED)

Pengembangan kawasan perdesaan tidak kalah penting dibandingkan dengan pengembangan pada kawasan perkotaan, yang secara terintegrasi pengembangan keduanya ditujukan untuk mewujudkan penyelenggaraan penataan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Konsep pengembangan perdesaan berkelanjutan diperlukan guna mendukung terwujudnya saling keterkaitan yang kuat antara kawasan perdesaan dengan kawasan perkotaan. Bila pertumbuhan dibiarkan tanpa intervensi dan tidak direncanakan secara berkelanjutan, dikhawatirkan kawasan perdesaan menjadi terus berkurang di masa depan. Kabupaten Limapuluh Kota memiliki kawasan pedesaan yang sangat luas, dari seluruh wilayah kabupaten hanya ibukota kabupaten yakni Sarilamak yang bercirikan perkotaan. Oleh karena itu, mewujudkan ruang kawasan perdesaan berkelanjutan dalam rangka pengembangan wilayah di Kabupaten Limapuluh Kota perlu dilakukan perencanaan . Dimana kawasan yang akan dijadikan lokasi perencanaan adalah kawasan yang memiliki potensi pada pertanian lahan basah. Nagari Sungai Rimbang di Kecamatan Suliki merupakan kawasan yang sangat berpotensi untuk pengembangan kawasan pertanian lahan basah. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yang mengkaji beberapa aspek yakni tipologi pedesaan, sumber daya manusia, sumber daya alam, kelembagaan, ekonomi, dan sarana prasarana. Selanjutnya untuk mengidentifikasi potensi dan masalah pengembangan wilayah Sungai Rimbang dilakukanlah Analisis SWOT. Analisis ini tentu saja berpedoman pada aspek-aspek yang telah dikaji sebelumnya. Hasil analisis SWOT dijadikan acuan dalam rencana pengembangan kawasan yakni pengembangan kelembagaan, pengembangan sektor pertanian, pelestarian nilai budaya masyarakat, pengelolaan dan pelestarian lingkungan, pengembangan infrastruktur pedesaan, dan pengembangan komunitas pedesaan. Semua rencana ini akan dijabarkan dalam bentuk program pelaksanaan yang lebih terperinci.

Nagari Sungai Rimbang memiliki potensi besar sebagai kawasan pertanian berkelanjutan berbasis lahan basah, meskipun kualitas sumber daya manusia masih rendah dan pendidikan mayoritas penduduk hanya sampai jenjang SMP.Sumber daya alam di wilayah ini sangat mendukung pengembangan pertanian lahan basah, namun perlu perencanaan yang baik untuk menjaga kesuburan tanah dan ketersediaan air.Infrastruktur, kelembagaan, dan akses pasar masih lemah, sehingga diperlukan pembangunan dan penguatan sistem pendukung pertanian secara menyeluruh.

Pertama, perlu penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas model pendidikan non-formal berbasis pertanian dalam meningkatkan kapasitas petani muda di Nagari Sungai Rimbang, terutama dalam penguasaan teknologi pertanian modern dan manajemen usaha tani. Kedua, sebaiknya dilakukan studi tentang penerapan sistem pertanian organik terintegrasi dengan agroindustri skala kecil untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang sulit diakses. Ketiga, penting untuk mengkaji potensi pengembangan sistem pemasaran langsung (direct marketing) berbasis digital guna memperpendek rantai distribusi dan meningkatkan pendapatan petani, termasuk melalui kolaborasi antar kelompok tani dan pemanfaatan platform digital lokal.

Read online
File size199.62 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test