UNSURUNSUR

AGROSCIENCEAGROSCIENCE

Masalah utama yang dihadapi dalam penanganan panen dan pasca panen padi adalah tingginya kehilangan hasil (losses) baik secara kuantitatif maupun kualitatif, hal tersebut berdampak kepada tingkat pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan penanganan panen dan pasca panen, serta persentase kehilangan hasil dalam panen dan pasca panen serta dampaknya terhadap pendapatan petani. Metode yang digunakan adalah statistik deskriptif serta rumus menghitung kehilangan hasil. Penelitian dilakukan di Desa Karangwangi Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase petani yang melaksanakan panen sesuai SOP sebesar 46,66 % dan pasca panen sesuai SOP sebesar 26,66 %. Rata-rata kehilangan hasil sebesar 10,11 %. Dampak penurunan pendapatan bagi petani berkisar antara Rp. 441.768 – 10.735.982,26.

(1) Persentase petani yang melaksanakan panen sesuai SOP yakni sebesar 46,66 %.Ketidaksesuaian terjadi dalam penggunaan alat panen yang belum sesuai dan cara panen yang tidak hati – hati.(2) Rata-rata kehilangan hasil sebesar 10,11 % dengan perincian kehilangan saat pemanenan 1.Dampak penurunan pendapatan bagi petani adalah berkisar antara Rp.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu adanya perbaikan dalam penanganan panen dan pasca panen dengan bantuan alat yang sesuai SOP dan peningkatan frekuensi penyuluhan. Selain itu, perlu adanya penyuluhan kepada petani penggarap/buruh tani tentang dampak kehilangan hasil terhadap pendapatan. Lebih lanjut, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang menyebabkan ketidaksesuaian penerapan SOP, seperti ketersediaan alat, pengetahuan petani, dan kondisi sosial ekonomi. Studi komparatif antara petani yang menerapkan SOP dengan yang tidak, dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dampak penerapan SOP terhadap efisiensi dan pendapatan.

Read online
File size571.32 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test